alexametrics
25.5 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Stok Terbatas, Pembelian Minyak Goreng Curah di Jepara Dibatasi

JEPARA – Pembelian minyak goreng curah dibatasi. Sebab, stok terbatas. Para pembeli sempat bingung, karena dijatah hanya empat kilogram.

Jumat (26/3) sekitar pukul 09.30 tampak beberapa warga berdiri di depan Toko Sido Rahayu, Jepara. Laki-laki dan perempuan. Semuanya membawa jeriken kosong. Setelah menunggu, seseorang membawa jeriken keluar dari toko. Sudah berisikan minyak, tapi tidak penuh. Bahkan, tidak sampai separonya. Tampak beberapa pembeli yang bertransaksi juga hanya mendapat ukuran yang sama.

Edy, pemilik toko mengeluhkan keterbatasan stok minyak curah. Belakangan ia kerap ditelepon pelanggannya soal ketersediaan minyak. Pelanggan tokonya mengeluh. Sebagai pemilik toko, ia tidak jarang dimarahi pelanggan. ”Saya bilang belum ada. Belum ada. Dipisuhi (dimarahi) pelanggan terus saya. Padahal (stok) memang tinggal sedikit,” kata Edy.


Purnomo, karyawan toko setempat mengatakan hanya menjual minyak curah secara terbatas. Hanya pelanggan yang sudah terbiasa membeli di toko tersebut yang mendapat jatah. Itu pun pembagiannya hanya empat kilogram minyak. Minyak goreng curah memang ukuran menggunakan kilogram. Bukan liter. Satu kilogram harganya Rp 15.500.

Baca Juga :  Empat Kendaraan Alami Kecelakaan Beruntun di Jepara, Begini Kronologinya

Sementara untuk minyak kemasan tokonya menjatah paket. Satu boks berisi enam bungkus minyak harganya Rp 262 ribu, ditambah harus membeli margarin seharga Rp 5.500.

Meski demikian, antrean pembelian di toko ini, sudah ada selepas subuh. Namun, toko ini tetap buka dan melayani mulai pukul 07.00.

Galih, karyawan toko yang juga ikut membantu memasok minyak mengatakan, tokonya memeroleh minyak goreng curah dari Semarang.

Sementara itu, Fariha, pembeli mengeluhkan dengan keadaan ini. Ia yang juga berprofesi sebagai pedagang kesulitan mendapat minyak. ”Aduuuh… Sudah harus antre, belinya kok masih dibatasi,” keluhnya. (nib/lin)

JEPARA – Pembelian minyak goreng curah dibatasi. Sebab, stok terbatas. Para pembeli sempat bingung, karena dijatah hanya empat kilogram.

Jumat (26/3) sekitar pukul 09.30 tampak beberapa warga berdiri di depan Toko Sido Rahayu, Jepara. Laki-laki dan perempuan. Semuanya membawa jeriken kosong. Setelah menunggu, seseorang membawa jeriken keluar dari toko. Sudah berisikan minyak, tapi tidak penuh. Bahkan, tidak sampai separonya. Tampak beberapa pembeli yang bertransaksi juga hanya mendapat ukuran yang sama.

Edy, pemilik toko mengeluhkan keterbatasan stok minyak curah. Belakangan ia kerap ditelepon pelanggannya soal ketersediaan minyak. Pelanggan tokonya mengeluh. Sebagai pemilik toko, ia tidak jarang dimarahi pelanggan. ”Saya bilang belum ada. Belum ada. Dipisuhi (dimarahi) pelanggan terus saya. Padahal (stok) memang tinggal sedikit,” kata Edy.

Purnomo, karyawan toko setempat mengatakan hanya menjual minyak curah secara terbatas. Hanya pelanggan yang sudah terbiasa membeli di toko tersebut yang mendapat jatah. Itu pun pembagiannya hanya empat kilogram minyak. Minyak goreng curah memang ukuran menggunakan kilogram. Bukan liter. Satu kilogram harganya Rp 15.500.

Baca Juga :  KKN Unisnu Desa Batealit Gelar Festival Seni dan Budaya

Sementara untuk minyak kemasan tokonya menjatah paket. Satu boks berisi enam bungkus minyak harganya Rp 262 ribu, ditambah harus membeli margarin seharga Rp 5.500.

Meski demikian, antrean pembelian di toko ini, sudah ada selepas subuh. Namun, toko ini tetap buka dan melayani mulai pukul 07.00.

Galih, karyawan toko yang juga ikut membantu memasok minyak mengatakan, tokonya memeroleh minyak goreng curah dari Semarang.

Sementara itu, Fariha, pembeli mengeluhkan dengan keadaan ini. Ia yang juga berprofesi sebagai pedagang kesulitan mendapat minyak. ”Aduuuh… Sudah harus antre, belinya kok masih dibatasi,” keluhnya. (nib/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/