25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Diamankan Aparat, Pimpinan Khilafatul Muslimin Jepara Ternyata Berprofesi sebagai Guru

JEPARA – Tak hanya jadi pimpinan Khilafatul Muslimin Jepara, Murtadho juga disebut-sebut berprofesi sebagai guru saat pagi hari. Namun, ternyata dia sudah tidak aktif mengajar sejak dua tahun lalu.

Syahdan Hadaitama Hamidi, kepala sekolah tempat Murtadho mengajar memperlihatkan kepada wartawan dokumen resmi pemberhentian pria yang menjadi pentolan kelompok Khilafatul Muslimin itu, sebagai tenaga pendidik. Dalam surat itu, disebutkan bahwa Murtadho nonaktif per 1 Juli 2020. Surat tersebut ditetapkan pada 4 Agustus 2020 oleh Hasan Taufik, kepala madrasah yang bertugas waktu itu. ”Secara riil Murtadho masuk sekolah ini sejak 2019,” terangnya.

Syahad -panggilan akrab Syahdan Hadaitama Hamidi- menjelaskan, saat menjadi tenaga pendidik, Murtadho kerap tidak hadir ke sekolah. Apalagi masuk kelas. Saat hadir, Murtadho kerap terlambat. Tidak mengikuti jadwal sekolah. ”Akhirnya kami beri tugas untuk mengajar mengaji saja, tapi tidak masuk juga,” jelasnya.

Baca Juga :  Proyek Infrastuktur di Jepara Berpacu dengan Cuaca

Saat itu pihak sekolah mengetahui Murtadho kerap ke luar kota. Sibuk dengan kegiatannya hingga meninggalkan tugas sekolah.

Ia mengaku sempat diajak juga oleh Murtadho untuk bergabung dengan kelompoknya. ”Bahasa ajakannya itu, ia diminta oleh pimpinannya sana (Khilafatul Muslimin, Red) untuk mengajak kami ikut semacam majelis ta’lim. Saat itu memang kami diajak diskusi. Namun, kami tidak mau bergabung. Sekolah ini steril dan tidak ada kaitan atau imbasnya yang ditinggalkan oleh Pak Murtadho,” kata Syahad.

Meski begitu, ia mengenal Murtadho sebagai orang yang komunikatif dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Namun, hal ini berbeda dengan keterangan Hamimah, istri Mustadho kepada wartawan. Yang ia tahu, suaminya itu, masih mejadi guru pagi di madrasah tersebut. Murtadho juga diketahui menjadi guru madrasah diniyah pada sore hari. (nib/lin)






Reporter: Nibros Hassani

JEPARA – Tak hanya jadi pimpinan Khilafatul Muslimin Jepara, Murtadho juga disebut-sebut berprofesi sebagai guru saat pagi hari. Namun, ternyata dia sudah tidak aktif mengajar sejak dua tahun lalu.

Syahdan Hadaitama Hamidi, kepala sekolah tempat Murtadho mengajar memperlihatkan kepada wartawan dokumen resmi pemberhentian pria yang menjadi pentolan kelompok Khilafatul Muslimin itu, sebagai tenaga pendidik. Dalam surat itu, disebutkan bahwa Murtadho nonaktif per 1 Juli 2020. Surat tersebut ditetapkan pada 4 Agustus 2020 oleh Hasan Taufik, kepala madrasah yang bertugas waktu itu. ”Secara riil Murtadho masuk sekolah ini sejak 2019,” terangnya.

Syahad -panggilan akrab Syahdan Hadaitama Hamidi- menjelaskan, saat menjadi tenaga pendidik, Murtadho kerap tidak hadir ke sekolah. Apalagi masuk kelas. Saat hadir, Murtadho kerap terlambat. Tidak mengikuti jadwal sekolah. ”Akhirnya kami beri tugas untuk mengajar mengaji saja, tapi tidak masuk juga,” jelasnya.

Baca Juga :  Sekda Jepara Dipecat karena Pelanggaran Disiplin Berat

Saat itu pihak sekolah mengetahui Murtadho kerap ke luar kota. Sibuk dengan kegiatannya hingga meninggalkan tugas sekolah.

Ia mengaku sempat diajak juga oleh Murtadho untuk bergabung dengan kelompoknya. ”Bahasa ajakannya itu, ia diminta oleh pimpinannya sana (Khilafatul Muslimin, Red) untuk mengajak kami ikut semacam majelis ta’lim. Saat itu memang kami diajak diskusi. Namun, kami tidak mau bergabung. Sekolah ini steril dan tidak ada kaitan atau imbasnya yang ditinggalkan oleh Pak Murtadho,” kata Syahad.

Meski begitu, ia mengenal Murtadho sebagai orang yang komunikatif dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Namun, hal ini berbeda dengan keterangan Hamimah, istri Mustadho kepada wartawan. Yang ia tahu, suaminya itu, masih mejadi guru pagi di madrasah tersebut. Murtadho juga diketahui menjadi guru madrasah diniyah pada sore hari. (nib/lin)






Reporter: Nibros Hassani

Most Read

Artikel Terbaru

/