
JEPARA — Pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, masih menghadapi kendala permodalan.
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bumiharjo sebagai pengelola kawasan tersebut, membutuhkan dukungan modal dan kemitraan. Terutama untuk memastikan berbagai fasilitas yang telah dibangun dapat beroperasi secara optimal.
Ketua KDMP Bumiharjo, Zainal Anis, mengatakan persoalan permodalan menjadi salah satu tantangan utama dalam menjalankan KNMP.
Hingga kini, dukungan modal untuk pengelolaan usaha belum sepenuhnya turun.
Padahal, kawasan KNMP telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan. Mulai dari cold storage, pabrik es, fasilitas docking kapal, kios, hingga tempat pelelangan ikan.
"Kami tetap berusaha semaksimal mungkin. Kami optimistis," tuturnya, pada Jumat (7/8).
Menurut Zainal, pengelola juga masih membutuhkan mitra usaha untuk memperkuat keberlangsungan KNMP.
Kemitraan diperlukan agar aktivitas usaha di kawasan tersebut dapat berjalan dari hulu hingga hilir, terutama dalam penyerapan dan pemasaran hasil tangkapan nelayan.
Saat ini, salah satu bentuk kemitraan yang berjalan berkaitan dengan penyewaan fasilitas cold storage maupun pemasaran hasil tangkapan melalui tengkulak lokal.
Namun, pengelola tidak ingin hanya bergantung pada satu mitra. Karena itu, koperasi masih membuka peluang untuk mencari mitra lain yang dapat mendukung keberlanjutan usaha di KNMP.



