alexametrics
25.2 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Operasi Pasar, Pemkab Jepara Siapkan Lebih dari 8.000 Liter Minyak Goreng

JEPARA – Kelangkaan minyak goreng yang telah terjadi sejak awal tahun ini, masih berlangsung hingga saat ini. Termasuk di Jepara. Padahal, kebijakan satu harga juga telah diteken. Untuk mengatasi itu, pemerintah kabupaten (pemkab) saat ini menyiapkan 8.796 liter yang minyak goreng yang akan didistribusikan ke masyarakat.

Minyak goreng itu, merupakan pasokan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Rencananya, akan didistribusikan ke pasar-pasar yang dikelola Pemkab Jepara bersamaan dengan kegiatan operasi pasar. ”Sudah dijadwalkan. Sudah dilaporkan ke bupati juga. Ada kegiatan operasi pasar dan diikuti penjualan minyak goreng. Rencananya pekan depan,” terang Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Siti Nurjanah kemarin.

Nantinya, minyak goreng itu akan dijual sesuai harga yang berlaku saat ini. Yakni Rp 14 ribu per liter. Masing-masing pasar dijatah sekitar 750 liter.

Baca Juga :  Terkendala Akses Aplikasi, Pengajuan Dana Desa di Jepara Ngadat

Terkait pembeliannya, masyarakat hanya diperkenankan membeli maksimal 2 liter. Untuk itu, nantinya teknis penjualan yang menjadi wewenang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kabupaten Jepara akan mengidentifikasi tiap pembelian. Untuk mengantisipasi monopoli pembelian. ”Beli satu boleh. Tapi maksimal dua. Tidak boleh lebih,” jelas Siti Nurjanah.

Siti mengaku, ia turut merasakan dampak kelangkaan minyak goreng. Sehingga setiap kali membeli minyak goreng, ia harus menghemat penggunaannya. Bahkan, ia sempat mencari minyak goreng di salah satu swalayan di Jepara hingga dua kali. Namun, hasilnya nihil. (lin)

 






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Kelangkaan minyak goreng yang telah terjadi sejak awal tahun ini, masih berlangsung hingga saat ini. Termasuk di Jepara. Padahal, kebijakan satu harga juga telah diteken. Untuk mengatasi itu, pemerintah kabupaten (pemkab) saat ini menyiapkan 8.796 liter yang minyak goreng yang akan didistribusikan ke masyarakat.

Minyak goreng itu, merupakan pasokan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Rencananya, akan didistribusikan ke pasar-pasar yang dikelola Pemkab Jepara bersamaan dengan kegiatan operasi pasar. ”Sudah dijadwalkan. Sudah dilaporkan ke bupati juga. Ada kegiatan operasi pasar dan diikuti penjualan minyak goreng. Rencananya pekan depan,” terang Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Siti Nurjanah kemarin.

Nantinya, minyak goreng itu akan dijual sesuai harga yang berlaku saat ini. Yakni Rp 14 ribu per liter. Masing-masing pasar dijatah sekitar 750 liter.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Angin Puting Beliung Terjang Dua Desa di Jepara

Terkait pembeliannya, masyarakat hanya diperkenankan membeli maksimal 2 liter. Untuk itu, nantinya teknis penjualan yang menjadi wewenang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kabupaten Jepara akan mengidentifikasi tiap pembelian. Untuk mengantisipasi monopoli pembelian. ”Beli satu boleh. Tapi maksimal dua. Tidak boleh lebih,” jelas Siti Nurjanah.

Siti mengaku, ia turut merasakan dampak kelangkaan minyak goreng. Sehingga setiap kali membeli minyak goreng, ia harus menghemat penggunaannya. Bahkan, ia sempat mencari minyak goreng di salah satu swalayan di Jepara hingga dua kali. Namun, hasilnya nihil. (lin)

 






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/