alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Raih Juara III Film Pendek Kemenag RI

JEPARA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara. Kali ini dari Tim Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) yang berhasil meraih juara III tingkat nasional dalam Lomba Video Pendek Kategori Mahasiswa.

Lomba video pendek tersebut diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka Launching Aksi Moderat Beragama dengan tema “Menyemai Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Kebhinekaan”.

Video pendek yang berhasil menyabet juara III tingkat nasional itu berdurasi 60 detik. Diproduksi oleh Deni Saputra sebagai pemeran, Aufa Maulana Hidayat sebagai pemeran, Roos Hendri Nur Wahyu Utomo sebagai kameramen, dan M. Syaifur Roqib sebagai editor. Keempatnya merupakan mahasiswa Prodi KPI Unisnu Jepara.


Video pendek tersebut menceritakan seorang pemuda yang mempunyai ketaatan dalam menjalankan perintah agama dan selalu berbuat baik kepada siapa saja. Pada suatu siang suara azan berkumandang menandakan waktu salat duhur telah tiba. Pemuda itu selalu bergegas untuk pergi salat berjamaah ke masjid.

Baca Juga :  Prestasi Ini untuk Ayah yang Sudah di Keabadian

Di tengah perjalanan menuju masjid, pemuda itu terkejut. Karena ada warga yang berkendara motor membawa momol atau daun jagung. Hampir menabraknya di tikungan jalan. Akhirnya pengendara motor tersebut terjatuh  bersama daun jagung  yang dibawa.

Sontak pemuda itu langsung memberikan pertolongan pertama kepada pengendara motor di tempat kejadian. Di sisi lain suara iqamah sudah terdengar. Pemuda itu tidak sempat mengikuti salat berjamaah di masjid.

M. Syaifur Roqib mengungkapkan, pesan yang ingin disampaikan melalui video pendek berjudul “Momol” itu sebagai pengingat agar selalu mengutamakan persaudaraan antarsesama. Meskipun suatu saat nanti akan menemui perbedaan.

“Meskipun ibadah salat berjamaah itu baik akan tetapi menolong saudara  juga sama baiknya. Bahkan yang kita tolong beda agama misalnya. Karena sejatinya perbedaan itu bisa menyatukan, bukan menjadi pemecah belah,” tandasnya.






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara. Kali ini dari Tim Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) yang berhasil meraih juara III tingkat nasional dalam Lomba Video Pendek Kategori Mahasiswa.

Lomba video pendek tersebut diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka Launching Aksi Moderat Beragama dengan tema “Menyemai Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Kebhinekaan”.

Video pendek yang berhasil menyabet juara III tingkat nasional itu berdurasi 60 detik. Diproduksi oleh Deni Saputra sebagai pemeran, Aufa Maulana Hidayat sebagai pemeran, Roos Hendri Nur Wahyu Utomo sebagai kameramen, dan M. Syaifur Roqib sebagai editor. Keempatnya merupakan mahasiswa Prodi KPI Unisnu Jepara.

Video pendek tersebut menceritakan seorang pemuda yang mempunyai ketaatan dalam menjalankan perintah agama dan selalu berbuat baik kepada siapa saja. Pada suatu siang suara azan berkumandang menandakan waktu salat duhur telah tiba. Pemuda itu selalu bergegas untuk pergi salat berjamaah ke masjid.

Baca Juga :  KKN Unisnu Jepara Dampingi Mitra UMKM Branding Usaha Donat

Di tengah perjalanan menuju masjid, pemuda itu terkejut. Karena ada warga yang berkendara motor membawa momol atau daun jagung. Hampir menabraknya di tikungan jalan. Akhirnya pengendara motor tersebut terjatuh  bersama daun jagung  yang dibawa.

Sontak pemuda itu langsung memberikan pertolongan pertama kepada pengendara motor di tempat kejadian. Di sisi lain suara iqamah sudah terdengar. Pemuda itu tidak sempat mengikuti salat berjamaah di masjid.

M. Syaifur Roqib mengungkapkan, pesan yang ingin disampaikan melalui video pendek berjudul “Momol” itu sebagai pengingat agar selalu mengutamakan persaudaraan antarsesama. Meskipun suatu saat nanti akan menemui perbedaan.

“Meskipun ibadah salat berjamaah itu baik akan tetapi menolong saudara  juga sama baiknya. Bahkan yang kita tolong beda agama misalnya. Karena sejatinya perbedaan itu bisa menyatukan, bukan menjadi pemecah belah,” tandasnya.






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/