alexametrics
25.5 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Anggaran Penanganan Covid-19 di Jepara Tersisa Rp 28 Miliar

JEPARA – Anggaran khusus untuk penanganan Covid-19 dan melalui belanja tak terduga (BTT) Kabupaten Jepara tersisa Rp 28 miliar. Dari total anggaran Rp 74 miliar telah terealisasi sekitar Rp 46 miliar.

Kepala Badan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara Ronji menjelaskan jika sampai akhir tahun sisa, nantinya menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). Sementara kondisi pandemi mulai menunjukkan penurunan tren angka positif.

“Nanti anggarannya tidak bisa dialihkan ke lainnya. Namun menjadi sisa anggaran. Sehingga bisa dipakai untuk ke depannya,” terang Kepala Badan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara Ronji.


Anggaran penanganan Covid-19 tahun ini dibagi menjadi tiga plot. Yaitu untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jepara, dan dari BTT untuk beberapa perangakat daerah.

Untuk Dinkes Jepara mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 41 miliar. Sementara Diskominfo Jepara mendapat alokasi Rp 473 juta. Dan alokasi BTT sebesar Rp 32,2 miliar. Sehingga total keseluruhan sekitar Rp 74 miliar.

Baca Juga :  Mampir ke Jepara, Angin Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah Warga

Sejauh ini anggaran untuk dinkes terserap untuk beragam kegiatan. Mulai dari program pengelolaan surveylans kesehatan, vaksinasi, hingga pemantauan dan penanggulangan kejadian ikutan pasca vaksinasi.

Sementara untuk BTT, anggarannya saat ini sudah terserap Rp 10,8 miliar dari jumlah anggaran Rp 32,2 miliar. Masih tetap dari bulan kemarin. ”Saat ini kondisi pandemi Covid-19 di  Jepara sudah mulai turun. Jumlah kasusnya pun sedikit,” ungkap Ronji.

Anggaran penganan Covid-19 merupakan hasil refocusing anggaran yang digelar awal tahun ini. Saat itu, Jepara memperoleh dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 900 miliar. Namun DAU tersebut dipotong sebesar empat persen atau sekitar Rp 30,7 miliar oleh pemerintah pusat. Sisanya, masih harus di-refocusing lagi sebesar delapan persen. Muncul angka Rp 74 miliar untuk penanganan Covid-19.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom





Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Anggaran khusus untuk penanganan Covid-19 dan melalui belanja tak terduga (BTT) Kabupaten Jepara tersisa Rp 28 miliar. Dari total anggaran Rp 74 miliar telah terealisasi sekitar Rp 46 miliar.

Kepala Badan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara Ronji menjelaskan jika sampai akhir tahun sisa, nantinya menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). Sementara kondisi pandemi mulai menunjukkan penurunan tren angka positif.

“Nanti anggarannya tidak bisa dialihkan ke lainnya. Namun menjadi sisa anggaran. Sehingga bisa dipakai untuk ke depannya,” terang Kepala Badan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara Ronji.

Anggaran penanganan Covid-19 tahun ini dibagi menjadi tiga plot. Yaitu untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jepara, dan dari BTT untuk beberapa perangakat daerah.

Untuk Dinkes Jepara mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 41 miliar. Sementara Diskominfo Jepara mendapat alokasi Rp 473 juta. Dan alokasi BTT sebesar Rp 32,2 miliar. Sehingga total keseluruhan sekitar Rp 74 miliar.

Baca Juga :  Razia Tempat Hiburan Malam, Satpol PP Jepara Amankan Enam Pemandu Karaoke

Sejauh ini anggaran untuk dinkes terserap untuk beragam kegiatan. Mulai dari program pengelolaan surveylans kesehatan, vaksinasi, hingga pemantauan dan penanggulangan kejadian ikutan pasca vaksinasi.

Sementara untuk BTT, anggarannya saat ini sudah terserap Rp 10,8 miliar dari jumlah anggaran Rp 32,2 miliar. Masih tetap dari bulan kemarin. ”Saat ini kondisi pandemi Covid-19 di  Jepara sudah mulai turun. Jumlah kasusnya pun sedikit,” ungkap Ronji.

Anggaran penganan Covid-19 merupakan hasil refocusing anggaran yang digelar awal tahun ini. Saat itu, Jepara memperoleh dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 900 miliar. Namun DAU tersebut dipotong sebesar empat persen atau sekitar Rp 30,7 miliar oleh pemerintah pusat. Sisanya, masih harus di-refocusing lagi sebesar delapan persen. Muncul angka Rp 74 miliar untuk penanganan Covid-19.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom





Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/