alexametrics
30.7 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Sumur Baru Mulai Aktif, Pasokan Air di Kedungmalang Jepara Dikurangi

JEPARA – Hampir dua tahun masyarakat di Desa Kedungamalang, Kecamatan Kedung tidak bisa menikmati akses air. Pasalnya, saluran air dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirto Jungporo Jepara macet. Selama itu, kebutuhan air masyarakat di-dropping menggunakan truk tangki. Namun, setelah aktifnya dua sumur baru akhir tahun lalu, dropping air ke Kedungmalang diklaim mulai berkurang.

Bila sebelumnya dalam sehari bisa enam hingga tujuh tangki ukuran empat ribu liter yang di-dropping, saat ini tersisa dua tangki per harinya. “Sudah berkurang dari sebelumnya,” terang Direktur Administrasi dan Keuangan Perumdam Tirto Jungporo Prabowo.

Dua sumur yang dibangun lokasinya ada di Desa Kerso dan Sowan Lor, Kecamatan Kedung. Masing-masing debit airnya sekitar 15 liter dan 10 liter per detik. Hanya saja, ia mengakui aktifnya dua sumur itu masih belum optimal. Sehingga kebutuhan air masyarakat di Kedungmalang masih dipasok dengan truk tangki.

Baca Juga :  Masih 75 Persen, Rehabilitasi Ponton Karimunjawa dikebut

Ia menjelaskan saat ini pihaknya berupaya terus untuk mengatur manajemen pendistribusian air baku ke Kedungmalang. Oleh sebab itu dirinya menarget distribusi air bersih ke Kedungmalang dengan truk tangki bisa berhenti dalam kurun waktu dua bulan ke depan.

Hingga saat ini, ada 2.659 pelanggan yang aktif. Sementara masyarakat paling terdampak saluran macet itu ada di RT 3 dan RT 4 Desa Kedungmalang. Kebutuhan air bersih masyarakat Kedungmalang bergantung dengan saluran Perumdam Jepara. Sebagian masyarakat juga ada yang mencukupi kebutuhan airnya dengan sumur bor.

Namun, airnya itu hanya dipakai untuk kegiatan bersih-bersih. Tidak untuk konsumsi. Padahal, untuk membuat sumur bor, cukup menggali dengan kedalaman semeter, air sudah menyembur. Hanya saja air sumur di sana berasa payau. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Hampir dua tahun masyarakat di Desa Kedungamalang, Kecamatan Kedung tidak bisa menikmati akses air. Pasalnya, saluran air dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirto Jungporo Jepara macet. Selama itu, kebutuhan air masyarakat di-dropping menggunakan truk tangki. Namun, setelah aktifnya dua sumur baru akhir tahun lalu, dropping air ke Kedungmalang diklaim mulai berkurang.

Bila sebelumnya dalam sehari bisa enam hingga tujuh tangki ukuran empat ribu liter yang di-dropping, saat ini tersisa dua tangki per harinya. “Sudah berkurang dari sebelumnya,” terang Direktur Administrasi dan Keuangan Perumdam Tirto Jungporo Prabowo.

Dua sumur yang dibangun lokasinya ada di Desa Kerso dan Sowan Lor, Kecamatan Kedung. Masing-masing debit airnya sekitar 15 liter dan 10 liter per detik. Hanya saja, ia mengakui aktifnya dua sumur itu masih belum optimal. Sehingga kebutuhan air masyarakat di Kedungmalang masih dipasok dengan truk tangki.

Baca Juga :  Jelang Perayaan Imlek di Jepara: Bedakan Abu Sembahyang dan Antar Sungai

Ia menjelaskan saat ini pihaknya berupaya terus untuk mengatur manajemen pendistribusian air baku ke Kedungmalang. Oleh sebab itu dirinya menarget distribusi air bersih ke Kedungmalang dengan truk tangki bisa berhenti dalam kurun waktu dua bulan ke depan.

Hingga saat ini, ada 2.659 pelanggan yang aktif. Sementara masyarakat paling terdampak saluran macet itu ada di RT 3 dan RT 4 Desa Kedungmalang. Kebutuhan air bersih masyarakat Kedungmalang bergantung dengan saluran Perumdam Jepara. Sebagian masyarakat juga ada yang mencukupi kebutuhan airnya dengan sumur bor.

Namun, airnya itu hanya dipakai untuk kegiatan bersih-bersih. Tidak untuk konsumsi. Padahal, untuk membuat sumur bor, cukup menggali dengan kedalaman semeter, air sudah menyembur. Hanya saja air sumur di sana berasa payau. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/