alexametrics
25.6 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Merasa Dirugikan, Baru 8 Warga Laporkan Investasi Bodong di Jepara

JEPARA – Kasus investasi bodong yang sempat heboh di Jepara awal Agustus saat ini masih dalam penanganan kepolisian. Namun, hampir tiga pekan berjalan, korban yang melaporkan kasus itu baru delapan orang. Sedangkan rumah YA masih tertutup. Tidak tampak seorangpun di dalam rumah Desa Jambu, Mlonggo. Bagian teras rumahnya masih dipasangi garis polisi.

Sebelumnya diberitakan YA, gadis berusia 20 tahun berhasil menipu ratusan orang dalam perkara investasi bodong. Disinyalir kerugiannya mencapai miliaran rupiah. Para korban sempat mendatangi rumah YA hingga beberapa kali. Puncaknya Jumat (30/7) dan Sabtu (31/7) lalu. Namun saat itu YA dan keluarganya tidak ada di rumah.

Laporan sebelumnya hanya dikirimkan oleh seorang yang mengaku korban. Namun, dalam laporan tersebut dilampirkan nama-nama korban lain dan dicantumkan kerugiannya. ”Masih itu-itu saja. Korban juga melampirkan nama korban lainnya. Lampirannya sama,” terang Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi.


Sejauh ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Ia menegaskan kasus investasi bodong di Jepara tak ada kaitannya dengan kasus arisan online yang tengah marak di beberapa wilayah lainnya.

Baca Juga :  KKN Unisnu Jepara Bersih-Bersih dan Menata Lokasi Wisata Pantai Bulakbaru

Lantaran, bila kasus lainnya modusnya berupa arisan online, yang terjadi di Jepara modusnya sistemnya cash back. Ia mencontohkan pada 27 Juli 2021 lalu tersangka membuat promosi investasi lewat fitur story di media sosial tersangka. Batasan waktu transfernya pukul 12.00 WIB.

Ketentuannya, transfer Rp 530 ribu dalam empat hari akan kembali Rp 570 ribu, atau transfer Rp 1.050.000 akan kembali Rp 1.150.000. Atau bisa juga transfer Rp 2.050.000 akan kembali menjadi Rp 2.200.000 dalam empat hari.

Sementara jika tenggat waktunya lima hari, investasi Rp 850 ribu akan kembali Rp 1 juta, Rp 1.050.000 akan kembali Rp 1,2 juta, dan Rp 2,1 juta akan kembali Rp 2.350.000. Korban memilih sendiri jumlah yang ditransfer dan tenggat waktu cash back-nya sesuai yang dipasarkan pelaku. (rom)

JEPARA – Kasus investasi bodong yang sempat heboh di Jepara awal Agustus saat ini masih dalam penanganan kepolisian. Namun, hampir tiga pekan berjalan, korban yang melaporkan kasus itu baru delapan orang. Sedangkan rumah YA masih tertutup. Tidak tampak seorangpun di dalam rumah Desa Jambu, Mlonggo. Bagian teras rumahnya masih dipasangi garis polisi.

Sebelumnya diberitakan YA, gadis berusia 20 tahun berhasil menipu ratusan orang dalam perkara investasi bodong. Disinyalir kerugiannya mencapai miliaran rupiah. Para korban sempat mendatangi rumah YA hingga beberapa kali. Puncaknya Jumat (30/7) dan Sabtu (31/7) lalu. Namun saat itu YA dan keluarganya tidak ada di rumah.

Laporan sebelumnya hanya dikirimkan oleh seorang yang mengaku korban. Namun, dalam laporan tersebut dilampirkan nama-nama korban lain dan dicantumkan kerugiannya. ”Masih itu-itu saja. Korban juga melampirkan nama korban lainnya. Lampirannya sama,” terang Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi.

Sejauh ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Ia menegaskan kasus investasi bodong di Jepara tak ada kaitannya dengan kasus arisan online yang tengah marak di beberapa wilayah lainnya.

Baca Juga :  Buruan Daftar! Pemkab Jepara Buka Seratus Kuota Nikah Massal Gratis

Lantaran, bila kasus lainnya modusnya berupa arisan online, yang terjadi di Jepara modusnya sistemnya cash back. Ia mencontohkan pada 27 Juli 2021 lalu tersangka membuat promosi investasi lewat fitur story di media sosial tersangka. Batasan waktu transfernya pukul 12.00 WIB.

Ketentuannya, transfer Rp 530 ribu dalam empat hari akan kembali Rp 570 ribu, atau transfer Rp 1.050.000 akan kembali Rp 1.150.000. Atau bisa juga transfer Rp 2.050.000 akan kembali menjadi Rp 2.200.000 dalam empat hari.

Sementara jika tenggat waktunya lima hari, investasi Rp 850 ribu akan kembali Rp 1 juta, Rp 1.050.000 akan kembali Rp 1,2 juta, dan Rp 2,1 juta akan kembali Rp 2.350.000. Korban memilih sendiri jumlah yang ditransfer dan tenggat waktu cash back-nya sesuai yang dipasarkan pelaku. (rom)

Most Read

Artikel Terbaru

/