alexametrics
25.4 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

Triwulan I, PAD Jepara Raup Rp 368 Juta dari Pariwisata

JEPARA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari penarikan retribusi masuk tempat pariwisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Jepara triwulan pertama tahun ini sudah mencapai delapan persen dari total target. Atau sebesar Rp 368 juta dari total target sebesar Rp 4,362 miliar.

Perkembangan tersebut menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza melalui Kabid Destinasi Wisata Nur Zuhruf lebih baik dibanding tahun kemarin. Pasalnya, tahun kemarin hingga akhir tahun hanya terealisasi sekitar 50 persen. Atau sekitar Rp 500 juta dari total target sebesar Rp 998 juta.

Padahal, saat itu targetnya pun diturunkan. Semula targetnya Rp 4,125 miliar. Pengurangan target itu dilatarbelakangi lesunya pendapatan daerah dari sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19.


“Dibandingkan tahun 2021, jelas bagus ini progesnya. Masih ada sepekan lagi. Kemungkinan bisa menyentuh angka Rp 400 jutaan,” terang Nur Zuhruf kemarin.

Baca Juga :  Dinas Pastikan Tidak Ada Pekerja di Bawah Umur pada Sektor Industri

Dirinya menjelaskan kendala di tahun kemarin adalah banyaknya tempat pariwisata yang tutup. Sehingga, tidak ada satupun pengunjung yang bisa ditarik retribusi. Berbeda dengan tahun ini mulai banyak destinasi wisata yang buka. Meskipun dengan pembatasan.

Oleh sebab itu dirinya berharap agar destinasi wisata tahun ini masih bisa dibuka. Terutama saat pekan Syawalan di momen Idulfitri tahun ini. Pasalnya, saat momen tersebut seluruh destinasi pariwisata yang dikelola Pemkab Jepara menarik retribusi pengunjung sepekan penuh.

Sementara di hari biasa, penarikan retribusi hanya dilakukan tiap Sabtu dan Minggu. Hari lainnya pengunjung gratis masuk. “Harapannya untuk tahun ini pekan Syawalan bisa buka penuh. Walaupun dengan pembatasan masih bisa buka,” ungkap Nur Zuhruf. (rom/war)

 






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari penarikan retribusi masuk tempat pariwisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Jepara triwulan pertama tahun ini sudah mencapai delapan persen dari total target. Atau sebesar Rp 368 juta dari total target sebesar Rp 4,362 miliar.

Perkembangan tersebut menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza melalui Kabid Destinasi Wisata Nur Zuhruf lebih baik dibanding tahun kemarin. Pasalnya, tahun kemarin hingga akhir tahun hanya terealisasi sekitar 50 persen. Atau sekitar Rp 500 juta dari total target sebesar Rp 998 juta.

Padahal, saat itu targetnya pun diturunkan. Semula targetnya Rp 4,125 miliar. Pengurangan target itu dilatarbelakangi lesunya pendapatan daerah dari sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19.

“Dibandingkan tahun 2021, jelas bagus ini progesnya. Masih ada sepekan lagi. Kemungkinan bisa menyentuh angka Rp 400 jutaan,” terang Nur Zuhruf kemarin.

Baca Juga :  DLH Jepara Jadikan Desa Keling sebagai Desa Mandiri Sampah

Dirinya menjelaskan kendala di tahun kemarin adalah banyaknya tempat pariwisata yang tutup. Sehingga, tidak ada satupun pengunjung yang bisa ditarik retribusi. Berbeda dengan tahun ini mulai banyak destinasi wisata yang buka. Meskipun dengan pembatasan.

Oleh sebab itu dirinya berharap agar destinasi wisata tahun ini masih bisa dibuka. Terutama saat pekan Syawalan di momen Idulfitri tahun ini. Pasalnya, saat momen tersebut seluruh destinasi pariwisata yang dikelola Pemkab Jepara menarik retribusi pengunjung sepekan penuh.

Sementara di hari biasa, penarikan retribusi hanya dilakukan tiap Sabtu dan Minggu. Hari lainnya pengunjung gratis masuk. “Harapannya untuk tahun ini pekan Syawalan bisa buka penuh. Walaupun dengan pembatasan masih bisa buka,” ungkap Nur Zuhruf. (rom/war)

 






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/