alexametrics
24.1 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Bupati Andi Hentikan Sementara PTM Seluruh Sekolah

JEPARA – Bupati Jepara Dian Kristiandi  bergerak cepat tangani penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan. Hal itu karena munculnya klaster sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan. Pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh Kabupaten Jepara, dihentikan sementara.

Melihat kondisi itu Bupati Jepara Dian Kristiandi menghentikan kegiatan belajar mengajajar sementara waktu. Dialihkan lewat pembelajaran dalam jaringan (daring).  itu berlaku untuk semua jenjang pendidikan. Mulai PAUD, SD dan SMP hingga SMA dihentikan sementara mulia hari ini (23/9).

“Sambil menunggu hasil evaluasi. PTM di seluruh sekolah di Jepara kami hentikan sementara. Kembali ke daring,” kata Andi, sapaan akrab bupati.


Andi bersama Kapolres Jepara AKBP Warsono meninjau di MTs Rengging kemarin siang. Dalam kesempatan itu, Asisten I Sekda Jepara Dwi Riyanto, Kepala Diskominfo Arif Darmawan, dan Camat Pecangaan S. Karnanajeng turut mendampingi.

Bupati memastikan tidak ada aktivitas pembelajaran di MTs Rengging tersebut. Tercatat ada 25 siswa dan tiga guru yang terpapar korona di MTs tersebut.

Diharapkan ini akan menjadi perhatian seluruh sekolah, bahwa Covid-19 masih ada. Meski pemerintah sudah memberikan kelonggaran untuk melaksanakan PTM, namun harus tetap taat protokol kesehatan (prokes).

Baca Juga :  Jaga Kemampuan, Prajurit Kodim Jepara Gelar Latihan Menembak

”Kesehatan siswa yang utama. Kemarin kami beri kelonggaran, ternyata di lapangan perlu penekanan lebih serius lagi kepada sekolah yang melaksanakan PTM. Saya berharap kasus ini menjadi contoh bagi sekolah lain. Agar jangan sampai muncul kluster sekolah baru,” kata Andi.

Kepala MTs tersebut Samudi mengatakan seluruh siswa dan guru yang terpapar Covid-19 di sekolahnya dilaporkan dalam kondisi baik dan tanpa gejala. Saat ini mereka menjalani isolasi mandiri di tempat tinggal masing-masing. Untuk PTM di sekolahnya telah dihentikan. Hanya ada beberapa guru yang jaga di sekolah.

Diberitakan sebelumnya MTs Rengging menjadi klaster Covid-19 saat tengah berlangsung pembelajaran tatap muka (PTM). Ada 25 siswa kelas VII dan tiga orang guru yang terkonfermasi Covid-19.

Kasus itu diketahui baru-baru ini. Saat itu, para siswa di sekolah itu rencananya akan divaksinasi Covid-19 guna menunjang persiapan PTM di Jepara.

”Namun saat proses screening sebelum divaksin, ada anak yang bergejala. Dan di-swab ternyata hasilnya positif,” terang Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jepara Muh. Ali. (zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Bupati Jepara Dian Kristiandi  bergerak cepat tangani penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan. Hal itu karena munculnya klaster sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan. Pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh Kabupaten Jepara, dihentikan sementara.

Melihat kondisi itu Bupati Jepara Dian Kristiandi menghentikan kegiatan belajar mengajajar sementara waktu. Dialihkan lewat pembelajaran dalam jaringan (daring).  itu berlaku untuk semua jenjang pendidikan. Mulai PAUD, SD dan SMP hingga SMA dihentikan sementara mulia hari ini (23/9).

“Sambil menunggu hasil evaluasi. PTM di seluruh sekolah di Jepara kami hentikan sementara. Kembali ke daring,” kata Andi, sapaan akrab bupati.

Andi bersama Kapolres Jepara AKBP Warsono meninjau di MTs Rengging kemarin siang. Dalam kesempatan itu, Asisten I Sekda Jepara Dwi Riyanto, Kepala Diskominfo Arif Darmawan, dan Camat Pecangaan S. Karnanajeng turut mendampingi.

Bupati memastikan tidak ada aktivitas pembelajaran di MTs Rengging tersebut. Tercatat ada 25 siswa dan tiga guru yang terpapar korona di MTs tersebut.

Diharapkan ini akan menjadi perhatian seluruh sekolah, bahwa Covid-19 masih ada. Meski pemerintah sudah memberikan kelonggaran untuk melaksanakan PTM, namun harus tetap taat protokol kesehatan (prokes).

Baca Juga :  Truk Kontainer Muat Mebel Oleng, Jalan Mantingan Jepara Tertutup 10 Jam

”Kesehatan siswa yang utama. Kemarin kami beri kelonggaran, ternyata di lapangan perlu penekanan lebih serius lagi kepada sekolah yang melaksanakan PTM. Saya berharap kasus ini menjadi contoh bagi sekolah lain. Agar jangan sampai muncul kluster sekolah baru,” kata Andi.

Kepala MTs tersebut Samudi mengatakan seluruh siswa dan guru yang terpapar Covid-19 di sekolahnya dilaporkan dalam kondisi baik dan tanpa gejala. Saat ini mereka menjalani isolasi mandiri di tempat tinggal masing-masing. Untuk PTM di sekolahnya telah dihentikan. Hanya ada beberapa guru yang jaga di sekolah.

Diberitakan sebelumnya MTs Rengging menjadi klaster Covid-19 saat tengah berlangsung pembelajaran tatap muka (PTM). Ada 25 siswa kelas VII dan tiga orang guru yang terkonfermasi Covid-19.

Kasus itu diketahui baru-baru ini. Saat itu, para siswa di sekolah itu rencananya akan divaksinasi Covid-19 guna menunjang persiapan PTM di Jepara.

”Namun saat proses screening sebelum divaksin, ada anak yang bergejala. Dan di-swab ternyata hasilnya positif,” terang Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jepara Muh. Ali. (zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/