UGM Usulkan Penataan Pantai Bandengan Jepara, 61 Program Disiapkan hingga 2036

JEPARA – Pantai Bandengan, salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Jepara, diusulkan untuk ditata secara terpadu melalui rencana induk pengembangan 2026–2036. Tim Geolive Universitas Gadjah Mada (UGM) menyiapkan 61 program untuk meningkatkan daya tarik wisata, mendorong belanja wisatawan, dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Rencana tersebut dipaparkan Guru Besar UGM Tarcicius Yoyok Wahyu Subroto di Kantor Bupati Jepara, Rabu (21/10/2026). Kajian itu mengusung konsep Bandengan Narasagara dengan cakupan kawasan seluas 26 hektare.
Yoyok menilai, keberhasilan pariwisata tidak cukup diukur dari jumlah kunjungan atau lamanya wisatawan tinggal. Besarnya pengeluaran wisatawan selama berkunjung juga menjadi indikator penting untuk melihat dampak ekonomi sektor pariwisata.
“Paradigma tentang wisata itu bukan lagi jumlah wisatawan yang datang ke Jepara atau lama tinggal wisatawan di Jepara, tetapi justru tingkat pengeluaran wisatawan,” kata Yoyok.
Menurut dia, belanja wisatawan dapat ditingkatkan melalui perbaikan kualitas produk wisata dan pengembangan aktivitas pada malam hari. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga berpeluang membelanjakan uang untuk kuliner, produk UMKM, dan atraksi lokal.
Lima Zona Pengembangan Pantai Bandengan
Dalam rencana induk tersebut, kawasan Pantai Bandengan dibagi menjadi lima satuan wilayah pengembangan. Kelimanya meliputi wisata bahari, pusat budaya dan ekonomi, koridor pejalan kaki di tepi pantai, wisata petualangan dan olahraga, serta kawasan ekologi dan kebugaran.
Sejumlah fasilitas turut diusulkan, antara lain dermaga wisata, ruang pertunjukan, koridor UMKM, jalur pejalan kaki, dan kawasan edukasi lingkungan. Penataan ini diarahkan untuk memperkaya aktivitas wisata sekaligus menghubungkan potensi ekonomi di sekitar pantai.
Tim Geolive juga mengusulkan perubahan sistem akses kawasan. Pantai direncanakan dapat diakses tanpa satu gerbang tiket utama, dengan arus kendaraan satu arah dari Bandengan menuju Prawean.
Sementara itu, area parkir yang ada diusulkan dipindahkan ke zona pengembangan kelima. Langkah tersebut bertujuan memberi ruang lebih luas bagi penataan tepi pantai sebagai kawasan publik yang nyaman bagi pejalan kaki.
Abrasi hingga Manfaat Ekonomi Belum Merata
Di balik potensinya, pengembangan Pantai Bandengan masih menghadapi sejumlah tantangan. Tim Geolive mengidentifikasi kunjungan wisatawan yang bergantung pada musim liburan, abrasi di sisi barat pantai, serta manfaat ekonomi yang belum merata bagi masyarakat desa.



