Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sampel Kuku Tak Cocok, Hasil Tes DNA Kematian Rendy Negatif

F
Penulis: Fikri Thoharudin❯
SENYAP: Lokasi salah satu ruang di Kompleks Balai Desa Tubanan yang digunakan sebagai tempat pemeriksaan oleh Tim Apsifor pada Jumat (6/2).
SENYAP: Lokasi salah satu ruang di Kompleks Balai Desa Tubanan yang digunakan sebagai tempat pemeriksaan oleh Tim Apsifor pada Jumat (6/2).

JEPARA — Hasil pemeriksaan tes DNA terhadap sampel kuku dalam kasus kematian Axsyal Rendy Saputra (24), pemuda asal Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, menunjukkan hasil negatif. 


Advertisement

Sebelumnya, Polres Jepara telah mengirimkan sampel kuku ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah. Guna pendalaman secara ilmiah.

Langkah ini ditempuh untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kematian korban.

Dalam dunia forensik, kuku kerap menjadi bagian penting dalam pengungkapan kasus dugaan pembunuhan. 

Advertisement

Pada area di bawah kuku, sering ditemukan DNA asing akibat kontak fisik atau perlawanan antara korban dan pelaku.

Kapolsek Kembang, Iptu Heru Setyawan, menjelaskan bahwa sampel kuku korban, telah dibandingkan dengan sampel milik keluarga, serta orang-orang terdekat.

“Hasilnya negatif. Artinya tidak ada kecocokan antara darah terperiksa dengan darah korban,” ungkapnya pada Jumat (6/2).

Advertisement

Selain pemeriksaan DNA, polisi juga telah melakukan identifikasi sidik jari. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Kendati demikian, pihaknya menyebutkan, proses penyelidikan kasus tersebut akan terus dilakukan. Untuk memastikan ada atau tidak adanya unsur pidana.

“Sidik jari di pisau yang ditemukan di bawah tubuh korban sudah tidak terdeteksi,” jelasnya.

Untuk itulah pihak kepolisian kemudian menggandeng Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) Jawa Tengah, untuk mengungkap dugaan tindak pidana atas kasus kematian Rendy.

Setidaknya hingga Jumat (6/2) malam, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi. Baik keluarga maupun orang-orang terdekat korban.(fik)

Advertisement

Artikel Terkait

Tragis! Dua Perempuan Ditemukan Tewas di Banyumas, Polisi Kejar Pelaku

Tragis! Dua Perempuan Ditemukan Tewas di Banyumas, Polisi Kejar Pelaku

Dua wanita ditemukan dalam keadaan mengenaskan di sebuah rumah di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada hari Jumat (12/6/2026) pagi.

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Siswi SD di Sragen

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Siswi SD di Sragen

Polres Sragen akhirnya berhasil menangkap orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan seorang siswi SD berusia 11 tahun yang ditemukan tewas di rumahnya di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Wanita Tewas Usai Makan Sate di Boyolali, Terungkap Sate Dicampur Racun Tikus dan Menantu Jadi Tersangka

Wanita Tewas Usai Makan Sate di Boyolali, Terungkap Sate Dicampur Racun Tikus dan Menantu Jadi Tersangka

Seorang perempuan berusia 57 tahun yang dikenal dengan inisial A (nama lengkapnya Aminah), penduduk Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, meninggal setelah memakan sate ayam

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer