Antisipasi Kekeringan, DKPP Jepara Perbaiki Irigasi hingga Bangun Sumur

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara menyiapkan sejumlah langkah menghadapi potensi kekeringan berkepanjangan yang dapat mengganggu pertanian. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara memperbaiki saluran irigasi, memfasilitasi pembangunan bendung dan sumur dalam, serta mendorong petani lebih efisien menggunakan air.
Kepala DKPP Kabupaten Jepara Mudhofir mengatakan kondisi alam menjadi salah satu tantangan yang harus diantisipasi dalam setiap musim tanam.
Salah satu dampaknya terlihat pada tanaman jagung. Ketika pasokan air tidak mencukupi, tanaman dapat layu hingga berisiko gagal panen.
“Pemkab Jepara berupaya bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan petani agar penggunaan air lebih efisien,” kata Mudhofir.
Petani Diedukasi Hadapi Kekeringan
Mitigasi dilakukan melalui penyuluhan langsung di lapangan. PPL bersama petani diarahkan menyesuaikan pola dan teknik pertanaman dengan kondisi ketersediaan air.
Langkah tersebut penting karena sejumlah wilayah Jepara pernah terdampak kekeringan, salah satunya Kecamatan Kedung pada musim sebelumnya.
Mudhofir mengatakan data kondisi lahan dan permasalahan di setiap wilayah menjadi dasar penentuan langkah penanganan. Termasuk untuk mengantisipasi risiko puso atau gagal panen.
Luas Lahan Baku Sawah (LBS) di Jepara mencapai sekitar 21 ribu hektare. Pada musim tanam ketiga, sekitar 30 persen di antaranya ditanami padi.
Embung Jadi Andalan Saat Kemarau
Selain memperbaiki jaringan irigasi, Pemkab Jepara juga mendorong pembangunan embung di lokasi yang memiliki sumber air.
Menurut Mudhofir, embung yang dibangun di dekat mata air memiliki nilai guna tinggi ketika memasuki kondisi kering.



