alexametrics
30.3 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Sekolah Nekat Tetap PTM di Jepara akan Diperingatkan

JEPARA – Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Jepara dihentikan sementara sejak kemarin. Menyusul ditemukannya klaster penularan Covid-19 di sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Rengging, Pecangaan, baru-baru ini. Bila masih ditemukan sekolah nekat menggelar PTM, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Jepara tak segan memberi peringatan tegas ke sekolah itu.

Kepala Disdikpora Jepara Agus Tri Harjono kemarin menuturkan, kebijakan penghentian PTM itu ditetapkan mulai kemarin dan disampaikan ke sekolah-sekolah sehari sebelumnya. ”Sosialisasi tidak mepet. Karena saat ini sudah era digital,” tegasnya.

Kebijakan penghentian PTM sementara itu, menurutnya demi mengamankan masyarakat, terutama para siswa dari Covid-19. Selama dihentikan, pihaknya dan pihak terkait lain akan terus mengevaluasi PTM yang telah berlangsung sekitar empat pekan.


Sebelumnya diberitakan, Bupati Jepara Dian Kristiandi memutuskan, per kemarin menghentikan sementara kegiatan PTM di Kota Ukir untuk semua jenjang. Mulai PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Menyusul ditemukan klaster sekolah di MTs yang ada di Desa Rengging, Pecangaan. Tercatat ada 25 siswa dan tiga guru yang terpapar Covid-19 di MTs tersebut.

Baca Juga :  Bupati Pati Wacanakan Pembelajaran Tatap Muka di Semua Sekolah, Asalkan….

Kasus ini diketahui sekitar 16 dan 17 September lalu. Saat itu, sekitar 50 siswa kelas VII sekolah itu, rencananya akan menjalani vaksinasi Covid-19 guna menunjang persiapan PTM di Jepara. Namun, saat proses screening sebelum vaksinasi, beberapa siswa ada yang bergejala Covid-19.

Ada 24 siswa tak lolos skrining. Mereka dites swab. Hasilnya 11 anak terkonfirmasi positif. Dengan hasil itu, siswa lain di kelas VII yang kontak erat turut di-tracing. Begitu pula para guru. Hasilnya, ada tambahan 14 siswa dan tiga guru yang positif Covid-19.

Hingga saat ini, para siswa dan guru itu menjalani isolasi mandiri. Kondisinya stabil dan tanpa gejala. Setiap hari kondisi mereka dipanatu Satgas Covid-19 di daerah mereka masing-masing.

Kegiatan belajar mengajajar sementara waktu dialihkan lewat pembelajaran dalam jaringan (daring). Belum bisa dipastikan hingga kapan kegiatan PTM di Bumi Kartini dihentikan. Keputusannya melihat hasil evaluasi kegiatan PTM yang telah berjalan beberapa pekan terakhir. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Jepara dihentikan sementara sejak kemarin. Menyusul ditemukannya klaster penularan Covid-19 di sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Rengging, Pecangaan, baru-baru ini. Bila masih ditemukan sekolah nekat menggelar PTM, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Jepara tak segan memberi peringatan tegas ke sekolah itu.

Kepala Disdikpora Jepara Agus Tri Harjono kemarin menuturkan, kebijakan penghentian PTM itu ditetapkan mulai kemarin dan disampaikan ke sekolah-sekolah sehari sebelumnya. ”Sosialisasi tidak mepet. Karena saat ini sudah era digital,” tegasnya.

Kebijakan penghentian PTM sementara itu, menurutnya demi mengamankan masyarakat, terutama para siswa dari Covid-19. Selama dihentikan, pihaknya dan pihak terkait lain akan terus mengevaluasi PTM yang telah berlangsung sekitar empat pekan.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Jepara Dian Kristiandi memutuskan, per kemarin menghentikan sementara kegiatan PTM di Kota Ukir untuk semua jenjang. Mulai PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Menyusul ditemukan klaster sekolah di MTs yang ada di Desa Rengging, Pecangaan. Tercatat ada 25 siswa dan tiga guru yang terpapar Covid-19 di MTs tersebut.

Baca Juga :  PTM di Sebagian Besar Sekolah di Kudus Terapkan Sistem Sif

Kasus ini diketahui sekitar 16 dan 17 September lalu. Saat itu, sekitar 50 siswa kelas VII sekolah itu, rencananya akan menjalani vaksinasi Covid-19 guna menunjang persiapan PTM di Jepara. Namun, saat proses screening sebelum vaksinasi, beberapa siswa ada yang bergejala Covid-19.

Ada 24 siswa tak lolos skrining. Mereka dites swab. Hasilnya 11 anak terkonfirmasi positif. Dengan hasil itu, siswa lain di kelas VII yang kontak erat turut di-tracing. Begitu pula para guru. Hasilnya, ada tambahan 14 siswa dan tiga guru yang positif Covid-19.

Hingga saat ini, para siswa dan guru itu menjalani isolasi mandiri. Kondisinya stabil dan tanpa gejala. Setiap hari kondisi mereka dipanatu Satgas Covid-19 di daerah mereka masing-masing.

Kegiatan belajar mengajajar sementara waktu dialihkan lewat pembelajaran dalam jaringan (daring). Belum bisa dipastikan hingga kapan kegiatan PTM di Bumi Kartini dihentikan. Keputusannya melihat hasil evaluasi kegiatan PTM yang telah berjalan beberapa pekan terakhir. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/