alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Mampir ke Jepara, Angin Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah Warga

JEPARA – Sebanyak 29 rumah dan sebuah mushola rusak di Desa Srikandang, Bangsri kemarin (26/1). Kerusakan itu disebabkan angin puting beliung yang menerpa kemarin dini hari sekitar pukul 00.15.

Ada lima RT yang diterpa angin tersebut. Namun, dampak paling parah dirasakan di RT 2 RW 1 dan RT 2 RW 3. Dari keterangan Carik Desa Srikandang M. Islahun Nadhirin, kejadian tersebut bermula dari hujan deras yang menerpa sejak Selasa (25/1) malam sekitar pukul 23.00.

”Itu hujannya terjadi hingga sekitar pukul 02.00 dini hari. Tapi anginnya datang sekitar pukul dua belas malam. Saat hujan deras-derasnya,” terangnya.


Dari penuturan Islahun, Kejadiannya berlangsung cepat. Pasalnya, angin hanya lewat saja. Namun, dampaknya besar karena mengakibatkan puluhan rumah warga rusak. Terutama bagian atapnya. Ada tujuh rumah warga yang kerusakannya cukup parah.

”Bagian atapnya. Namun tidak sampai ambrol seluruhnya,” imbuhnya.

Saat kejadian berlangsung, sebagian besar warga tengah tertidur. Pasalnya berlangsung di saat dini hari dan dalam keadaan hujan deras. Namun beruntung, tak ada satupun warga Srikandang yang menjadi korban terpaan angin puting beliung tersebut. Meski demikian, menurutnya kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 70 juta.

Baca Juga :  Pasokan Gas Melon di Jepara Ditambah 10 Persen

Selain mengakibatkan rumah dan musala rusak, dampak terjadinya angin puting beliung juga membuat jaringan listrik padam. Namun siang kemarin langsung dilakukan perbaikan. Selain itu, warga juga bergotong royong memperbaiki rumah atau memotong poton yang ikut tumbang diterpa angin.

Sementara itu Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengaku segera berkoordinasi dengan perangkat desa Srikandang kemarin. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga diperintahkannya untuk segera melakukan assessment. Lewat assement tersebut pula untuk mengetahui kebutuhan warga yang mendesak apa saja.

Pihaknya pun mengupayakan untuk selalu meng-update perkembangan cuaca di Jepara setiap dua atau enam jam sekali. Itu agar masyarakat bisa siap siaga menghadapi kejadian yang bisa saja terjadi. Terutama saat musim penghujan seperti saat ini. (him)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Sebanyak 29 rumah dan sebuah mushola rusak di Desa Srikandang, Bangsri kemarin (26/1). Kerusakan itu disebabkan angin puting beliung yang menerpa kemarin dini hari sekitar pukul 00.15.

Ada lima RT yang diterpa angin tersebut. Namun, dampak paling parah dirasakan di RT 2 RW 1 dan RT 2 RW 3. Dari keterangan Carik Desa Srikandang M. Islahun Nadhirin, kejadian tersebut bermula dari hujan deras yang menerpa sejak Selasa (25/1) malam sekitar pukul 23.00.

”Itu hujannya terjadi hingga sekitar pukul 02.00 dini hari. Tapi anginnya datang sekitar pukul dua belas malam. Saat hujan deras-derasnya,” terangnya.

Dari penuturan Islahun, Kejadiannya berlangsung cepat. Pasalnya, angin hanya lewat saja. Namun, dampaknya besar karena mengakibatkan puluhan rumah warga rusak. Terutama bagian atapnya. Ada tujuh rumah warga yang kerusakannya cukup parah.

”Bagian atapnya. Namun tidak sampai ambrol seluruhnya,” imbuhnya.

Saat kejadian berlangsung, sebagian besar warga tengah tertidur. Pasalnya berlangsung di saat dini hari dan dalam keadaan hujan deras. Namun beruntung, tak ada satupun warga Srikandang yang menjadi korban terpaan angin puting beliung tersebut. Meski demikian, menurutnya kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 70 juta.

Baca Juga :  Baru Sepekan Dibuka, Warung Tempat Pesta Miras di Jepara Tewaskan 7 Orang

Selain mengakibatkan rumah dan musala rusak, dampak terjadinya angin puting beliung juga membuat jaringan listrik padam. Namun siang kemarin langsung dilakukan perbaikan. Selain itu, warga juga bergotong royong memperbaiki rumah atau memotong poton yang ikut tumbang diterpa angin.

Sementara itu Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengaku segera berkoordinasi dengan perangkat desa Srikandang kemarin. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga diperintahkannya untuk segera melakukan assessment. Lewat assement tersebut pula untuk mengetahui kebutuhan warga yang mendesak apa saja.

Pihaknya pun mengupayakan untuk selalu meng-update perkembangan cuaca di Jepara setiap dua atau enam jam sekali. Itu agar masyarakat bisa siap siaga menghadapi kejadian yang bisa saja terjadi. Terutama saat musim penghujan seperti saat ini. (him)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/