alexametrics
25 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Bupati Jepara: Pendamping PKH Jadi Penyembuh Kemiskinan

JEPARA – Harapan besar kepada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), untuk menjadi penyembuh kemiskinan di Jepara. Dengan begitu, angka kemiskinan akan terus menurun dan kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat.

Hal ini saya sampaikan saat rapat koordinasi PKH di Hotel Sekuro Village Jepara, kemarin. Didampingi Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Jepara Edy Marwoto.

Tugas pendamping hampir sama seperti dokter. Kalau dokter memeriksa dan menyembuhkan orang sakit. Tapi pendamping PKH ini menyembuhkan orang-orang dari kemiskinan. Hadirnya PKH yang dijalankan sejak 2007 menjadi salah satu program unggulan pemerintah dalam percepatan penanggulangan kemiskinan.


Tahun lalu tercatat terdapat 50.372 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dengan capaian graduasi (mengundurkan diri) sebesar 5,6 persen. Meliputi graduasi sejahtera sebanyak 2.170 KPM dan graduasi alamiah sebesar 686 KPM.

Baca Juga :  Karya Seniman Kota Ukir Dipamerkan di Taman Budaya Jateng

Patut kita apresiasi kepada KPM yang masuk dalam graduasi sejahtera. Meski masih punya komponen, mau mentas dari PKH. Karena terkadang terdapat KPM yang sudah hidup layak, namun enggan keluar dari PKH.

Karena ada perubahan sistem graduasi, total KPM tahun ini sebanyak 65.455 KPM. Bidik graduasi sejahtera dipatok pada angka 1.836 KPM dan bidik graduasi alamiah 1.672 KPM. Dengan kondisi saat ini, saya tetap mendorong agar bisa mencapai angka semaksimal mungkin.

Kepala Dinsospermades Edy Marwoto mengatakan, pendamping PKH siap satu komando untuk mengentaskan kemiskinan di Jepara. Saat ini Dinsospermades tengah mengembangkan aplikasi atau program layanan kesejahteraan sosial atau Sistem Asistensi Layanan Sosial yang Terintegrasi dan Terpadu (Salam Rindu). Sistem ini bisa dimasukkan dalam Smart City di Jepara. (*/war)






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Harapan besar kepada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), untuk menjadi penyembuh kemiskinan di Jepara. Dengan begitu, angka kemiskinan akan terus menurun dan kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat.

Hal ini saya sampaikan saat rapat koordinasi PKH di Hotel Sekuro Village Jepara, kemarin. Didampingi Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Jepara Edy Marwoto.

Tugas pendamping hampir sama seperti dokter. Kalau dokter memeriksa dan menyembuhkan orang sakit. Tapi pendamping PKH ini menyembuhkan orang-orang dari kemiskinan. Hadirnya PKH yang dijalankan sejak 2007 menjadi salah satu program unggulan pemerintah dalam percepatan penanggulangan kemiskinan.

Tahun lalu tercatat terdapat 50.372 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dengan capaian graduasi (mengundurkan diri) sebesar 5,6 persen. Meliputi graduasi sejahtera sebanyak 2.170 KPM dan graduasi alamiah sebesar 686 KPM.

Baca Juga :  Sambut Hari Raya Nepi, Umat Hindu di Jepara Gelar Mecaru

Patut kita apresiasi kepada KPM yang masuk dalam graduasi sejahtera. Meski masih punya komponen, mau mentas dari PKH. Karena terkadang terdapat KPM yang sudah hidup layak, namun enggan keluar dari PKH.

Karena ada perubahan sistem graduasi, total KPM tahun ini sebanyak 65.455 KPM. Bidik graduasi sejahtera dipatok pada angka 1.836 KPM dan bidik graduasi alamiah 1.672 KPM. Dengan kondisi saat ini, saya tetap mendorong agar bisa mencapai angka semaksimal mungkin.

Kepala Dinsospermades Edy Marwoto mengatakan, pendamping PKH siap satu komando untuk mengentaskan kemiskinan di Jepara. Saat ini Dinsospermades tengah mengembangkan aplikasi atau program layanan kesejahteraan sosial atau Sistem Asistensi Layanan Sosial yang Terintegrasi dan Terpadu (Salam Rindu). Sistem ini bisa dimasukkan dalam Smart City di Jepara. (*/war)






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/