alexametrics
31.1 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Data Vaksin Berisi KK dan KTP di Jepara Tercecer, Kok Bisa?

JEPARA – Sebanyak 84 bundel data peserta vaksin tercecer di Pendapa Kabupaten Jepara kemarin. Bundel tersebut berisi kopian Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Vaksin, dan Kartu Pelayanan. Tersebarnya data ini rawan tindak kejahatan karena bisa disalahgunakan seperti pinjaman online.

Dari pantauan wartawan koran ini kemarin sore (23/12), data tersebut tercecer di pojok pangung gamelan Pendapa. Tampak tumpukan data bertuliskan KTP, KK, dan kartu vaksin. Wartawan ikut memeriksa isi bundelan tersebut, tampak beragam identitas termasuk KTP dari berbagai kecamatan. Diantaranya Tahunan, Mlonggo, Batealit, Jepara, Bangsri.

Selain kopian identitas, terdapat kopian kertas dengan logo Germas. Kebanyakan dari bundelan tersebut sudah berdebu.  Satu bundle yang terstaples berisi minimal tiga kopian, berikut kopian KTP didalamnya.


Terkait hal ini Kepala DKK Jepara Mudrikatun tidak mengetahui hal tersebut. Pihaknya langsung menugaskan kepada Kepala Bidang terkait untuk segera mengamankan data yang tercecer.

Baca Juga :  TMMD Sengkuyung di Jepara bakal Rehab RTLH hingga Beri Wawasan Kebangsaan

Saat tulisan ini dibuat, wartawan telah menghubungi Kepala Bidang Penyakit Menular dr. Eko namun belum ada respon.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, Wahyanto menyayangkan tercecernya data tersebut. Dihubungi melalui WhatsApp, beliau menyatakan data tersebut sangat vital dan rawan disalahgunakan.

“Dokumen pribadi seperti KTP, KK, Akta adalah dokumen yang harus dilindungi karena memuat data pribadi seseorang,” jelasnya.

Ia mencontohkan, data tersebut rawan disalahgunakan termasuk peminjaman online yang sedang marak.

“Jika dokumen demikian jatuh ke tangan orang tidak bertanggung jawab, maka bisa digunakan untuk tujuan tidak baik. Contoh kecil adalah KTP, NIK di KTP bisa digunakan untuk membeli kartu perdana telepon seluler yang bila telepon tersebut digunakan untuk kejahatan, maka yang terkena pendaftar nomor tersebut. Belum lagi sekarang yang lagi marak adalah pinjaman online,” ungkapnya. (nib/him)

JEPARA – Sebanyak 84 bundel data peserta vaksin tercecer di Pendapa Kabupaten Jepara kemarin. Bundel tersebut berisi kopian Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Vaksin, dan Kartu Pelayanan. Tersebarnya data ini rawan tindak kejahatan karena bisa disalahgunakan seperti pinjaman online.

Dari pantauan wartawan koran ini kemarin sore (23/12), data tersebut tercecer di pojok pangung gamelan Pendapa. Tampak tumpukan data bertuliskan KTP, KK, dan kartu vaksin. Wartawan ikut memeriksa isi bundelan tersebut, tampak beragam identitas termasuk KTP dari berbagai kecamatan. Diantaranya Tahunan, Mlonggo, Batealit, Jepara, Bangsri.

Selain kopian identitas, terdapat kopian kertas dengan logo Germas. Kebanyakan dari bundelan tersebut sudah berdebu.  Satu bundle yang terstaples berisi minimal tiga kopian, berikut kopian KTP didalamnya.

Terkait hal ini Kepala DKK Jepara Mudrikatun tidak mengetahui hal tersebut. Pihaknya langsung menugaskan kepada Kepala Bidang terkait untuk segera mengamankan data yang tercecer.

Baca Juga :  Dikeluhkan Warga, 90 Persen Tambak Udang di Karimunjawa Tak Berizin

Saat tulisan ini dibuat, wartawan telah menghubungi Kepala Bidang Penyakit Menular dr. Eko namun belum ada respon.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, Wahyanto menyayangkan tercecernya data tersebut. Dihubungi melalui WhatsApp, beliau menyatakan data tersebut sangat vital dan rawan disalahgunakan.

“Dokumen pribadi seperti KTP, KK, Akta adalah dokumen yang harus dilindungi karena memuat data pribadi seseorang,” jelasnya.

Ia mencontohkan, data tersebut rawan disalahgunakan termasuk peminjaman online yang sedang marak.

“Jika dokumen demikian jatuh ke tangan orang tidak bertanggung jawab, maka bisa digunakan untuk tujuan tidak baik. Contoh kecil adalah KTP, NIK di KTP bisa digunakan untuk membeli kartu perdana telepon seluler yang bila telepon tersebut digunakan untuk kejahatan, maka yang terkena pendaftar nomor tersebut. Belum lagi sekarang yang lagi marak adalah pinjaman online,” ungkapnya. (nib/him)


Most Read

Artikel Terbaru

/