alexametrics
27.1 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Viral! Anggota DPR RI Abdul Wachid Marahi Kontraktor Proyek Jalan Raguklampitan-Mindahan

JEPARA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Abdul Wachid memarahi rekanan yang mengerjakan proyek Jalan Mindahan-Raguklampitan, Jepara. Proyek itu harusnya selesai pada 28 Juli 202, namun progres pengerjaan baru sekitar 25 persen.

Abdul Wachid yang tak sengaja melintas tiba-tiba menghentikan laju mobilnya saat melihat ada pekerja yang mengerjakan proyek itu. Pria yang juga Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah itu lantas menghampiri pekerja.

Wachid geram karena melihat kondisi pengerjaan jalan yang belum tuntas. Bahkan beda ketinggian permukaan dengan bahu jalan bisa membahayakan pengguna jalan, khususnya pemotor.


“Badan jalan jadi sempit, mudah terjadi kecelakaan, ” jelasnya Sabtu (23/7).

Seharusnya, proyek itu selesai pada 28 Juli 2022. Namun melihat kondisi di lapangan, Wachid yakin proyek senilai Rp 2,5 miliar itu tak bisa selesai tepat waktu.

Baca Juga :  Khatib Jadi Ujung Tombak Tebar Kedamaian

Wachid pun sudah kroscek ke anggota DPRD Jepara. Dari informasi yang ia dapat, rekanan CV Bangun Tata Sarana tiga kali mangkir dari panggilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara.

Wachid meminta agar proyek itu segera diselesaikan. Jika tak kunjung diselesaikan, ia tak segan meminta kapolres dan kejaksaan untuk memeriksa rekanan tersebut.

JEPARA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Abdul Wachid memarahi rekanan yang mengerjakan proyek Jalan Mindahan-Raguklampitan, Jepara. Proyek itu harusnya selesai pada 28 Juli 202, namun progres pengerjaan baru sekitar 25 persen.

Abdul Wachid yang tak sengaja melintas tiba-tiba menghentikan laju mobilnya saat melihat ada pekerja yang mengerjakan proyek itu. Pria yang juga Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah itu lantas menghampiri pekerja.

Wachid geram karena melihat kondisi pengerjaan jalan yang belum tuntas. Bahkan beda ketinggian permukaan dengan bahu jalan bisa membahayakan pengguna jalan, khususnya pemotor.

“Badan jalan jadi sempit, mudah terjadi kecelakaan, ” jelasnya Sabtu (23/7).

Seharusnya, proyek itu selesai pada 28 Juli 2022. Namun melihat kondisi di lapangan, Wachid yakin proyek senilai Rp 2,5 miliar itu tak bisa selesai tepat waktu.

Baca Juga :  Komisi C DPRD Jepara: Perusahaan Minim Fasilitas Laktasi

Wachid pun sudah kroscek ke anggota DPRD Jepara. Dari informasi yang ia dapat, rekanan CV Bangun Tata Sarana tiga kali mangkir dari panggilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara.

Wachid meminta agar proyek itu segera diselesaikan. Jika tak kunjung diselesaikan, ia tak segan meminta kapolres dan kejaksaan untuk memeriksa rekanan tersebut.


Most Read

Artikel Terbaru