alexametrics
28 C
Kudus
Monday, July 25, 2022

Dinas Temukan Sungai di Jepara Banyak Dicemari Sampah Domestik

JEPARA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara menemukan banyak sungai dicemari oleh limbah domestik. Rata-rata tercemar ringan.

Kepala DLH Farikhah Elida melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup Nuraini mengatakan selama ini pencemaran sungai termasuk tercemar ringan. Meski, ia mengaku ada lokasi langganan tercemar. Misalnya di sungai Karangrandu.

Merujuk temuannya, sungai di Jepara banyak dicemari oleh bakteri e-coli. Bakteri itu muncul banyak di limbah domestik. Seperti sampah rumah tangga. Selain itu, ada juga bakteri dari pertanian yang menjadi kontributor pencemaran meski masih dalam skala ringan pencemaran.


Ia menjelaskan, pihaknya mendapat wewenang pengawasan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Gelis saja. DAS tersebut mengairi Donorojo, Pakis Aji, Keling. “Untuk DAS Jratin ikut wewenang provinsi, namun kabupaten tetap ambil sampel,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Jepara Rela Antre dan Berdesakan Demi Sembako Murah

Kata Nuraini, pihaknya tahun ini bisa memantau secara real time kondisi sungai. Melalui aplikasi online monitoring status mutu air. Pihaknya baru saja mendapatkan bantuan tersebut dari provinsi. “Kemungkinan dimulai akhir tahun nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala/Petinggi Desa Karangrandu Syahlan mengatakan sungainya sejak lama tercemari sampah. “Sudah diingatkan. Sudah ada kerja bakti juga. Ya bagaimana,” ungkapnya.

Dari pantauan wartawan di lokasi sekitar sungai Karangrandu, tampak banyak sampah bertumpukan. Ada juga warga yang terlihat membuang sampah ke sungai. Air sungai tampak berwarna coklat dan tidak mengalir. Di sisi-sisinya, terdapat banyak sampah. (nib/zen)

JEPARA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara menemukan banyak sungai dicemari oleh limbah domestik. Rata-rata tercemar ringan.

Kepala DLH Farikhah Elida melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup Nuraini mengatakan selama ini pencemaran sungai termasuk tercemar ringan. Meski, ia mengaku ada lokasi langganan tercemar. Misalnya di sungai Karangrandu.

Merujuk temuannya, sungai di Jepara banyak dicemari oleh bakteri e-coli. Bakteri itu muncul banyak di limbah domestik. Seperti sampah rumah tangga. Selain itu, ada juga bakteri dari pertanian yang menjadi kontributor pencemaran meski masih dalam skala ringan pencemaran.

Ia menjelaskan, pihaknya mendapat wewenang pengawasan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Gelis saja. DAS tersebut mengairi Donorojo, Pakis Aji, Keling. “Untuk DAS Jratin ikut wewenang provinsi, namun kabupaten tetap ambil sampel,” jelasnya.

Baca Juga :  Perebutkan 120 Medali Emas, Kejurnas Karate Garuda Open di Jepara Kembali Digelar

Kata Nuraini, pihaknya tahun ini bisa memantau secara real time kondisi sungai. Melalui aplikasi online monitoring status mutu air. Pihaknya baru saja mendapatkan bantuan tersebut dari provinsi. “Kemungkinan dimulai akhir tahun nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala/Petinggi Desa Karangrandu Syahlan mengatakan sungainya sejak lama tercemari sampah. “Sudah diingatkan. Sudah ada kerja bakti juga. Ya bagaimana,” ungkapnya.

Dari pantauan wartawan di lokasi sekitar sungai Karangrandu, tampak banyak sampah bertumpukan. Ada juga warga yang terlihat membuang sampah ke sungai. Air sungai tampak berwarna coklat dan tidak mengalir. Di sisi-sisinya, terdapat banyak sampah. (nib/zen)


Most Read

Artikel Terbaru

/