28 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Dinilai Kondusif selama Pilkades, Tiga Desa di Jepara Berhasil Keluar dari Zona Merah, Mana saja?

JEPARA – Tiga desa yang sempat dipetakan rawan dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa (pilkades) dinilai telah berhasil menjaga kondusifitas. Ketiganya berhasil keluar dari zona merah tingkat kerawanan. Komunikasi mulai digarap intens antarwilayah yang dinilai rawan. Untuk mempersiapkan suasana Pemilihan Umum 2024 yang aman dan tertib.

Tiga desa yang dinilai rawan tersebut di antaranya Desa Dongos, Kedung; Desa Mayong Lor, Mayong; dan Desa Bumiharjo. Oleh Pemerintah Kabupaten Jepara, tiga daerah tersebut ditandai merah saat pemilihan petinggi berlangsung belum lama ini.

Edy Sujatmiko, Sekda Jepara juga mengapresiasi Kecamatan Kedung yang telah berhasil menyelenggarakan Pilkades atau pemilihan petinggi (pilpet) dengan kondusif. “Kecamatan Kedung sukses menyelenggarakan pilpet dengan aman dan kondusif, terlihat saat pilpet tidak terjadi konflik antarmasyarakat,” kata Edy dalam acara Rapat Koordinasi Forkopimda Kabupaten Jepara dengan Unsur Masyarakat di Pendapa Kecamatan Kedung (23/11).


Pihaknya juga meminta agar masyarakat dapat menjaga ketentraman jelang tahun politik 2024. “Partai bukan tujuan utama melainkan memilih pemimpin yang baik dan dapat mengayomi, mensejahterakan masyarakat,” kata Edy.

Baca Juga :  Pengelola RM Bambu Wulung Bantah Pembacokan di Jepara Bermula dari Dangdutan di Tempatnya

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jepara Lukito Sudi Asmara juga mengapresiasi ketiga daerah rawan yang telah berhasil menjaga keamanan dan ketertiban saat pilpet. Komunikasi intens melalui forum seperti ini juga dimulai untuk persiapan 2024.

“Keamanan pilpet itu yang memang sulit. Beda dengan pemilihan presiden dan legislatif. Tapi kita sudah membuktikan, dari uji coba kemarin kita bisa membuktikan kalau ke depannya Pemilu 2024 bisa lancar dan damai,” jelasnya.

Ia juga berpesan, jangan sampai satu hari dalam pemilu bisa terjadi sesuatu yang merugikan ketentraman masyarakat. “Kita harus berjuang melawan orang-orang yang mau memecah belah kita. Kalau ada gerakan yang bisa buat gesekan dan kerusuhan, akan berdampak. Ini harus kita hindari,” jelas Lukito. (nib/war)






Reporter: Nibros Hassani

JEPARA – Tiga desa yang sempat dipetakan rawan dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa (pilkades) dinilai telah berhasil menjaga kondusifitas. Ketiganya berhasil keluar dari zona merah tingkat kerawanan. Komunikasi mulai digarap intens antarwilayah yang dinilai rawan. Untuk mempersiapkan suasana Pemilihan Umum 2024 yang aman dan tertib.

Tiga desa yang dinilai rawan tersebut di antaranya Desa Dongos, Kedung; Desa Mayong Lor, Mayong; dan Desa Bumiharjo. Oleh Pemerintah Kabupaten Jepara, tiga daerah tersebut ditandai merah saat pemilihan petinggi berlangsung belum lama ini.

Edy Sujatmiko, Sekda Jepara juga mengapresiasi Kecamatan Kedung yang telah berhasil menyelenggarakan Pilkades atau pemilihan petinggi (pilpet) dengan kondusif. “Kecamatan Kedung sukses menyelenggarakan pilpet dengan aman dan kondusif, terlihat saat pilpet tidak terjadi konflik antarmasyarakat,” kata Edy dalam acara Rapat Koordinasi Forkopimda Kabupaten Jepara dengan Unsur Masyarakat di Pendapa Kecamatan Kedung (23/11).

Pihaknya juga meminta agar masyarakat dapat menjaga ketentraman jelang tahun politik 2024. “Partai bukan tujuan utama melainkan memilih pemimpin yang baik dan dapat mengayomi, mensejahterakan masyarakat,” kata Edy.

Baca Juga :  Mobil Ditabrak Kereta di Grobogan, 4 Warga Batealit Jepara Jadi Korban, 1 Tewas, Ini Identitasnya

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jepara Lukito Sudi Asmara juga mengapresiasi ketiga daerah rawan yang telah berhasil menjaga keamanan dan ketertiban saat pilpet. Komunikasi intens melalui forum seperti ini juga dimulai untuk persiapan 2024.

“Keamanan pilpet itu yang memang sulit. Beda dengan pemilihan presiden dan legislatif. Tapi kita sudah membuktikan, dari uji coba kemarin kita bisa membuktikan kalau ke depannya Pemilu 2024 bisa lancar dan damai,” jelasnya.

Ia juga berpesan, jangan sampai satu hari dalam pemilu bisa terjadi sesuatu yang merugikan ketentraman masyarakat. “Kita harus berjuang melawan orang-orang yang mau memecah belah kita. Kalau ada gerakan yang bisa buat gesekan dan kerusuhan, akan berdampak. Ini harus kita hindari,” jelas Lukito. (nib/war)






Reporter: Nibros Hassani

Most Read

Artikel Terbaru

/