
JEPARA — Pemandangan tak biasa tampak di Festival Toekang Kajoe yang digelar di Sentra Patung Mulyoharjo pada Rabu (4/11). Kehadiran para diplomat dari berbagai negara, menyedot perhatian warga.
Alih-alih hanya minta foto bersama, para diplomat juga tampak diajak belajar mengukir. Dipandu oleh Ibu-Ibu setempat yang mahir menatah.
Suasana ini, menjadi sebuah pengalaman yang mempertemukan diplomasi internasional dengan keterampilan lokal. Diplomasi budaya.
Bagi para duta besar, ukiran Jepara menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar keindahan visual.
Ada ketekunan, pengetahuan, dan keterampilan tangan yang tidak mudah digantikan teknologi.
Dari pahatan kayu itulah Jepara berupaya memperkenalkan kekayaan budayanya, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara.
Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Phillip Taula mengaku mendapatkan pengalaman menarik selama kunjungan tersebut.
Ini menjadi pengalaman pertamanya datang ke Jepara. Phillip mengaku terkesan, dengan keindahan daerah serta potensi industri yang dimiliki Kota Ukir.
"Sangat menarik, saya harus lebih belajar dari para perajin (ukir di Mulyoharjo, red). Baru pertama kali, ini (pengalaman, red) sangat bagus," ujarnya, sembari melempar senyum di tengah ia menatah.
Phillip yang selama ini tinggal di Jakarta menyebut, Jepara memiliki banyak hal menarik untuk dipelajari.


