alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Disperindag Percepat Laporan Perusahaan dengan SIINas

JEPARA – Perusahaan di Jepara kini dapat melaporkan perkembangan industrinya secara cepat. Menggunakan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), perusahaan bisa melaporkan kegiatan secara online. Para pelaku usaha di Jepara mengikuti sosialisasi penggunaan sistem itu di Ono Joglo, Jepara kemarin.

SIINas sendiri dapat diakses melalui https://siinas.kemenperin.go.id/. Dari situ, perusahaan bisa melaporkan data industri pada tahap pembangunan, produksi, serta data lainnya. Seperti soal tenaga kerja, luas lahan, lokasi, rencana pembangunan, mesin dan peralatan, pemasaran, juga pengelolaan lingkungan. Nantinya perusahaan dapat melapor dua kali dalam setahun. Akun untuk mendaftar SIINas juga dapat diperoleh langsung menggunakan email. SIINas juga teritegrasi dengan sistem perizinan usaha Online Single Submission (OSS).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Eriza Rudi Yulianto memperkirakan ke depannya perkembangan usaha di Jepara akan membaik. Selain karena ada perubahan sistem seperti SIINas. “Sistem sudah mudah meskipun kita tahu terkadang masih ada kendala di lapangan, tapi saya kira kalau memang berjalan dengan baik, perkembangan usaha di Jepara akan baik” jelasnya.

Baca Juga :  Sekda Jepara Dipecat karena Pelanggaran Disiplin Berat

Hadir dalam acara sosialisasi ini juga perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah Iwan Indrawan yang menerangkan lebih lanjut kepada peserta. Juga perwakilan Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara Yoedhiyarcho yang menjelaskan sistem perizinan berusaha berbasis risiko. Selama ini, untuk usaha dengan resiko rendah cukup menggunakan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dapat berfungsi sebagai perizinan. Sementara itu, untuk usaha dengan risiko menengah tinggi wajib mengajukan verifikasi sertifikat.

Acara diikuti oleh 20 peserta perwakilan perusahaan. Salah satu peserta, Ghofur dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menanyakan perihal perbedaan perizinan Perseroan Terbatas (PT) perseorangan dengan pelaku usaha perseorangan. Sementara itu, Joko perwakilan pengusaha berharap sistem akan semakin lebih baik kedepannya. “PT perseorangan semoga sudah disiapkan sistemnya,” ungkapnya. (nib/war)

JEPARA – Perusahaan di Jepara kini dapat melaporkan perkembangan industrinya secara cepat. Menggunakan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), perusahaan bisa melaporkan kegiatan secara online. Para pelaku usaha di Jepara mengikuti sosialisasi penggunaan sistem itu di Ono Joglo, Jepara kemarin.

SIINas sendiri dapat diakses melalui https://siinas.kemenperin.go.id/. Dari situ, perusahaan bisa melaporkan data industri pada tahap pembangunan, produksi, serta data lainnya. Seperti soal tenaga kerja, luas lahan, lokasi, rencana pembangunan, mesin dan peralatan, pemasaran, juga pengelolaan lingkungan. Nantinya perusahaan dapat melapor dua kali dalam setahun. Akun untuk mendaftar SIINas juga dapat diperoleh langsung menggunakan email. SIINas juga teritegrasi dengan sistem perizinan usaha Online Single Submission (OSS).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Eriza Rudi Yulianto memperkirakan ke depannya perkembangan usaha di Jepara akan membaik. Selain karena ada perubahan sistem seperti SIINas. “Sistem sudah mudah meskipun kita tahu terkadang masih ada kendala di lapangan, tapi saya kira kalau memang berjalan dengan baik, perkembangan usaha di Jepara akan baik” jelasnya.

Baca Juga :  Gelar Operasi Gaktibplin, Propam Polres Jepara Periksa Anggotanya

Hadir dalam acara sosialisasi ini juga perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah Iwan Indrawan yang menerangkan lebih lanjut kepada peserta. Juga perwakilan Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara Yoedhiyarcho yang menjelaskan sistem perizinan berusaha berbasis risiko. Selama ini, untuk usaha dengan resiko rendah cukup menggunakan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dapat berfungsi sebagai perizinan. Sementara itu, untuk usaha dengan risiko menengah tinggi wajib mengajukan verifikasi sertifikat.

Acara diikuti oleh 20 peserta perwakilan perusahaan. Salah satu peserta, Ghofur dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menanyakan perihal perbedaan perizinan Perseroan Terbatas (PT) perseorangan dengan pelaku usaha perseorangan. Sementara itu, Joko perwakilan pengusaha berharap sistem akan semakin lebih baik kedepannya. “PT perseorangan semoga sudah disiapkan sistemnya,” ungkapnya. (nib/war)


Most Read

Artikel Terbaru

/