alexametrics
24.1 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Guru-Siswa Selesai Isoman, PTM Terbatas di Jepara Dibuka Besok

JEPARA – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Jepara rencananya dibuka besok (29/9). Kemarin, Bupati Jepara Dian Kristiandi mengecek ke beberapa sekolah di Jepara. Tujuannya, memastikan kesiapan penyelenggara pendidikan sebelum PTM kembali digelar.

Rute pertama di SMA/SMK Islam Jepara, berlanjut ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 dan 2 Krapyak, Jepara. Setelah dari sana, berlanjut ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mada Nusantara Tegalsambi dan MTs Walisongo Pecangaan. Dalam kesempatan tersebut, Andi, sapaan akrab bupati juga menyempatkan mengunjungi MTs Al-Muttaqin Rengging. Lokasi pekan lalu kluster Covid-19 ditemukan.

Hasil kunjungannya ke beberapa sekolah itu bakal dijadikan bahan evaluasi sebelum PTM kembali digelar.


”Sudah kami tanyakan dari beberapa guru dan karyawan yang ada. Kami cek juga fasilitas untuk prokes. Hasilnya rata-rata telah disiapkan dengan baik. Secara garis besar, setelah dicek semua, bisa dibilang lebih siap untuk menggelar PTM,” terang Andi.

Meski begitu, dalam dua hari ini, Andi memerintahkan seluruh satuan pendidikan di Jepara untuk melengkapi sarana penunjang kegiatan PTM terbatas. Terutama sarana dan prasarana protokol kesehatan.

Selain sarana penunjang protokol kesehatan, sebelum menggelar PTM, sekolah harus izin dahulu. Izinnya lewat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jepara atau Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). ”Kedua dinas itu akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Jadi semua harus melengkapi persyaratan untuk mendapatakan izin PTM,” tegas Andi.

Baca Juga :  Lestarikan Kesenian, Bupati Jepara Wayangan di Karimunjawa

Sebagai antisipasi munculnya klaster baru selama PTM diselenggarakan, bila terdapat siswa atau guru yang terkonfirmasi Covid-19 di satu sekolah, maka PTM di sekolah itu harus dihentikan sementara. Hingga masa isolasi selesai. Sementara kegiatan PTM di sekolah lain masih boleh berjalan. Sepanjang memenuhi dan tidak terjadi penularan di wilayah tersebut.

Usai mengecek beberapa sekolah, Andi mengunjungi rumah salah satu guru MTs Al-Muttaqin Rengging yang terpapar Covid-19. Pihaknya membawa bantuan logistik untuk para guru yang saat ini menjalani isolasi mandiri. Ia memastikan kondisi guru tersebut sehat dan diperkirakan rampung isolasi dalam 3 hari lagi.

Sebelumnya diberitakan Bupati Jepara Dian Kristiandi memutuskan menghentikan sementara kegiatan PTM di Jepara untuk semua jenjang per-Kamis (23/9). Mulai PAUD, SD dan SMP hingga SMA. Menyusul ditemukannya klaster Covid-19 di MTs Al-Muttaqin Rengging, Pecangaan, Jepara.

Tercatat ada 25 siswa dan tiga guru terpapar korona di MTs tersebut. Sehingga, kegiatan belajar mengajar seluruh sekolah di Jepara sementara waktu dialihkan lewat pembelajaran dalam jaringan (daring).

”25 siswa itu saat ini kondisinya baik. Pihak sekolah juga rutin memantau kondisi mereka. 25 siswa itu hari ini (kemarin, Red) terakhir masa isolasi,” jelas Andi. (zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Jepara rencananya dibuka besok (29/9). Kemarin, Bupati Jepara Dian Kristiandi mengecek ke beberapa sekolah di Jepara. Tujuannya, memastikan kesiapan penyelenggara pendidikan sebelum PTM kembali digelar.

Rute pertama di SMA/SMK Islam Jepara, berlanjut ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 dan 2 Krapyak, Jepara. Setelah dari sana, berlanjut ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mada Nusantara Tegalsambi dan MTs Walisongo Pecangaan. Dalam kesempatan tersebut, Andi, sapaan akrab bupati juga menyempatkan mengunjungi MTs Al-Muttaqin Rengging. Lokasi pekan lalu kluster Covid-19 ditemukan.

Hasil kunjungannya ke beberapa sekolah itu bakal dijadikan bahan evaluasi sebelum PTM kembali digelar.

”Sudah kami tanyakan dari beberapa guru dan karyawan yang ada. Kami cek juga fasilitas untuk prokes. Hasilnya rata-rata telah disiapkan dengan baik. Secara garis besar, setelah dicek semua, bisa dibilang lebih siap untuk menggelar PTM,” terang Andi.

Meski begitu, dalam dua hari ini, Andi memerintahkan seluruh satuan pendidikan di Jepara untuk melengkapi sarana penunjang kegiatan PTM terbatas. Terutama sarana dan prasarana protokol kesehatan.

Selain sarana penunjang protokol kesehatan, sebelum menggelar PTM, sekolah harus izin dahulu. Izinnya lewat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jepara atau Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). ”Kedua dinas itu akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Jadi semua harus melengkapi persyaratan untuk mendapatakan izin PTM,” tegas Andi.

Baca Juga :  25 Siswa dan 3 Guru Positif, MTs di Jepara Jadi Klaster Covid-19

Sebagai antisipasi munculnya klaster baru selama PTM diselenggarakan, bila terdapat siswa atau guru yang terkonfirmasi Covid-19 di satu sekolah, maka PTM di sekolah itu harus dihentikan sementara. Hingga masa isolasi selesai. Sementara kegiatan PTM di sekolah lain masih boleh berjalan. Sepanjang memenuhi dan tidak terjadi penularan di wilayah tersebut.

Usai mengecek beberapa sekolah, Andi mengunjungi rumah salah satu guru MTs Al-Muttaqin Rengging yang terpapar Covid-19. Pihaknya membawa bantuan logistik untuk para guru yang saat ini menjalani isolasi mandiri. Ia memastikan kondisi guru tersebut sehat dan diperkirakan rampung isolasi dalam 3 hari lagi.

Sebelumnya diberitakan Bupati Jepara Dian Kristiandi memutuskan menghentikan sementara kegiatan PTM di Jepara untuk semua jenjang per-Kamis (23/9). Mulai PAUD, SD dan SMP hingga SMA. Menyusul ditemukannya klaster Covid-19 di MTs Al-Muttaqin Rengging, Pecangaan, Jepara.

Tercatat ada 25 siswa dan tiga guru terpapar korona di MTs tersebut. Sehingga, kegiatan belajar mengajar seluruh sekolah di Jepara sementara waktu dialihkan lewat pembelajaran dalam jaringan (daring).

”25 siswa itu saat ini kondisinya baik. Pihak sekolah juga rutin memantau kondisi mereka. 25 siswa itu hari ini (kemarin, Red) terakhir masa isolasi,” jelas Andi. (zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/