alexametrics
31.9 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Oknum Kades Diduga Terlibat Penganiayaan, Dipicu Perselingkuhan

JEPARA – Oknum kepala desa (kades) di Kecamatan Pakisaji, S, diduga menganiaya ATM, di salah satu hotel di Kecapi, Tahunan. Kejadian itu dipicu dugaan perselingkuhan antara ATM dengan istri kepala desa.

Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi membenarkan kasus tersebut sedang ditangani. Pihaknya masih menyelidiki kasus itu. “Belum ada penahanan. Masih kami selidiki,” katanya.

Semula, pemilik kos tempat tinggal ATM, BS, mencari keberadaannya. Namun hingga empat hari tak ada kabar. Tidak bisa dihubungi. ”Pelapor melaporkan hal tersebut karena tidak ada kabar dan tidak ada di kamar biasa tinggal. Selain itu, korban tidak bisa di hubungi. Sehingga muncul kekhawatiran. Sehingga pelapor melaporkannya ke Polres Jepara,” ujar.


AKP M. Fachrur Rozi menceritakan kronologi dugaan penganiayaan itu bermula saat NR, yang merupakan istri S menelpon ATM 4 Agustus lalu sekitar pukul 11.00. Saat itu NR meminta korban datang ke salah satu hotel di Desa Kecapi kamar 105.  ”Di percakapan telpon, NR mengatakan bantu aku bantu aku nang. Sehingga korban langsung ke lokasi,” jelas AKP M. Fachrur Rozi.

Setiba di lokasi, korban langsung bertemu dengan NR di kamar. Mereka mengobrol dikamar 105 tersebut. Tak berapa lama, NR keluar kamar. Namun, tiba – tiba S datang menghampiri korban dan menyetrum tubuh korban. S menuduh korban berselingkuh dengan istrinya. Seketika itu pula S memborgol tangan korban. Usai diborgol, korban juga ditampar memakai sandal jepit.

Baca Juga :  Pembangunan Docking di Jepara Molor, Rekanan Dikenakan Denda

Mengetahui kejadian itu, NR sempat melerai dan mencoba membela korban. Namun S tidak percaya dan kembali menyetrum korban sembari mendorong NR. Korban kondisinya saat itu sudah tergeletak di lantai dan kedua tangannya terborgol kembali ditendang kepalanya oleh S.

Sementara NR dibawa keluar kamar oleh terlapor dan kamar dikunci dari luar. Berselang beberapa menit, S kembali masuk ke kamar dan membawa minuman beralkohol. Korban dipaksa minum dan mengakui perbuatannya.  ”Saat itu, S mengancam korban apabila tidak mengaku maka korban akan dibunuh. Kemudian korban terpaksa mengakuinya. Tapi S masih tidak terima dan langsung menampar dan menendang korban bahkan sempat dikencingi,” papar AKP M. Fachrur Rozi.

Sementara NR saat itu sempat meminta maaf kepada korban sambil menyelipkan uang Rp 300 ribu di saku korban. Selain itu juga sempat membersihkan tubuh korban. Setelah selesai dibersihkan NR, S kembali menghampiri korban lalu menendang serta menampar korban.

Kemudian S dan NR membawa korban keluar dari hotel dan menurunkannya di Terminal Kudus. Setelah dari Kudus, korban pergi ke Sukabumi.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Oknum kepala desa (kades) di Kecamatan Pakisaji, S, diduga menganiaya ATM, di salah satu hotel di Kecapi, Tahunan. Kejadian itu dipicu dugaan perselingkuhan antara ATM dengan istri kepala desa.

Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi membenarkan kasus tersebut sedang ditangani. Pihaknya masih menyelidiki kasus itu. “Belum ada penahanan. Masih kami selidiki,” katanya.

Semula, pemilik kos tempat tinggal ATM, BS, mencari keberadaannya. Namun hingga empat hari tak ada kabar. Tidak bisa dihubungi. ”Pelapor melaporkan hal tersebut karena tidak ada kabar dan tidak ada di kamar biasa tinggal. Selain itu, korban tidak bisa di hubungi. Sehingga muncul kekhawatiran. Sehingga pelapor melaporkannya ke Polres Jepara,” ujar.

AKP M. Fachrur Rozi menceritakan kronologi dugaan penganiayaan itu bermula saat NR, yang merupakan istri S menelpon ATM 4 Agustus lalu sekitar pukul 11.00. Saat itu NR meminta korban datang ke salah satu hotel di Desa Kecapi kamar 105.  ”Di percakapan telpon, NR mengatakan bantu aku bantu aku nang. Sehingga korban langsung ke lokasi,” jelas AKP M. Fachrur Rozi.

Setiba di lokasi, korban langsung bertemu dengan NR di kamar. Mereka mengobrol dikamar 105 tersebut. Tak berapa lama, NR keluar kamar. Namun, tiba – tiba S datang menghampiri korban dan menyetrum tubuh korban. S menuduh korban berselingkuh dengan istrinya. Seketika itu pula S memborgol tangan korban. Usai diborgol, korban juga ditampar memakai sandal jepit.

Baca Juga :  Pembangunan Docking di Jepara Molor, Rekanan Dikenakan Denda

Mengetahui kejadian itu, NR sempat melerai dan mencoba membela korban. Namun S tidak percaya dan kembali menyetrum korban sembari mendorong NR. Korban kondisinya saat itu sudah tergeletak di lantai dan kedua tangannya terborgol kembali ditendang kepalanya oleh S.

Sementara NR dibawa keluar kamar oleh terlapor dan kamar dikunci dari luar. Berselang beberapa menit, S kembali masuk ke kamar dan membawa minuman beralkohol. Korban dipaksa minum dan mengakui perbuatannya.  ”Saat itu, S mengancam korban apabila tidak mengaku maka korban akan dibunuh. Kemudian korban terpaksa mengakuinya. Tapi S masih tidak terima dan langsung menampar dan menendang korban bahkan sempat dikencingi,” papar AKP M. Fachrur Rozi.

Sementara NR saat itu sempat meminta maaf kepada korban sambil menyelipkan uang Rp 300 ribu di saku korban. Selain itu juga sempat membersihkan tubuh korban. Setelah selesai dibersihkan NR, S kembali menghampiri korban lalu menendang serta menampar korban.

Kemudian S dan NR membawa korban keluar dari hotel dan menurunkannya di Terminal Kudus. Setelah dari Kudus, korban pergi ke Sukabumi.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/