Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bupati Jepara Tembus Jalur Ekstrem Sumanding–Duplak Lereng Muria

M
Penulis: M. Khoirul Anwar❯
TERABAS: Bupati Jepara Witiarso Utomo jajal jalur Sumanding-Duplak pada Sabtu (23/5). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
TERABAS: Bupati Jepara Witiarso Utomo jajal jalur Sumanding-Duplak pada Sabtu (23/5). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

Advertisement

 

JEPARA - Bupati Jepara Witiarso Utomo meninjau langsung jalur baru Sumanding–Duplak di lereng utara Muria, Sabtu (23/5), setelah proyek pembukaan akses sepanjang 6,5 kilometer rampung dikerjakan selama 106 hari. Jalur penghubung Desa Sumanding dan Dukuh Duplak itu diproyeksikan menjadi akses mitigasi bencana sekaligus jalur wisata baru di Jepara.

Jalur Sumanding–Duplak Jadi Akses Baru Lereng Muria

Bupati Jepara Witiarso Utomo memacu motor trail melewati jalur tanah merah yang masih licin dan berbatu saat meninjau pembukaan akses baru Sumanding–Duplak.

Advertisement

Jalur tersebut membelah kawasan perbukitan Muria utara dan menghubungkan Desa Sumanding Kecamatan Kembang dengan Dukuh Duplak Desa Tempur Kecamatan Keling. Di beberapa titik, badan jalan masih sempit dengan tebing curam di satu sisi dan jurang terbuka di sisi lainnya.

“Alhamdulillah sudah tembus. Tinggal melakukan pelebaran dan pengerasan jalan supaya bisa dijadikan badan jalan yang lebih aman,” ujar Bupati Jepara Witiarso Utomo.

Jalur sepanjang 6,5 kilometer itu menjadi harapan baru warga lereng Muria. Kawasan Tempur sebelumnya sempat terisolasi akibat longsor besar pada awal tahun lalu.

Advertisement

Pemkab Jepara Siapkan Jalur Mitigasi dan Wisata Baru

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan jalur Sumanding–Duplak diproyeksikan menjadi akses alternatif saat terjadi bencana longsor di kawasan pegunungan Muria.

Menurutnya, keberadaan jalur baru itu memungkinkan kendaraan darurat dan alat berat tetap dapat masuk ketika jalur utama tertutup longsor.

“Kalau terjadi longsor seperti kemarin, minimal masih ada akses lain dan alat berat juga bisa masuk,” katanya.

Meski sudah tembus, Pemkab Jepara belum membuka jalur tersebut untuk wisatawan umum. Kondisi jalan masih berupa tanah merah, batu padas dan tebing terbuka yang rawan licin saat hujan turun.

“Untuk warga setempat yang sudah biasa melalui jalan seperti ini masih memungkinkan. Tapi wisatawan belum kami anjurkan lewat sini dulu,” tegas Bupati Jepara Witiarso Utomo.

Advertisement

Artikel Terkait

BPBD Jepara Tuntaskan Pembukan Jalur Sumanding-Duplak dalam 106 Hari, Jalan 6,5 Kilometer Dapat Dilewati Warga

BPBD Jepara Tuntaskan Pembukan Jalur Sumanding-Duplak dalam 106 Hari, Jalan 6,5 Kilometer Dapat Dilewati Warga

Tiga ekskavator diterjunkan untuk membuka jalur tersebut. Alat berat masuk perlahan dari Desa Tempur, menyusuri bukit demi bukit dengan kehati-hatian tinggi. Dalam beberapa titik, operator bahkan harus merayap pelan.

Jalur Duplak–Sumanding Resmi Dibuka Bupati Jepara, Jalan Tanah di Antara Tebing dan Jurang Jadi Akses Baru Lereng Muria

Jalur Duplak–Sumanding Resmi Dibuka Bupati Jepara, Jalan Tanah di Antara Tebing dan Jurang Jadi Akses Baru Lereng Muria

Jalur Duplak–Sumanding resmi dibuka Bupati Jepara. Jalan tanah di antara tebing dan jurang ini digadang menjadi akses baru wisata alam dan kopi lereng Muria.

106 Hari Membelah Bukit, Bupati Jepara Resmikan Jalur Sumanding-Duplak Sepanjang 6,5 Kilometer

106 Hari Membelah Bukit, Bupati Jepara Resmikan Jalur Sumanding-Duplak Sepanjang 6,5 Kilometer

Pembukaan jalur ini bermula pada 7 Februari 2026. Sejak hari pertama alat berat masuk ke kawasan perbukitan, merayap sejengkal demi sejengkal. Proses pengerjaan dilakukan secara perlahan namun pasti, sebab medan ekstrem.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer