27.2 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Tebing Longsor, Akses Jalan Tempur-Damarwulan Sempat Tertutup

JEPARA – Longsor terjadi lagi di Desa Tempur. Kali ini menimpa jalan di 01/RW 02 Dukuh Petung, Desa Tempur menuju Damarwulan pada Selasa (24/1). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun longsor sempat menghalangi akses jalan.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus longsor tersebut diakibatkan oleh hujan deras yang sempat mengguyur Desa Tempur pada (23/01) malam sebelumnya.

Tampak reruntuhan tanah menutupi jalan dan pengendara harus melewati jalan yang berlumpur. Beruntung, reruntuhan tanah tersebut dapat segera dibersihkan.


Bhabinkamtibmas Desa Tempur Dwika menjelaskan, runtuhan tanah ongsor tersebut berkisar 8 meter. “Sudah dibersihkan dan jalan bisa diakses kembali,” jelasnya.

Sementara itu, ada tiga dukuh yang rawan terkena longsor, selain di sepanjang jalan. Dukuh-dukuh tersebut diantaranya Dukuh Miren, Dukuh Glagah, dan Dukuh Petung. Meski begitu, tak menutup kemungkinan juga terjadi di dukuh lain. Apalagi yang diliputi tebing tinggi. Warga masih berhati-hari dan waspada terutama saat hujan deras mengguyur wilayah sekitarnya.

Baca Juga :  Seri Kedua Kejuaran Grasstrack Motocross 2022 Diikuti 165 Crosser

Bhabinsa Desa Tempur Koptu Nono Dwi Riyanto mengatakan saat ini Desa Tempur masih awas terhadap ancaman longsor. Apalagi Desa Tempur dikelilingi tebing tinggi. Termasuk di sepanjang jalan menuju Desa Tempur dari Dukuh Kajang Desa Damarwulan.

Kata Nono Dwi Riyanto, kejadian longsor bisa terjadi di area yang tidak memiliki sistem penanda bencana dini (Early Warning System atau EWS). Ini terjadi belum lama ini. Saat sistem penanda atau EWS berbunyi di Dukuh Miren, warga mulai panik. Tapi nyatanya, longsor terjadi di dukuh lain. (nib)






Reporter: Nibros Hassani

JEPARA – Longsor terjadi lagi di Desa Tempur. Kali ini menimpa jalan di 01/RW 02 Dukuh Petung, Desa Tempur menuju Damarwulan pada Selasa (24/1). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun longsor sempat menghalangi akses jalan.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus longsor tersebut diakibatkan oleh hujan deras yang sempat mengguyur Desa Tempur pada (23/01) malam sebelumnya.

Tampak reruntuhan tanah menutupi jalan dan pengendara harus melewati jalan yang berlumpur. Beruntung, reruntuhan tanah tersebut dapat segera dibersihkan.

Bhabinkamtibmas Desa Tempur Dwika menjelaskan, runtuhan tanah ongsor tersebut berkisar 8 meter. “Sudah dibersihkan dan jalan bisa diakses kembali,” jelasnya.

Sementara itu, ada tiga dukuh yang rawan terkena longsor, selain di sepanjang jalan. Dukuh-dukuh tersebut diantaranya Dukuh Miren, Dukuh Glagah, dan Dukuh Petung. Meski begitu, tak menutup kemungkinan juga terjadi di dukuh lain. Apalagi yang diliputi tebing tinggi. Warga masih berhati-hari dan waspada terutama saat hujan deras mengguyur wilayah sekitarnya.

Baca Juga :  Pengusaha Tambak Menang Perkara, Pemkab Jepara Ajukan PK di Mahkamah Agung

Bhabinsa Desa Tempur Koptu Nono Dwi Riyanto mengatakan saat ini Desa Tempur masih awas terhadap ancaman longsor. Apalagi Desa Tempur dikelilingi tebing tinggi. Termasuk di sepanjang jalan menuju Desa Tempur dari Dukuh Kajang Desa Damarwulan.

Kata Nono Dwi Riyanto, kejadian longsor bisa terjadi di area yang tidak memiliki sistem penanda bencana dini (Early Warning System atau EWS). Ini terjadi belum lama ini. Saat sistem penanda atau EWS berbunyi di Dukuh Miren, warga mulai panik. Tapi nyatanya, longsor terjadi di dukuh lain. (nib)






Reporter: Nibros Hassani

Most Read

Artikel Terbaru