alexametrics
22.4 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Dua Pelaku Telah Ditangkap, Polisi Terus Buru Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan di Jepara

JEPARA – Polres Jepara akhirnya berhasil menangkap pelaku pengeroyokan yang terjadi di Desa Bendanpete, Nalumsari, Minggu (15/5) lalu. Ada dua pelaku yang berhasil diciduk. Mereka berinisial IS, 31, dan MS, 20. Keduanya warga Desa Ngetuk, Nalumsari.

Dua pelaku itu, ditangkap Selasa (24/5) lalu. Mereka ditangkap tim Resmob Polres Jepara dibantu Resmob Polda Jateng di rumah keluarganya di Bekasi, Jawa Barat. ”Mereka ke sana (Bekasi, Red) untuk kabur dan bekerja. Selanjutnya, kedua tersangka dibawa ke Polres Jepara untuk diproses lebih lanjut,” terang Kapolres Jepara AKBP Warsono.

Keduanya merupakan pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan FR, 30, meninggal dunia karena luka tebas di leher. FR merupakan warga Desa Muryolobo, Nalumsari. Ada dua korban lain, FD, 27, warga Desa Muryolobo, dan SA, 34, warga Desa Pringtulis, Nalumsari.


Dari keterangan kapolres Jepara, kejadian itu bermula saat ketiga korban dan para pemuda Desa Muryolobo berangkat ke Kudus untuk halalbihalal dengan mengadakan dangdutan pada Minggu (15/5) lalu. Sepulang acara, ketiga korban pulang. Mereka tiba di Desa Muryolobo sekitar pukul 16.45. Setiba di desanya, tiga korban mendapat informasi pemuda Desa Ngetuk berkumpul di Desa Bendanpete. Bahkan ada yang membawa senjata tajam. ”Mendengar itu, korban SA pulang ke rumah mengambil senjata tajam jenis pisau. Ketiganya mengecek ke Bendanpete menggunakan motor berbonceng tiga,” papar Warsono.

Korban juga ada yang membawa beberapa botol bir kosong untuk berjaga-jaga. Sesampainya di Desa Bendanpete, ternyata benar. Sudah banyak pemuda Desa Ngetuk yang berkumpul, Ketiga korban turun dari motor dan dihampiri pemuda Desa Ngetuk. Mereka selain ada yang membawa senjata tajam, ada juga yang membawa senapan angin.

DIRINGKUS DI BEKASI: Dua pelaku pengeroyokan di Desa Bendanpete, Nalumsari, Jepara, dengan korban warga Desa Muryolobo, Nalumsari, digiring ke tahanan Polres Jepara kemarin. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Di situlah terjadi cekcok dan akhirnya terjadi perkelahian. Saat cekcok itu, SA mengeluarkan senjata tajam yang sudah dibawa dari rumah dan menyerang beberapa pemuda Desa Ngetuk. Salah satunya kepada tersangka IS yang saat itu juga menmbawa parang. Serangan korban tidak ada yang mengenai lawan. Justru ketiga korban terdesak. Akhirnya SA dan FD melarikan diri ke arah Desa Muryolobo. Saat melarikan diri itu, SA terkena tembakan senapan angin di bagian telapak tangan kiri. Sedangkan FD terkena tembakan pada bagian betis kanan dan luka bacok pada punggung yang diduga dilakukan salah satu tersangka lain.

Baca Juga :  Anggaran Renovasi RTLH di Jepara Dikurangi Seribu Unit, Apa Alasannya?

Di saat bersamaan, IS yang membawa parang mengejar FR ke arah Pasar Gandu Desa Bendanpete. Saat pengejaran itu, FR berbalik arah hendak menyerang IS. Namun IS berhasil menendang FR dan membacoknya dua kali di bagian dada dan leher. Akibat tebasan senjata tajam itu, FR meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara MS dan beberapa tersangka lain merusak motor yang dibawa ketiga korban.

Dari penjelasan Warsono, modus pengeroyokan itu, lantaran tersangka merasa tidak senang. ”Karena ada orang yang tidak dikenal, diduga pemuda Desa Muryolobo, melewati Desa Ngetuk kemudian melempar botol kaca ke arah pemuda Desa Ngetuk yang sedang kumpul. Juga menantang berkelahi,” papar kapolres.

Dari situlah bentrok antardua kelompok pemuda itu terjadi. Sebelum berhasil dibekuk polisi, sudah ada 11 saksi yang dimintai keterangan. Selain itu, Warsono menegaskan saat ini sudah ada beberapa tersangka lain yang teridentifikasi dan masih diburu oleh tim gabungan Resmob Polda Jateng dan Resmob Polres Jepara.

Polisi menyita beberapa barang bukti. Meliputi sebilah parang, beberapa pakaian yang dikenakan korban, empat keping pecahan batu paving block, sebuah sarung pedang kayu, dan pecahan botol bir. Polisi juga mengamankan motor yang dipakai tersangka dan motor korban yang dirusak tersangka.

Para pelaku yang berhasil ditangkap dikenai Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Polres Jepara akhirnya berhasil menangkap pelaku pengeroyokan yang terjadi di Desa Bendanpete, Nalumsari, Minggu (15/5) lalu. Ada dua pelaku yang berhasil diciduk. Mereka berinisial IS, 31, dan MS, 20. Keduanya warga Desa Ngetuk, Nalumsari.

Dua pelaku itu, ditangkap Selasa (24/5) lalu. Mereka ditangkap tim Resmob Polres Jepara dibantu Resmob Polda Jateng di rumah keluarganya di Bekasi, Jawa Barat. ”Mereka ke sana (Bekasi, Red) untuk kabur dan bekerja. Selanjutnya, kedua tersangka dibawa ke Polres Jepara untuk diproses lebih lanjut,” terang Kapolres Jepara AKBP Warsono.

Keduanya merupakan pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan FR, 30, meninggal dunia karena luka tebas di leher. FR merupakan warga Desa Muryolobo, Nalumsari. Ada dua korban lain, FD, 27, warga Desa Muryolobo, dan SA, 34, warga Desa Pringtulis, Nalumsari.

Dari keterangan kapolres Jepara, kejadian itu bermula saat ketiga korban dan para pemuda Desa Muryolobo berangkat ke Kudus untuk halalbihalal dengan mengadakan dangdutan pada Minggu (15/5) lalu. Sepulang acara, ketiga korban pulang. Mereka tiba di Desa Muryolobo sekitar pukul 16.45. Setiba di desanya, tiga korban mendapat informasi pemuda Desa Ngetuk berkumpul di Desa Bendanpete. Bahkan ada yang membawa senjata tajam. ”Mendengar itu, korban SA pulang ke rumah mengambil senjata tajam jenis pisau. Ketiganya mengecek ke Bendanpete menggunakan motor berbonceng tiga,” papar Warsono.

Korban juga ada yang membawa beberapa botol bir kosong untuk berjaga-jaga. Sesampainya di Desa Bendanpete, ternyata benar. Sudah banyak pemuda Desa Ngetuk yang berkumpul, Ketiga korban turun dari motor dan dihampiri pemuda Desa Ngetuk. Mereka selain ada yang membawa senjata tajam, ada juga yang membawa senapan angin.

DIRINGKUS DI BEKASI: Dua pelaku pengeroyokan di Desa Bendanpete, Nalumsari, Jepara, dengan korban warga Desa Muryolobo, Nalumsari, digiring ke tahanan Polres Jepara kemarin. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Di situlah terjadi cekcok dan akhirnya terjadi perkelahian. Saat cekcok itu, SA mengeluarkan senjata tajam yang sudah dibawa dari rumah dan menyerang beberapa pemuda Desa Ngetuk. Salah satunya kepada tersangka IS yang saat itu juga menmbawa parang. Serangan korban tidak ada yang mengenai lawan. Justru ketiga korban terdesak. Akhirnya SA dan FD melarikan diri ke arah Desa Muryolobo. Saat melarikan diri itu, SA terkena tembakan senapan angin di bagian telapak tangan kiri. Sedangkan FD terkena tembakan pada bagian betis kanan dan luka bacok pada punggung yang diduga dilakukan salah satu tersangka lain.

Baca Juga :  EKSKLUSIF! Ini Sosok Crazy Rich Jepara, Dulu Pengusaha Mebel dan Properti

Di saat bersamaan, IS yang membawa parang mengejar FR ke arah Pasar Gandu Desa Bendanpete. Saat pengejaran itu, FR berbalik arah hendak menyerang IS. Namun IS berhasil menendang FR dan membacoknya dua kali di bagian dada dan leher. Akibat tebasan senjata tajam itu, FR meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara MS dan beberapa tersangka lain merusak motor yang dibawa ketiga korban.

Dari penjelasan Warsono, modus pengeroyokan itu, lantaran tersangka merasa tidak senang. ”Karena ada orang yang tidak dikenal, diduga pemuda Desa Muryolobo, melewati Desa Ngetuk kemudian melempar botol kaca ke arah pemuda Desa Ngetuk yang sedang kumpul. Juga menantang berkelahi,” papar kapolres.

Dari situlah bentrok antardua kelompok pemuda itu terjadi. Sebelum berhasil dibekuk polisi, sudah ada 11 saksi yang dimintai keterangan. Selain itu, Warsono menegaskan saat ini sudah ada beberapa tersangka lain yang teridentifikasi dan masih diburu oleh tim gabungan Resmob Polda Jateng dan Resmob Polres Jepara.

Polisi menyita beberapa barang bukti. Meliputi sebilah parang, beberapa pakaian yang dikenakan korban, empat keping pecahan batu paving block, sebuah sarung pedang kayu, dan pecahan botol bir. Polisi juga mengamankan motor yang dipakai tersangka dan motor korban yang dirusak tersangka.

Para pelaku yang berhasil ditangkap dikenai Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/