alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Pendaftaran Penghuni Flat Pulodarat Mulai Dibuka

PECANGAAN, – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Jepara mulai membuka pendaftaran penghuni rumah susun sewa (rusunawa) atau flat di Pulodarat, Pecangaan. Pendaftarannya dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan gaji rata-rata maksimal Rp 2,5 juta per bulan.

Kepala Disperkim Kabupaten Jepara Hartaya menyatakan pendaftaran penghuni itu sebagai syarat penyerahan aset dari pemerintah pusat ke Kabupaten Jepara. ”Sehingga nanti saat diserahkan. Sudah ada calon penghuninya,” ungkapnya.

Meski telah dibuka pendaftaran, hunian di Rusunawa Pulodarat baru bisa dipakai setelah diserahkan ke Pemkab Jepara. Selain itu, tarif sewanya saat ini masih dalam pembahasan. ”Nanti diatur dalam peraturan dearah (Perda). Saat ini masih dibahas DPRD Jepara,” ujar Kasi Pengembangan Perumahan Disperkim Jepara Agus Hariyanto.


Syarat menjadi penghuni di Rusunawa Pulodarat adalah penduduk Jepara. Syarat lainnya telah berkeluarga dengan penghasilan maksimalnya Rp 2,5 juta. Dan yang utama pendaftar belum memiliki rumah.

Baca Juga :  Polres Jepara Tetapkan Penjual Miras Maut Sebagai Tersangka

Spesisifikasi Rusunawa Pulodarat terdiri dari tiga lantai. Terdapat 44 unit rumah tipe 36. Ada dua kamar tidur, satu kamar mandi. Adapula dapur dan ruang tamunya. Selain itu, para penghuni juga disediakan fasilitas mebeler lengkap. Mulai dari tempat tidur hingga lemari.

Dari pantauan di lokasi kemarin, terdapat tiga orang pekerja mengecat beberapa titik rusunawa. Bangunan yang didominasi warna kuning dan orange itu dikelilingi pagar. Akses jalannya telah terpaving dan sudah diberi lampu penerangan. Agus Hariyanto menyatakan bangunan tersebut telah rampung. Namun, untuk fasilitas mebelernya dipasang menyusul.

Pembangunan rusunawa tersebut telah dimulai sekitar September tahun lalu. Itu proyek dari Kementerian PUPR RI. Anggarannya bersumber dari APBN sebesar Rp 16,9 miliar.

Selain diperuntukkan untuk pekerja MBR dengan sistem sewa, rusunawa itu dibangun tujuannya untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan industri Jepara. Dari Pecangaan hingga Mayong. (rom/zen)

PECANGAAN, – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Jepara mulai membuka pendaftaran penghuni rumah susun sewa (rusunawa) atau flat di Pulodarat, Pecangaan. Pendaftarannya dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan gaji rata-rata maksimal Rp 2,5 juta per bulan.

Kepala Disperkim Kabupaten Jepara Hartaya menyatakan pendaftaran penghuni itu sebagai syarat penyerahan aset dari pemerintah pusat ke Kabupaten Jepara. ”Sehingga nanti saat diserahkan. Sudah ada calon penghuninya,” ungkapnya.

Meski telah dibuka pendaftaran, hunian di Rusunawa Pulodarat baru bisa dipakai setelah diserahkan ke Pemkab Jepara. Selain itu, tarif sewanya saat ini masih dalam pembahasan. ”Nanti diatur dalam peraturan dearah (Perda). Saat ini masih dibahas DPRD Jepara,” ujar Kasi Pengembangan Perumahan Disperkim Jepara Agus Hariyanto.

Syarat menjadi penghuni di Rusunawa Pulodarat adalah penduduk Jepara. Syarat lainnya telah berkeluarga dengan penghasilan maksimalnya Rp 2,5 juta. Dan yang utama pendaftar belum memiliki rumah.

Baca Juga :  Tindak Lanjuti Pengajuan Ranperda dari Bupati, Dewan Bentuk 4 Pansus

Spesisifikasi Rusunawa Pulodarat terdiri dari tiga lantai. Terdapat 44 unit rumah tipe 36. Ada dua kamar tidur, satu kamar mandi. Adapula dapur dan ruang tamunya. Selain itu, para penghuni juga disediakan fasilitas mebeler lengkap. Mulai dari tempat tidur hingga lemari.

Dari pantauan di lokasi kemarin, terdapat tiga orang pekerja mengecat beberapa titik rusunawa. Bangunan yang didominasi warna kuning dan orange itu dikelilingi pagar. Akses jalannya telah terpaving dan sudah diberi lampu penerangan. Agus Hariyanto menyatakan bangunan tersebut telah rampung. Namun, untuk fasilitas mebelernya dipasang menyusul.

Pembangunan rusunawa tersebut telah dimulai sekitar September tahun lalu. Itu proyek dari Kementerian PUPR RI. Anggarannya bersumber dari APBN sebesar Rp 16,9 miliar.

Selain diperuntukkan untuk pekerja MBR dengan sistem sewa, rusunawa itu dibangun tujuannya untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan industri Jepara. Dari Pecangaan hingga Mayong. (rom/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/