alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Buruan Daftar! Pemkab Jepara Buka Seratus Kuota Nikah Massal Gratis

JEPARA – Kuota peserta program nikah massal gratis dari Pemerintah Kabupaten Jepara ditambah. Target awal semula adalah 50 pasangan, bertambah menjadi seratus pasang calon pengantin.

Staf Ahli Bupati Jepara Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Ratib Zaini menjelaskan, penambahan kuota 50 pasang peserta nikah massal karena adanya keinginan masyarakat. Demikian sampaikan dia saat memimpin rapat koordinasi program tersebut, di ruang rapat R.M.P. Sosrokartono Setda, kemarin. “Setelah pertama kali kita umumkan, terus ada respon masukan dan keinginan dari masyarakat itu besar,” ujarnya.

Ia mengatakan, nikah massal gratis ini, merupakan program Bupati Jepara Dian Kristiandi untuk warga Jepara. Pemerintah hadir memberikan fasilitas kepada mereka untuk melaksanakan pernikahan sesuai aturan agama dan pemerintah.


“Bentuk perhatian pemerintah akan pentingnya administrasi kependudukan (adminduk), agar suami istri serta anak keturunannya diakui oleh hukum dan juga berhak atas hak warisnya,” kata dia.

Jumlah kuota yang bertambah menjadi serratus itu terdiri dari 90 pasang calon pengantin muslim. Sedangkan sisanya, sepuluh pasangan nonmuslim. Pelaksanaan akad dilaksanakan di Pendopo R.A. Kartini, pada 21 Maret mendatang. Seluruh peserta program ini akan mendapat berbagai macam fasilitas. Mulai biaya nikah, mahar seperangkat alat salat, baju dan riasan pengantin, hingga transportasi. “Sasarannya adalah warga Jepara yang masih berstatus bujang, gadis, duda, ataupun janda,” tutur Ratib.

Baca Juga :  H-2 Purna Tugas, Bupati Jepara Rombak 37 Pejabat

Program itu juga membantu suami istri mendapat kepastian pernikahannya. Yakni sebagai pasangan yang memiliki kepastian hukum negara, sehingga tidak merugikan suami atau istri serta anak.

Dalam rapat tersebut, Ratib Zaini didampingi Kepala Diskominfo Arif Darmawan, dan Kabag Kesra Setda yang diwakili Sub Koordinator Bina Mental Spiritual Wartono. Forum ini turut dihadiri utusan para camat, perwakilan dinas terkait, serta seluruh Kepala Kantor Urusan Agama.

Kepala Diskominfo Arif Darmawan mengatakan, program nikah massal ini merupakan peluang langka. Sebab tak semua warga memiliki kesempatan bisa mengikat janji suci pernikahan di pendopo kabupaten. Selain tempat bersejarah, lokasi itu juga merupakan cagar budaya. “Jadi kesuksesan ini adalah sinergi dan kerja sama dari semua unsur yang ada,” kata dia.

Sementara Sub Koordinator Bina Mental Spiritual Bagian Kesra Setda Wartono menuturkan, bahwa pertemuan kali ini untuk menginventarisasi segala kemungkinan. Agenda rapat berikutnya adalah melakukan pembahasan terkait hal-hal teknis, pada pekan depan. Setelah itu, syarat administrasi hingga tempat pendaftaran akan disosialisasikan.






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Kuota peserta program nikah massal gratis dari Pemerintah Kabupaten Jepara ditambah. Target awal semula adalah 50 pasangan, bertambah menjadi seratus pasang calon pengantin.

Staf Ahli Bupati Jepara Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Ratib Zaini menjelaskan, penambahan kuota 50 pasang peserta nikah massal karena adanya keinginan masyarakat. Demikian sampaikan dia saat memimpin rapat koordinasi program tersebut, di ruang rapat R.M.P. Sosrokartono Setda, kemarin. “Setelah pertama kali kita umumkan, terus ada respon masukan dan keinginan dari masyarakat itu besar,” ujarnya.

Ia mengatakan, nikah massal gratis ini, merupakan program Bupati Jepara Dian Kristiandi untuk warga Jepara. Pemerintah hadir memberikan fasilitas kepada mereka untuk melaksanakan pernikahan sesuai aturan agama dan pemerintah.

“Bentuk perhatian pemerintah akan pentingnya administrasi kependudukan (adminduk), agar suami istri serta anak keturunannya diakui oleh hukum dan juga berhak atas hak warisnya,” kata dia.

Jumlah kuota yang bertambah menjadi serratus itu terdiri dari 90 pasang calon pengantin muslim. Sedangkan sisanya, sepuluh pasangan nonmuslim. Pelaksanaan akad dilaksanakan di Pendopo R.A. Kartini, pada 21 Maret mendatang. Seluruh peserta program ini akan mendapat berbagai macam fasilitas. Mulai biaya nikah, mahar seperangkat alat salat, baju dan riasan pengantin, hingga transportasi. “Sasarannya adalah warga Jepara yang masih berstatus bujang, gadis, duda, ataupun janda,” tutur Ratib.

Baca Juga :  Muscab BPC Hipmi Jepara: Zaenal Afrodi Gantikan Gus Haiz

Program itu juga membantu suami istri mendapat kepastian pernikahannya. Yakni sebagai pasangan yang memiliki kepastian hukum negara, sehingga tidak merugikan suami atau istri serta anak.

Dalam rapat tersebut, Ratib Zaini didampingi Kepala Diskominfo Arif Darmawan, dan Kabag Kesra Setda yang diwakili Sub Koordinator Bina Mental Spiritual Wartono. Forum ini turut dihadiri utusan para camat, perwakilan dinas terkait, serta seluruh Kepala Kantor Urusan Agama.

Kepala Diskominfo Arif Darmawan mengatakan, program nikah massal ini merupakan peluang langka. Sebab tak semua warga memiliki kesempatan bisa mengikat janji suci pernikahan di pendopo kabupaten. Selain tempat bersejarah, lokasi itu juga merupakan cagar budaya. “Jadi kesuksesan ini adalah sinergi dan kerja sama dari semua unsur yang ada,” kata dia.

Sementara Sub Koordinator Bina Mental Spiritual Bagian Kesra Setda Wartono menuturkan, bahwa pertemuan kali ini untuk menginventarisasi segala kemungkinan. Agenda rapat berikutnya adalah melakukan pembahasan terkait hal-hal teknis, pada pekan depan. Setelah itu, syarat administrasi hingga tempat pendaftaran akan disosialisasikan.






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/