Suporter Persijap Jepara Suarakan Isu Karhutla saat Menjamu Garudayaksa

JEPARA — Tribune katarsis. Hal itulah yang direspon oleh para pendukung Persijap Jepara pada pekan ke-9 Super League, saat menjamu Garudayaksa FC.
Gemuruh stadion yang biasanya hanya berisi tentang pujaan kepada pahlawan lapangan hijau maupun tekanan mental bagi tim lawan.
Namun, pada Sabtu (7/11) malam, jauh berbeda.
Aksi-aksi visualisasi, membuat ribuan pasang mata di tribun Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara tertegun, jika hutan Indonesia sedang sekarat.
Pesan tersebut tak hanya ditujukan untuk publik di Stadion GBK belaka, tapi juga hendak disampaikan untuk khalayak umum.
Waktu permainan menunjukkan menit ke-40, ketika pergerakan senyap terjadi di tribun selatan.
Perlahan tapi pasti. Selembar kain raksasa ditarik dari tangan ke tangan. Dibentangkan, ditali di antaranya kursi tribune.
'No Forest No Future, All Eyes On Karhutla' yang menyisipkan pesan, bahwa tanpa pohon dan hutan, manusia hanya akan mewarisi tanah yang tandus dan udara yang beracun. Bumi yang tak layak dihuni dan ditinggali.
Sementara di tribune utara, gambar tiga ekor orang utan yang tampak nanar. Berlatar rumah alaminya hangus dengan efek lalapan api akibat Karhutla.
Aksi tersebut tidak berhenti di situ.



