27.2 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Pembukaan Kongres Ulama Perempuan Indonesia II di Jepara Dihadiri Dua Menteri

JEPARA – Pembukaan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II yang terselenggara di Bangsri, Jepara, dihadiri sejumlah toko besar. Di antaranya Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar; serta mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Tampak Abdul Halim Iskandar datang lokasi sekitar pukul 20.00. Abdul Halim yang menyebut dirinya ”pulang ke rumah” (karena pernah tinggal di Jepara) langsung disambut para perempuan pengukir dari Desa Petekeyan, Tahunan. Kerabat Muhaimin Iskandar itu, lalu disusul Ida Fauziyah yang mengenakan batik berwarna biru dan kerudung merah fanta.

Sedangkan Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang dijadwalkan hadir, izin tidak datang. Sebab, harus berada di Cianjur meninjau lokasi gempa. Tampak pula Lukman Hakim, mantan menteri Agama mengenakan setelan putih, peci hitam, dan batik berwarna cokelat.


Menyusul di belakang, hadir Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta bersama Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif yang datang bersama. AKB Warsono Kapolres Jepara dan Dandim Jepara Husnur Rofiq turut pula hadir sejak awal.

JADI PEMBICARA: Mantan Menteri Agama Lukman Hakim berfoto bersama peserta KUPI di Ponpes Hasyim Asy’ari Bangsri, Jepara, kemarin. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)

Hindun Anisah, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Hasyim Asy’ari Bangsri, Jepara, yang ikut membuka acara berterima kasih kepada para peserta dan tamu undangan yang telah hadir. ”Suatu kebanggaan bagi kami semua untuk bertemu dengan bapak ibu. Ini jadi pembelajaran yang bisa kita ambil. Tidak hanya dari jajaran pengasuh, tapi juga santri. Bagaimana proses ulama perempuan berdiskusi dan berdialog bersama. Ini jadi pembelajaran yang berharga untuk para santri,” katanya.

Baca Juga :  Razia Knalpot Brong, Satlantas Polres Jepara Amankan 68 Kendaraan

Perempuan kelahiran Jogjakarta 2 Mei 1974 tersebut, juga meminta maaf bila pelayanan selama acara kurang maksimal. Ia juga menyebut, penyelenggaraan KUPI di Jepara tahun ini membawa makna tersendiri. Sebab, Kota Ukir tidak bisa jauh dari ketokohan tiga perempuan Jepara, Ratu Shima, Ratu Kalinyamatan, dan RA Kartini.

Masruchah Rahima, ketua panitia KUPI II menyatakan, KUPI bukan organisasi, tapi gerakan. Hasil dari gerakan ini, juga menjadi pertimbangan pemegang kebijakan. Termasuk saat perumusan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual. ”Hasil kami dipakai. Kami juga pakai sudut pandang korban. Pandangan keagamaan KUPI yang juga menjadi pertimbangan oleh parlemen. Politik tidak lepas dari pendekatan kegaamaan. KUPI juga menggunakan sudut pandang korban, dan ini yang membuat KUPI berbeda,” jelasnya.

Dalam keterangan pers, Ida Fauziyah sempat dijejali wartawan mengenai kenaikan upah minimun kabupaten (UMK) dan persoalan buruh. Namun, ia menjawab hendak fokus acara KUPI dan tidak berkenan memberikan keterangan lain. Begitu juga dengan Abdul Halim Iskandar. (nib/lin)






Reporter: Nibros Hassani

JEPARA – Pembukaan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II yang terselenggara di Bangsri, Jepara, dihadiri sejumlah toko besar. Di antaranya Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar; serta mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Tampak Abdul Halim Iskandar datang lokasi sekitar pukul 20.00. Abdul Halim yang menyebut dirinya ”pulang ke rumah” (karena pernah tinggal di Jepara) langsung disambut para perempuan pengukir dari Desa Petekeyan, Tahunan. Kerabat Muhaimin Iskandar itu, lalu disusul Ida Fauziyah yang mengenakan batik berwarna biru dan kerudung merah fanta.

Sedangkan Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang dijadwalkan hadir, izin tidak datang. Sebab, harus berada di Cianjur meninjau lokasi gempa. Tampak pula Lukman Hakim, mantan menteri Agama mengenakan setelan putih, peci hitam, dan batik berwarna cokelat.

Menyusul di belakang, hadir Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta bersama Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif yang datang bersama. AKB Warsono Kapolres Jepara dan Dandim Jepara Husnur Rofiq turut pula hadir sejak awal.

JADI PEMBICARA: Mantan Menteri Agama Lukman Hakim berfoto bersama peserta KUPI di Ponpes Hasyim Asy’ari Bangsri, Jepara, kemarin. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)

Hindun Anisah, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Hasyim Asy’ari Bangsri, Jepara, yang ikut membuka acara berterima kasih kepada para peserta dan tamu undangan yang telah hadir. ”Suatu kebanggaan bagi kami semua untuk bertemu dengan bapak ibu. Ini jadi pembelajaran yang bisa kita ambil. Tidak hanya dari jajaran pengasuh, tapi juga santri. Bagaimana proses ulama perempuan berdiskusi dan berdialog bersama. Ini jadi pembelajaran yang berharga untuk para santri,” katanya.

Baca Juga :  Ringankan Beban Warga Terdampak Banjir, Gus Haiz bersama GPK Jepara Salurkan Bantuan

Perempuan kelahiran Jogjakarta 2 Mei 1974 tersebut, juga meminta maaf bila pelayanan selama acara kurang maksimal. Ia juga menyebut, penyelenggaraan KUPI di Jepara tahun ini membawa makna tersendiri. Sebab, Kota Ukir tidak bisa jauh dari ketokohan tiga perempuan Jepara, Ratu Shima, Ratu Kalinyamatan, dan RA Kartini.

Masruchah Rahima, ketua panitia KUPI II menyatakan, KUPI bukan organisasi, tapi gerakan. Hasil dari gerakan ini, juga menjadi pertimbangan pemegang kebijakan. Termasuk saat perumusan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual. ”Hasil kami dipakai. Kami juga pakai sudut pandang korban. Pandangan keagamaan KUPI yang juga menjadi pertimbangan oleh parlemen. Politik tidak lepas dari pendekatan kegaamaan. KUPI juga menggunakan sudut pandang korban, dan ini yang membuat KUPI berbeda,” jelasnya.

Dalam keterangan pers, Ida Fauziyah sempat dijejali wartawan mengenai kenaikan upah minimun kabupaten (UMK) dan persoalan buruh. Namun, ia menjawab hendak fokus acara KUPI dan tidak berkenan memberikan keterangan lain. Begitu juga dengan Abdul Halim Iskandar. (nib/lin)






Reporter: Nibros Hassani

Most Read

Artikel Terbaru