alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Ini Tips dari Ketua DPRD Jepara Gus Haiz Atasi Stunting

JEPARA – Layanan kesehatan Ibu dan Anak menjadi sangat penting terutama dalam menyiapkan generasi emas di tahun 2045. Hal itu menjadi tema dalam dialog interaktif bersama Ketua DPRD Kabupaten Jepara Haizul Ma’arif dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Riyanti, di Radio R-Lisa. Minggu (26/06/2022).

Dikatakan Gus Haiz sapaan akrab Ketua DPRD Jepara, Pemerintah Kabupaten Jepara dan DPRD adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan sebagai unsur penyelenggara pemerintah, yaitu meningkatkan pelayanan wajib dasar khususnya kesehatan ibu dan anak merupakan wajib dasar yang harus terpenuhi.

“Tentu kita akan lebih siap dalam langkah mendukung kesehatan ibu dan anak,” kata Gus Haiz.


Dia menambahkan, stunting ini menjadi sebuah isu nasional, bukan jadi rahasia umum lagi bahwa stunting di Jepara harus mendapat perhatian yang serius karena kita mendapat rapot merah. Ini yang harus menjadi evaluasi bersama DPRD dan Pemerintah untuk bisa meningkatkan anggaran tujuannya menekan angka stunting termasuk kesehatan ibu dan anak.

Menurutnya, kesiapan nikah juga menjadi perhatian tidak hanya lahiriah tetapi juga batiniah sehingga bisa memiliki rumah tangga yang baik, sehat dan betul-betul siap. Termasuk kesadaran hal gizi bagi ibu hamil kami melihat ini sangat rendah.

“Kita harus ada evaluasi dan paparan diklat pra nikah bagaimana untuk mewujudkan keluarga yang sehat, ini yang harus ditingkatkan DPRD akan terus mengawalnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Tindak Lanjuti Pengajuan Ranperda dari Bupati, Dewan Bentuk 4 Pansus

Gus Haiz berharap, masyarakat khususnya anak-anak remaja dan juga ibu secara aktif mengakses informasi dari Puskesmas, Posyandu dan Bidan Desa untuk terus bisa menjalin komunikasi dan konsultasi menuju keluarga yang sehat dan sejahtera. “Saya harapkan para ibu-ibu remaja memiliki nomer HP Bidan Desa sehingga ketika ada masalah dapat dikonsultasikan langsung supaya mendapatkan penanganan lebih cepat,” tegasnya.

Sementara itu Staff Staff Kesehatan Keluarga dan Gizi Anak Dinas Kesehatan Jepara Riyani mengatakan, Persalinan wajib difasilitasi pelayanan kesehatan, jadi tidak ada lagi yang melahirkan dirumah. Kita sudah buat forum Komunikasi Kesehatan Ibu dan anak, didalamnya ada dokter kandungan, Dokter Anak, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator. “Ini fungsinya ketika nanti ada kesulitan semua bisa saling membantu didalam forum tersebut,” kata Riyani.

Disampaikan lebih lanjut Stunting banyak penyebabnya selain kurangnya gizi bagi anak, bisa juga stating disebabkan ibu ketika hamil terkena infeksi akan berpengaruh kepada tumbuh kembang janin. Selain itu ibu penderita hipertensi juga bisa mengalami hambatan, selain itu faktor kebersihan juga sangat penting dan bagaimana pemberian makanan yang tepat. (war/lid/adv)






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Layanan kesehatan Ibu dan Anak menjadi sangat penting terutama dalam menyiapkan generasi emas di tahun 2045. Hal itu menjadi tema dalam dialog interaktif bersama Ketua DPRD Kabupaten Jepara Haizul Ma’arif dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Riyanti, di Radio R-Lisa. Minggu (26/06/2022).

Dikatakan Gus Haiz sapaan akrab Ketua DPRD Jepara, Pemerintah Kabupaten Jepara dan DPRD adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan sebagai unsur penyelenggara pemerintah, yaitu meningkatkan pelayanan wajib dasar khususnya kesehatan ibu dan anak merupakan wajib dasar yang harus terpenuhi.

“Tentu kita akan lebih siap dalam langkah mendukung kesehatan ibu dan anak,” kata Gus Haiz.

Dia menambahkan, stunting ini menjadi sebuah isu nasional, bukan jadi rahasia umum lagi bahwa stunting di Jepara harus mendapat perhatian yang serius karena kita mendapat rapot merah. Ini yang harus menjadi evaluasi bersama DPRD dan Pemerintah untuk bisa meningkatkan anggaran tujuannya menekan angka stunting termasuk kesehatan ibu dan anak.

Menurutnya, kesiapan nikah juga menjadi perhatian tidak hanya lahiriah tetapi juga batiniah sehingga bisa memiliki rumah tangga yang baik, sehat dan betul-betul siap. Termasuk kesadaran hal gizi bagi ibu hamil kami melihat ini sangat rendah.

“Kita harus ada evaluasi dan paparan diklat pra nikah bagaimana untuk mewujudkan keluarga yang sehat, ini yang harus ditingkatkan DPRD akan terus mengawalnya,” tegasnya.

Baca Juga :  TMMD Sengkuyung di Jepara bakal Rehab RTLH hingga Beri Wawasan Kebangsaan

Gus Haiz berharap, masyarakat khususnya anak-anak remaja dan juga ibu secara aktif mengakses informasi dari Puskesmas, Posyandu dan Bidan Desa untuk terus bisa menjalin komunikasi dan konsultasi menuju keluarga yang sehat dan sejahtera. “Saya harapkan para ibu-ibu remaja memiliki nomer HP Bidan Desa sehingga ketika ada masalah dapat dikonsultasikan langsung supaya mendapatkan penanganan lebih cepat,” tegasnya.

Sementara itu Staff Staff Kesehatan Keluarga dan Gizi Anak Dinas Kesehatan Jepara Riyani mengatakan, Persalinan wajib difasilitasi pelayanan kesehatan, jadi tidak ada lagi yang melahirkan dirumah. Kita sudah buat forum Komunikasi Kesehatan Ibu dan anak, didalamnya ada dokter kandungan, Dokter Anak, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator. “Ini fungsinya ketika nanti ada kesulitan semua bisa saling membantu didalam forum tersebut,” kata Riyani.

Disampaikan lebih lanjut Stunting banyak penyebabnya selain kurangnya gizi bagi anak, bisa juga stating disebabkan ibu ketika hamil terkena infeksi akan berpengaruh kepada tumbuh kembang janin. Selain itu ibu penderita hipertensi juga bisa mengalami hambatan, selain itu faktor kebersihan juga sangat penting dan bagaimana pemberian makanan yang tepat. (war/lid/adv)






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/