27.2 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Catat! Mulai 1 Desember, Beli Solar di SPBU Jepara Wajib Pakai QRCode

JEPARA – Pembelian solar atau bio solar dengan aplikasi Mypertamina akan berlaku per-1 Desember nanti. Jepara akan menjadi daerah pertama yang memulai untuk wilayah Demak dan Kudus. Penggunaan aplikasi dengan QR code diharapkan bisa memperketat pembagian subsidi secara tepat.

Ketua Paguyuban SPBU Jepara Ardi menjelaskan kebijakan tersebut diambil pihak Pertamina belum lama ini.

Sementara itu, pihaknya menilai Jepara terpilih karena sudah siap. Hal ini dilihat dari kesiapan SPBU dan pendaftar solar subsidi yang cukup banyak.


”Kenapa dipilih Jepara, kami tidak tahu. Itu dari Pertamina-nya ya. Tapi menurut kami memang pendaftar solar subsidi sudah cukup banyak. SPBU juga cukup siap,” jelas Ardi.

Nantinya aturan berlaku untuk solar atau bio solar. Sementara itu, untuk pembelian pertalite belum dapat dilaksanakan.

Penggunaan ini akan berlaku khusus bagi kendaraan yang membeli solar. Untuk lainnya seperti nelayan dan usaha lain masih dilayani dengan surat rekomendasi.

Baca Juga :  Pendaftar BBM Subsidi di Kudus Capai Dua Ribu Unit Kendaraan

”Nanti di QR code itu ada kode untuk kuotanya sendiri-sendiri. Harapannya, solar subsidi bisa diperoleh pihak yang tepat,” jelas Ardi.

Ia menambahkan, dari 32 SPBU di Jepara ada 21 yang melayani pembelian solar. 21 SPBU inilah yang akan mengatur pembelian dengan QR Code aplikasi.

”Sehari rata-rata di Jepara ada pembelian 200 kilo liter, dan kuota masih tergolong aman atau cukup,” jelasnya.

Saat tulisan ini dibuat, harga solar per liter Rp 6.800.

Ardi menilai saat penerapan aturan ini akan ada sedikit gejolak di masyarakat. Namun hal tersebut wajar. Nantinya masyarakat akan terbiasa dengan aturan ini. Terlebih, sosialisasi sudah dimulai sejak September lalu. “Harusnya sudah siap,” ungkapnya. (nib/zen)






Reporter: Nibros Hassani

JEPARA – Pembelian solar atau bio solar dengan aplikasi Mypertamina akan berlaku per-1 Desember nanti. Jepara akan menjadi daerah pertama yang memulai untuk wilayah Demak dan Kudus. Penggunaan aplikasi dengan QR code diharapkan bisa memperketat pembagian subsidi secara tepat.

Ketua Paguyuban SPBU Jepara Ardi menjelaskan kebijakan tersebut diambil pihak Pertamina belum lama ini.

Sementara itu, pihaknya menilai Jepara terpilih karena sudah siap. Hal ini dilihat dari kesiapan SPBU dan pendaftar solar subsidi yang cukup banyak.

”Kenapa dipilih Jepara, kami tidak tahu. Itu dari Pertamina-nya ya. Tapi menurut kami memang pendaftar solar subsidi sudah cukup banyak. SPBU juga cukup siap,” jelas Ardi.

Nantinya aturan berlaku untuk solar atau bio solar. Sementara itu, untuk pembelian pertalite belum dapat dilaksanakan.

Penggunaan ini akan berlaku khusus bagi kendaraan yang membeli solar. Untuk lainnya seperti nelayan dan usaha lain masih dilayani dengan surat rekomendasi.

Baca Juga :  Rayakan Siang Thian Dewa Obat, Klenteng Welahan Jepara Nanggap Wayang Semalam Suntuk

”Nanti di QR code itu ada kode untuk kuotanya sendiri-sendiri. Harapannya, solar subsidi bisa diperoleh pihak yang tepat,” jelas Ardi.

Ia menambahkan, dari 32 SPBU di Jepara ada 21 yang melayani pembelian solar. 21 SPBU inilah yang akan mengatur pembelian dengan QR Code aplikasi.

”Sehari rata-rata di Jepara ada pembelian 200 kilo liter, dan kuota masih tergolong aman atau cukup,” jelasnya.

Saat tulisan ini dibuat, harga solar per liter Rp 6.800.

Ardi menilai saat penerapan aturan ini akan ada sedikit gejolak di masyarakat. Namun hal tersebut wajar. Nantinya masyarakat akan terbiasa dengan aturan ini. Terlebih, sosialisasi sudah dimulai sejak September lalu. “Harusnya sudah siap,” ungkapnya. (nib/zen)






Reporter: Nibros Hassani

Most Read

Artikel Terbaru