26.4 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Gelar Manaqiban, Pembangunan RSNU Jepara Tinggal Selangkah Lagi

JEPARA – Rencana pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jepara tinggal selangkah lagi. Jika tak ada aral melintang, groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan fasilitas layanan kesehatan yang diproyeksikan menjadi salah satu simbol kebangkitan warga nahdliyin Jepara ini akan dimulai saat puncak Harlah 1 Abad NU pada Jum’at (10/3) mendatang.

Selasa (24/1) sore digelar kegiatan tasyakuran pembelian lahan RSNU Jepara yang berlokasi di Desa Troso Strekan RT 6 RW 10 Kecamatan Pecangaan Jepara.

Tasyakuran yang dilakukan dengan pembacaan manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jailani dihadiri oleh jajaran Syuriah, Tanfidziyah, lembaga, banom, pengurus MWC NU dan berbagai elemen lainnya di Kota Ukir.


Sehari sebelumnya juga sudah dilakukan pembersihan di lahan RSNU Jepara. Alat berat diterjunkan untuk membersihkan semak belukar dan perataan tanah seluas 1,5 hektare ini.

Rais Syuriyah PCNU Jepara KH Khayatun Abdullah Hadziq mengatakan jumlah warga NU di Jepara sekitar 90 persen dari total jumlah penduduk di Kota Ukir. Jumlah yang mayoritas itu mestinya bisa menjadi kekuatan agar warga nahdliyyin bisa mewarnai dalam berbagai sektor kehidupan. Mulai dari ekonomi, pendidikan hingga kesehatan.

Faktanya, ternyata warga NU Jepara memang tertinggal dalam berbagai sektor tersebut. Oleh karena itu, pihaknya berharap momentum 1 Abad NU bisa menjadi awal kebangkitan warga nahdliyin di Jepara.

Baca Juga :  Terkendala Akses Aplikasi, Pengajuan Dana Desa di Jepara Ngadat

“Tekad bulat membangun RSNU Jepara. Seberat apapun, sebanyak apapun nominal yang dibutuhkan tidak akan terasa kalau kita bersatu. NU itu 90% di Jepara, kita pasti bisa,” kata Kiai Khayatun.

Untuk informasi, puncak Harlah Satu Abad NU Jepara digelar pada tanggal 15-17 Sya’ban 1444 H atau Rabu – Jum’at, (8-10/3) yang dipusatkan di lahan pembangunan RSNU Jepara.

Kegiatan yang digelar beragam. Mulai dari bazar UMKM, jalan sehat, donor darah dan pengobatan gratis. Dan puncaknya groundbreaking RSNU Jepara pada Jumat (10/1).

Sementara itu, Mustasyar PCNU Jepara KH Makmun Abdullah Hadziq mengatakan gerakan untuk ikut nyengkuyung pembangunan RSNU Jepara ini harus menjadi kesadaran bersama, mulai dari tingkat kabupaten hingga ranting NU di tiap desa di Jepara.

Pengasuh Ponpes Balekambang Jepara ini optimis dengan semangat berlomba -lomba dalam kebaikan maka pembangunan RSNU Jepara benar-benar bisa direalisasikan.

“Fastabiqul khoirot. Sampean sedoyo sampun ngliler koyo turune Ashabul Kahfi (kalian semua sudah terbangun seperti (dari) tidurnya Ashabul Kahfi. Saya mengimbau keluarga besar NU jangan sampai memalukan. Target dipercepat dua tahun. Jangan menggunakan alon- waton kelakon. Ayo cancut taliwondo. Apapun yg terjadi kita harus bersatu agar RSNU Jepara segera terwujud,” tandas Kiai Makmun. (*)


JEPARA – Rencana pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jepara tinggal selangkah lagi. Jika tak ada aral melintang, groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan fasilitas layanan kesehatan yang diproyeksikan menjadi salah satu simbol kebangkitan warga nahdliyin Jepara ini akan dimulai saat puncak Harlah 1 Abad NU pada Jum’at (10/3) mendatang.

Selasa (24/1) sore digelar kegiatan tasyakuran pembelian lahan RSNU Jepara yang berlokasi di Desa Troso Strekan RT 6 RW 10 Kecamatan Pecangaan Jepara.

Tasyakuran yang dilakukan dengan pembacaan manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jailani dihadiri oleh jajaran Syuriah, Tanfidziyah, lembaga, banom, pengurus MWC NU dan berbagai elemen lainnya di Kota Ukir.

Sehari sebelumnya juga sudah dilakukan pembersihan di lahan RSNU Jepara. Alat berat diterjunkan untuk membersihkan semak belukar dan perataan tanah seluas 1,5 hektare ini.

Rais Syuriyah PCNU Jepara KH Khayatun Abdullah Hadziq mengatakan jumlah warga NU di Jepara sekitar 90 persen dari total jumlah penduduk di Kota Ukir. Jumlah yang mayoritas itu mestinya bisa menjadi kekuatan agar warga nahdliyyin bisa mewarnai dalam berbagai sektor kehidupan. Mulai dari ekonomi, pendidikan hingga kesehatan.

Faktanya, ternyata warga NU Jepara memang tertinggal dalam berbagai sektor tersebut. Oleh karena itu, pihaknya berharap momentum 1 Abad NU bisa menjadi awal kebangkitan warga nahdliyin di Jepara.

Baca Juga :  Jelang Natal, Gereja Injili di Margokerto Jepara Tampilkan Panggung Boneka

“Tekad bulat membangun RSNU Jepara. Seberat apapun, sebanyak apapun nominal yang dibutuhkan tidak akan terasa kalau kita bersatu. NU itu 90% di Jepara, kita pasti bisa,” kata Kiai Khayatun.

Untuk informasi, puncak Harlah Satu Abad NU Jepara digelar pada tanggal 15-17 Sya’ban 1444 H atau Rabu – Jum’at, (8-10/3) yang dipusatkan di lahan pembangunan RSNU Jepara.

Kegiatan yang digelar beragam. Mulai dari bazar UMKM, jalan sehat, donor darah dan pengobatan gratis. Dan puncaknya groundbreaking RSNU Jepara pada Jumat (10/1).

Sementara itu, Mustasyar PCNU Jepara KH Makmun Abdullah Hadziq mengatakan gerakan untuk ikut nyengkuyung pembangunan RSNU Jepara ini harus menjadi kesadaran bersama, mulai dari tingkat kabupaten hingga ranting NU di tiap desa di Jepara.

Pengasuh Ponpes Balekambang Jepara ini optimis dengan semangat berlomba -lomba dalam kebaikan maka pembangunan RSNU Jepara benar-benar bisa direalisasikan.

“Fastabiqul khoirot. Sampean sedoyo sampun ngliler koyo turune Ashabul Kahfi (kalian semua sudah terbangun seperti (dari) tidurnya Ashabul Kahfi. Saya mengimbau keluarga besar NU jangan sampai memalukan. Target dipercepat dua tahun. Jangan menggunakan alon- waton kelakon. Ayo cancut taliwondo. Apapun yg terjadi kita harus bersatu agar RSNU Jepara segera terwujud,” tandas Kiai Makmun. (*)


Most Read

Artikel Terbaru