alexametrics
27.5 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Regrouping 62 SD di Jepara Molor, Ini Faktor-faktor Penyebabnya

JEPARA – Sebanyak 62 sekolah dasar (SD) di Jepara bakal di regrouping menjadi 29 SD. Namun sejauh ini kepastian waktu tak kunjung temui titik terang. Bila sebelumnya diprediksi bisa dilaksanakan awal tahun ajaran 2022/2023, bisa terancam molor lagi. Pasalnya hingga saat ini keputusan terkait itu masih nyantol di tingkat provinsi.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Edi Utoyo memperkirakan ada beberapa pertimbangan jadi penyebab keputusan itu tak kunjung disahkan. Di antaranya terkait masalah kepegawaian, wali murid, murid, aset, hingga anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Man, money, dan material,” ungkap Edi.

Meski begitu, Edi menegaskan terkait masalah tersebut pihaknya berupaya untuk menyiapkan sebaik mungkin tahapan penggabungan antarSD tersebut. Bila keputusan dari provinsi telah turun, proses penggabungan tak serta merta bisa dilaksanakan serentak. Karena harus memperhatikan beberapa hal. Maka nantinya akan dilaksanakan bertahap. Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan kapan waktu pelaksanaannya bisa dimulai.

Baca Juga :  Tiga Paket Peningkatan Jalan di Jepara Dilelang Lebih Awal

Alasan peleburan sejumlah sekolah dasar itu untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas. Lantaran SD tersebut berada dalam satu lokasi berdekatan. Bahkan tak jarang berada dalam satu kompleks. Antara satu SD dengan SD lainnya memiliki jumlah SDM mulai dari murid hingga tenaga pendidik terbatas. Sehingga terjadi ketimpangan antarSD di lokasi berdekatan.

62 SD itu tersebar hampir seluruh kecamatan di Jepara. Kecuali Nalumsari dan Karimunjawa. Nantinya, 62 SD tersebut bakal dilebur menyisakan 29 SD saja. Ada yang dua SD dilebur jadi satu, ada pula tiga SD dilebur jadi satu. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Sebanyak 62 sekolah dasar (SD) di Jepara bakal di regrouping menjadi 29 SD. Namun sejauh ini kepastian waktu tak kunjung temui titik terang. Bila sebelumnya diprediksi bisa dilaksanakan awal tahun ajaran 2022/2023, bisa terancam molor lagi. Pasalnya hingga saat ini keputusan terkait itu masih nyantol di tingkat provinsi.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Edi Utoyo memperkirakan ada beberapa pertimbangan jadi penyebab keputusan itu tak kunjung disahkan. Di antaranya terkait masalah kepegawaian, wali murid, murid, aset, hingga anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Man, money, dan material,” ungkap Edi.

Meski begitu, Edi menegaskan terkait masalah tersebut pihaknya berupaya untuk menyiapkan sebaik mungkin tahapan penggabungan antarSD tersebut. Bila keputusan dari provinsi telah turun, proses penggabungan tak serta merta bisa dilaksanakan serentak. Karena harus memperhatikan beberapa hal. Maka nantinya akan dilaksanakan bertahap. Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan kapan waktu pelaksanaannya bisa dimulai.

Baca Juga :  Dilarang Mudik, Seluruh Terminal di Jepara Ditutup

Alasan peleburan sejumlah sekolah dasar itu untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas. Lantaran SD tersebut berada dalam satu lokasi berdekatan. Bahkan tak jarang berada dalam satu kompleks. Antara satu SD dengan SD lainnya memiliki jumlah SDM mulai dari murid hingga tenaga pendidik terbatas. Sehingga terjadi ketimpangan antarSD di lokasi berdekatan.

62 SD itu tersebar hampir seluruh kecamatan di Jepara. Kecuali Nalumsari dan Karimunjawa. Nantinya, 62 SD tersebut bakal dilebur menyisakan 29 SD saja. Ada yang dua SD dilebur jadi satu, ada pula tiga SD dilebur jadi satu. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/