alexametrics
28 C
Kudus
Monday, July 25, 2022

RSUD Kartini Jepara Bantah Perawatnya Lakukan Pelecehan Seksual

JEPARA – Menyikapi tuduhan yang pelecehan seksual yang disampaikan akun twitter @UpWanita kepada salah satu perawat RSUD RA Kartini ditindaklanjuti dengan investigasi dan klarifikasi internal. Dari investigasi dan klarifikasi itu, didapati sang perawat mengaku tak pernah melakukan tindak pelecehan ke siapapun. Bahkan, ia berani membuat pernyataan tertulis di atas materai. Sebab itu, bila tuduhan yang dilontarkan pemilik akun @UpWanita tak benar, RSUD RA Kartini siap mengambil langkah hukum.

Pasalnya, hal tersebut telah mencoreng nama institusi. Hingga saat ini pemilik akun masih belum bisa dikonfirmasi. Pasalnya akun pembuat cuitan tersebut merupakan akun anonim dan baru dibuat bulan ini. ”Hari ini (28/6) RSUD RA Kartini bersurat resmi ke Polres Jepara agar menemui titik terang,” jelas Plt. Direktur RSUD RA Kartini dr. Vita Ratih Nugraheni saat konferensi pers Selasa (28/6).


Baca Juga : PT HWI Dirikan Pabrik di Pati, Sebagian Karyawan dari Pabrik Jepara

Dan jika memang tuduhan itu tak benar, pemilik akun @Upwanita diminta menarik postingannya dan meminta maaf kepada RSUD RA Kartini di seluruh media massa. Atau pihak RSUD RA Kartini akan mengambil langkah-langkah hukum selanjutnya.

Namun, apabila apa yang dituduhkan pemilik akun twitter terkait tindakan perawat tersebut benar, pemilik akun bisa menyampaikan keluhannya melalui nomor 0821 3779 1415. Itu merupakan kontak resmi humas RSUD RA Kartini. Atau datang langsung ke RSUD RA Kartini Jepara bagian layanan aduan pelanggan dan. RSUD RA Kartini memberikan waktu 2 kali 24 jam sejak pers conference dilaksanakan. Vita menjamin kerahasiaan identitas sang pemilik akun.

Baca Juga :  Pansus Ranperda Pesantren Kejar Target Sebulan Rampung

Tentunya, jika apa yang disampaikan di akun twitter tersebut benar dan melibatkan salah satu perawat di RSUD RA Kartini Jepara, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap oknum perawat tersebut. ”Karena ini sudah bagian dari etika profesi. Tentu sanksinya berat,” tegas Vita.

dr Vita Ratih Nugraheni mengimbau kepada masyarakat yang mempunyai keluhan terkait pelayanan di RSUD RA Kartini, bisa disampaikan keluhannya ke Bagian Humas RSUD RA Kartini. Atau datang langsung ke rumah sakit bagian layanan aduan pelanggan dan dijamin kerahasiannya. ”RSUD RA Kartini dapat segera menindak lanjuti semua keluhan dan aduan masyarakat. Apabila semua keluhan masyarakat disampaikan dengan identitas dan kronologi kejadian yang jelas,” tandas Vita.

Sebelumnya, melalui cuitan di twitter, akun @UpWanita mengaku mengalami pelecehan seksual sebanyak 4 kali oleh seorang perawat rumah sakit di Jepara. Dalam unggahan tersebut ditampilkan beberapa foto seorang perawat dengan baju seragam RSUD RA Kartini Jepara. Hal itulah yang membuat RSUD RA Kartini mengambil sikap. Hingga, Selasa (28/6), sejak diunggah 2 hari lalu sudah di Retweet sebanyak 3.671 pengguna Twitter. (rom/khim)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Menyikapi tuduhan yang pelecehan seksual yang disampaikan akun twitter @UpWanita kepada salah satu perawat RSUD RA Kartini ditindaklanjuti dengan investigasi dan klarifikasi internal. Dari investigasi dan klarifikasi itu, didapati sang perawat mengaku tak pernah melakukan tindak pelecehan ke siapapun. Bahkan, ia berani membuat pernyataan tertulis di atas materai. Sebab itu, bila tuduhan yang dilontarkan pemilik akun @UpWanita tak benar, RSUD RA Kartini siap mengambil langkah hukum.

Pasalnya, hal tersebut telah mencoreng nama institusi. Hingga saat ini pemilik akun masih belum bisa dikonfirmasi. Pasalnya akun pembuat cuitan tersebut merupakan akun anonim dan baru dibuat bulan ini. ”Hari ini (28/6) RSUD RA Kartini bersurat resmi ke Polres Jepara agar menemui titik terang,” jelas Plt. Direktur RSUD RA Kartini dr. Vita Ratih Nugraheni saat konferensi pers Selasa (28/6).

Baca Juga : PT HWI Dirikan Pabrik di Pati, Sebagian Karyawan dari Pabrik Jepara

Dan jika memang tuduhan itu tak benar, pemilik akun @Upwanita diminta menarik postingannya dan meminta maaf kepada RSUD RA Kartini di seluruh media massa. Atau pihak RSUD RA Kartini akan mengambil langkah-langkah hukum selanjutnya.

Namun, apabila apa yang dituduhkan pemilik akun twitter terkait tindakan perawat tersebut benar, pemilik akun bisa menyampaikan keluhannya melalui nomor 0821 3779 1415. Itu merupakan kontak resmi humas RSUD RA Kartini. Atau datang langsung ke RSUD RA Kartini Jepara bagian layanan aduan pelanggan dan. RSUD RA Kartini memberikan waktu 2 kali 24 jam sejak pers conference dilaksanakan. Vita menjamin kerahasiaan identitas sang pemilik akun.

Baca Juga :  Dindikpora Jepara Bantah Video yang Viral Termasuk Aksi Bullying

Tentunya, jika apa yang disampaikan di akun twitter tersebut benar dan melibatkan salah satu perawat di RSUD RA Kartini Jepara, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap oknum perawat tersebut. ”Karena ini sudah bagian dari etika profesi. Tentu sanksinya berat,” tegas Vita.

dr Vita Ratih Nugraheni mengimbau kepada masyarakat yang mempunyai keluhan terkait pelayanan di RSUD RA Kartini, bisa disampaikan keluhannya ke Bagian Humas RSUD RA Kartini. Atau datang langsung ke rumah sakit bagian layanan aduan pelanggan dan dijamin kerahasiannya. ”RSUD RA Kartini dapat segera menindak lanjuti semua keluhan dan aduan masyarakat. Apabila semua keluhan masyarakat disampaikan dengan identitas dan kronologi kejadian yang jelas,” tandas Vita.

Sebelumnya, melalui cuitan di twitter, akun @UpWanita mengaku mengalami pelecehan seksual sebanyak 4 kali oleh seorang perawat rumah sakit di Jepara. Dalam unggahan tersebut ditampilkan beberapa foto seorang perawat dengan baju seragam RSUD RA Kartini Jepara. Hal itulah yang membuat RSUD RA Kartini mengambil sikap. Hingga, Selasa (28/6), sejak diunggah 2 hari lalu sudah di Retweet sebanyak 3.671 pengguna Twitter. (rom/khim)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/