alexametrics
30 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Tergraduasi, 2.856 KK di Jepara Tak Lagi Terima PKH

JEPARA – Hingga bulan ini, sebanyak 2.856 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Jepara tergraduasi. Artinya keluarga tersebut tidak lagi menerima bantuan KPM PKH.

Rinciannya, terdapat 686 yang tergraduasi secara alamiah. Sedangkan yang tergraduasi secara mandiri sejahtera berjumlah 2.170 keluarga.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Jepara Edy Marwoto melalui Kabid Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsospermasdes Fery Yudha menjelaskan, maksud tergraduasi alamiah berarti komponen syarat utama seorang berhak menerima bantuan KPM PKH tidak terpenuhi. Artinya mereka telah dinyatakan lulus. Sedangkan mandiri sejahtera, penerima PKM PKH tersebut mengundurkan diri.


Data terkait KPM PKH harus selalu di-update. Tanggung jawabnya ada di perangkat desa. Proses update-nya melalui aplikasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Minimal dilakukan sepekan sekali.

Baca Juga :  Mesin ADM di MPP Jepara Siap Beroperasi Pekan Depan

Ada tiga komponen yang menjadi syarat utama seorang berhak menerima bantuan KPM PKH. Yaitu komponen pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Dinsospermasdes Jepara ditarget menurunkan jumlah KPM PKH di Jepara hingga 30 persen tahun ini. Perkiraannya, sekitar 10 hingga 15 ribu saja KPM PKH. Tahun lalu targetnya sepuluh persen. Target itu terpenuhi.

Yudha menambahkan upaya untuk terus meningkatkan graduasi KPM PKH di Jepara dengan beberapa cara. Yaitu dengan pembinaan melalui kegiatan pemberdayaan lewat kelompok usaha bersama (Kube), atau dengan program kewirausahaan sosial pada pemetaan KPM PKH potensial.

Namun sejauh ini pihaknya belum bisa memperkirakan berapa target graduasi KPM PKH tahun depan. ”Sampai sekarang belum ada petunjuk dari Kementerian Sosial,” ujarnya. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Hingga bulan ini, sebanyak 2.856 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Jepara tergraduasi. Artinya keluarga tersebut tidak lagi menerima bantuan KPM PKH.

Rinciannya, terdapat 686 yang tergraduasi secara alamiah. Sedangkan yang tergraduasi secara mandiri sejahtera berjumlah 2.170 keluarga.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Jepara Edy Marwoto melalui Kabid Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsospermasdes Fery Yudha menjelaskan, maksud tergraduasi alamiah berarti komponen syarat utama seorang berhak menerima bantuan KPM PKH tidak terpenuhi. Artinya mereka telah dinyatakan lulus. Sedangkan mandiri sejahtera, penerima PKM PKH tersebut mengundurkan diri.

Data terkait KPM PKH harus selalu di-update. Tanggung jawabnya ada di perangkat desa. Proses update-nya melalui aplikasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Minimal dilakukan sepekan sekali.

Baca Juga :  Tim Cekatan Jepara Bubarkan Balap Liar di Dua Titik

Ada tiga komponen yang menjadi syarat utama seorang berhak menerima bantuan KPM PKH. Yaitu komponen pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Dinsospermasdes Jepara ditarget menurunkan jumlah KPM PKH di Jepara hingga 30 persen tahun ini. Perkiraannya, sekitar 10 hingga 15 ribu saja KPM PKH. Tahun lalu targetnya sepuluh persen. Target itu terpenuhi.

Yudha menambahkan upaya untuk terus meningkatkan graduasi KPM PKH di Jepara dengan beberapa cara. Yaitu dengan pembinaan melalui kegiatan pemberdayaan lewat kelompok usaha bersama (Kube), atau dengan program kewirausahaan sosial pada pemetaan KPM PKH potensial.

Namun sejauh ini pihaknya belum bisa memperkirakan berapa target graduasi KPM PKH tahun depan. ”Sampai sekarang belum ada petunjuk dari Kementerian Sosial,” ujarnya. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/