alexametrics
23.5 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Sempat Turun Akibat Pandemi, Kunjungan Perpusatakaan Kini Kembali Stabil

KUDUS – Selama pandemi Covid-19 berlangsung, jumlah pengunjung layanan perpustakaan di Jepara mengalami penurunan hingga 75 persen pada 2020. Namun, penurunan jumlah pengunjung tersebut tidak berlarut-larut. Terbukti tahun kemarin pengunjung layanan Perpusda Jepara kembali meningkat. Yakni sebesar 17 persen.

jumlah pengunjung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Jepara pada 2019 mencapai 86.103 orang. Pada 2020, turun. Menjaring sekitar 20.965 orang. Lalu bertambah sekitar 4.341 orang pengunjung pada tahun lalu. Sehingga terdapat 25.306 pengunjung yang mengakses layanan Perpusda.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Mudrikatun dalam seminar perpustakaan yang diselenggarakan oleh Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Daerah Kabupaten Jepara  kemarin. Temanya “Ngopi” Ngobrol Pintar Literasi Tingkatkan Minat Baca di Era Pandemi. Dalam kegiatan itu, sebagai narasumbernya adalah Hesti Nugroho, Bunda Baca, Kepala Diskarpus Kabupaten Jepara Umar Chotob, dan juga Muhammad Hasan (Den Hasan), Ketua Forum TBM Jepara.

Baca Juga :  Nelayan Jepara Terima Bantuan Mesin Kapal Senilai Rp 342 Juta

Ia menjelaskan keberadaan perpustakaan penting dalam mendorong tingkat budaya literasi masyarakat. Namun perpustakaan harus bisa bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi. Agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebab itu, Perpusda Jepara juga berbenah dalam melayani masyarakat. Saat ini Perpusda Jepara memiliki koleksi sekitar 86 ribu bacaan. Koleksi yang tersimpan di Perpusda Jepara sekitar 45 ribu. Sisanya tersebar di berbagai titik di wilayah Jepara. Mulai warung baca yang ada di alun-alun hingga pojok baca yang terdapat di Mal Pelayanan Publik.

Tahun Diskarpus Jepara berencana membentuk ”Semakin tinggi minat baca seseorang maka akan semakin luas wawasannya dan akan mampu berpikir kritis. Semakin kompeten tingkat literasi seseorang, maka akan mampu menyikapi informasi secara benar dan tidak akan mudah diperdaya oleh hoaks,” terang Mudrikatun. (war)

 






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

KUDUS – Selama pandemi Covid-19 berlangsung, jumlah pengunjung layanan perpustakaan di Jepara mengalami penurunan hingga 75 persen pada 2020. Namun, penurunan jumlah pengunjung tersebut tidak berlarut-larut. Terbukti tahun kemarin pengunjung layanan Perpusda Jepara kembali meningkat. Yakni sebesar 17 persen.

jumlah pengunjung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Jepara pada 2019 mencapai 86.103 orang. Pada 2020, turun. Menjaring sekitar 20.965 orang. Lalu bertambah sekitar 4.341 orang pengunjung pada tahun lalu. Sehingga terdapat 25.306 pengunjung yang mengakses layanan Perpusda.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Mudrikatun dalam seminar perpustakaan yang diselenggarakan oleh Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Daerah Kabupaten Jepara  kemarin. Temanya “Ngopi” Ngobrol Pintar Literasi Tingkatkan Minat Baca di Era Pandemi. Dalam kegiatan itu, sebagai narasumbernya adalah Hesti Nugroho, Bunda Baca, Kepala Diskarpus Kabupaten Jepara Umar Chotob, dan juga Muhammad Hasan (Den Hasan), Ketua Forum TBM Jepara.

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, Gudang Kosong di Jepara Terbakar

Ia menjelaskan keberadaan perpustakaan penting dalam mendorong tingkat budaya literasi masyarakat. Namun perpustakaan harus bisa bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi. Agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebab itu, Perpusda Jepara juga berbenah dalam melayani masyarakat. Saat ini Perpusda Jepara memiliki koleksi sekitar 86 ribu bacaan. Koleksi yang tersimpan di Perpusda Jepara sekitar 45 ribu. Sisanya tersebar di berbagai titik di wilayah Jepara. Mulai warung baca yang ada di alun-alun hingga pojok baca yang terdapat di Mal Pelayanan Publik.

Tahun Diskarpus Jepara berencana membentuk ”Semakin tinggi minat baca seseorang maka akan semakin luas wawasannya dan akan mampu berpikir kritis. Semakin kompeten tingkat literasi seseorang, maka akan mampu menyikapi informasi secara benar dan tidak akan mudah diperdaya oleh hoaks,” terang Mudrikatun. (war)

 






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/