25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Dianggap Mengganggu, Warga Clering Jepara Blokade Jalan Akses Tambang

JEPARA – Warga Desa Clering, Kecamatan Donorojo memblokade jalan perbatasan Clering dengan Desa Sumberejo, Donorojo, kemarin. Para warga yang berasal dari Dukuh Kedungsari dan Gandik memblokade jalan lantaran menolak jalan perkampungan mereka dijadikan akses jalur kendaraan penambang menuju Desa Sumberejo, Donorojo.

Ada lebih dari seratus warga yang turut serta dalam aksi blokade jalan tersebut. Jalan yang menghubungkan Sumberejo dengan Clering tersebut ditutup sebagian badannya dengan batu urug. Di atas tumpukan batu tersebut warga membentangkan spanduk bertuliskan larangan truk tambang melewati kampung mereka.

Koordinator aksi Suhariyanto menjelaskan permintaan warga hanya satu saja. Yaitu kendaraan tambang tak lagi melintas di Dukuh Gandik dan Kedungsari. Ia membeberkan beragam alasan mengapa warga mengambil sikap itu.


Di antaranya adalah kendaraan tambang tersebut sebagian besar mengangkut batu. Saat melintas di wilayah perkampungan turut menimbulkan polusi udara dan suara. Ditambah lagi, intensitas kendaraan yang melintas bisa sampai ratusan kali dalam sehari. ”Kadangkala sampai malam masih melintas,” ungkapnya kemarin.

Baca Juga :  PLN UIK Tanjung Jati B Gelar Pelatihan Pembuatan Abon bagi Warga Pesisir

Padahal, ruas jalan perkampungan Gandik dan Kedungsari lebar jalannya hanya sekitar 2,8 meter. ”Sehingga sering terjadi kemacetan. Ditambah lagi kadangkala muatannya terlalu tinggi sehingga membahayakan warga,” tandas Suhariyanto.

Dari keterangannya, aktivitas lalu-lalang kendaraan di kampungnya itu sudah dimulai sejak 2017 lalu. Dari tahun ke tahun jumlahnya bertambah hingga saat ini mencapai sembilan perusahaan tambang. Lokasi penambangannya berada di Desa Sumberejo seluruhnya. ”Kami berharap dari pihak tambang bisa legowo mencari alternatif jalan lain,” ujar Suhariyanto.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) atau Petinggi Clering Ahmad Nasuri menegaskan siap mengawal aspirasi para warga tersebut. Pihaknya akan mengusahakan berkomunikasi dengan para pengusaha tambang agar tak lagi menggunakan jalur Dukuh Gandik dan Kedungsari di Desa Clering sebagai akses utama kendaraan tambang. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Warga Desa Clering, Kecamatan Donorojo memblokade jalan perbatasan Clering dengan Desa Sumberejo, Donorojo, kemarin. Para warga yang berasal dari Dukuh Kedungsari dan Gandik memblokade jalan lantaran menolak jalan perkampungan mereka dijadikan akses jalur kendaraan penambang menuju Desa Sumberejo, Donorojo.

Ada lebih dari seratus warga yang turut serta dalam aksi blokade jalan tersebut. Jalan yang menghubungkan Sumberejo dengan Clering tersebut ditutup sebagian badannya dengan batu urug. Di atas tumpukan batu tersebut warga membentangkan spanduk bertuliskan larangan truk tambang melewati kampung mereka.

Koordinator aksi Suhariyanto menjelaskan permintaan warga hanya satu saja. Yaitu kendaraan tambang tak lagi melintas di Dukuh Gandik dan Kedungsari. Ia membeberkan beragam alasan mengapa warga mengambil sikap itu.

Di antaranya adalah kendaraan tambang tersebut sebagian besar mengangkut batu. Saat melintas di wilayah perkampungan turut menimbulkan polusi udara dan suara. Ditambah lagi, intensitas kendaraan yang melintas bisa sampai ratusan kali dalam sehari. ”Kadangkala sampai malam masih melintas,” ungkapnya kemarin.

Baca Juga :  Kolaborasikan Teknologi dan Seni Lokal, BEM Saintek Unisnu Selenggarakan "Technofest"

Padahal, ruas jalan perkampungan Gandik dan Kedungsari lebar jalannya hanya sekitar 2,8 meter. ”Sehingga sering terjadi kemacetan. Ditambah lagi kadangkala muatannya terlalu tinggi sehingga membahayakan warga,” tandas Suhariyanto.

Dari keterangannya, aktivitas lalu-lalang kendaraan di kampungnya itu sudah dimulai sejak 2017 lalu. Dari tahun ke tahun jumlahnya bertambah hingga saat ini mencapai sembilan perusahaan tambang. Lokasi penambangannya berada di Desa Sumberejo seluruhnya. ”Kami berharap dari pihak tambang bisa legowo mencari alternatif jalan lain,” ujar Suhariyanto.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) atau Petinggi Clering Ahmad Nasuri menegaskan siap mengawal aspirasi para warga tersebut. Pihaknya akan mengusahakan berkomunikasi dengan para pengusaha tambang agar tak lagi menggunakan jalur Dukuh Gandik dan Kedungsari di Desa Clering sebagai akses utama kendaraan tambang. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/