alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Setengah Tahun Retribusi Pariwisata Jepara Capai Rp 1,3 Miliar

JEPARA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jepara dari sektor retribusi tempat rekreasi dan olahraga telah mencapai Rp 1,3 miliar hingga kemarin. Atau sekitar 35,2 persen dari total target tahun ini. Besarnya Rp 3,8 miliar.

Jumlah tersebut naik signifikan dibanding tahun kemarin. Pasalnya, tahun kemarin hingga Juli retribusi yang diraih baru mencapai Rp 285,167 juta. Jauh dibawah 50 persen. Sementara tahun ini naik signifikan hingga miliaran rupiah di semester pertama.

Penyebabnya tak lain karena saat ini masa transisi dari pandemi ke endemic Covid-19. Sehingga pembatasan-pembatasan mulai dilonggarkan. Masyarakat juga menyambutnya dengan berekreasi di sejumlah tempat wisata.


Bahkan, di momentum liburan awal tahun saja, pendapatan daerah dari penarikan retribusi wisata mencapai Rp 155 juta dalam sehari. ”Selain itu, di tahun 2022 sudah ada lomban pekan syawalan. Bisa melakukan penarikan retribusi secara penuh,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara Kendar Praptomo kemarin.

Baca Juga :  Percepat Herd Immunity, Pemkab Jepara Door to Door Kebut Vaksinasi Lansia

Dari momentum itu saja, penarikan retribusi masuk objek wisata yang dikelola Pemkab Jepara mampu menyumbang PAD sekitar Rp 600 juta. ”Dua tahun sebelumnya ada Covid-19. Tahun 2020 tempat rekreasi di Jepara tutup total. Tahun 2021 juga masih PPKM,” imbuh Kendar.

Saat ini ada beberapa objek wisata yang dikelola Pemkab Jepara. Meliputi Pantai Kartini, Pantai Bandengan, Kura-Kura Ocean Park (KOP), dan Benteng Portugis. Penarikan retribusinya tak dilakukan setiap hari. Namun hanya saat akhir pekan, hari libur nasional, dan pekan syawalan. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jepara dari sektor retribusi tempat rekreasi dan olahraga telah mencapai Rp 1,3 miliar hingga kemarin. Atau sekitar 35,2 persen dari total target tahun ini. Besarnya Rp 3,8 miliar.

Jumlah tersebut naik signifikan dibanding tahun kemarin. Pasalnya, tahun kemarin hingga Juli retribusi yang diraih baru mencapai Rp 285,167 juta. Jauh dibawah 50 persen. Sementara tahun ini naik signifikan hingga miliaran rupiah di semester pertama.

Penyebabnya tak lain karena saat ini masa transisi dari pandemi ke endemic Covid-19. Sehingga pembatasan-pembatasan mulai dilonggarkan. Masyarakat juga menyambutnya dengan berekreasi di sejumlah tempat wisata.

Bahkan, di momentum liburan awal tahun saja, pendapatan daerah dari penarikan retribusi wisata mencapai Rp 155 juta dalam sehari. ”Selain itu, di tahun 2022 sudah ada lomban pekan syawalan. Bisa melakukan penarikan retribusi secara penuh,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara Kendar Praptomo kemarin.

Baca Juga :  Drainase Mampet, Perempatan Pulodarat Kerap Banjir

Dari momentum itu saja, penarikan retribusi masuk objek wisata yang dikelola Pemkab Jepara mampu menyumbang PAD sekitar Rp 600 juta. ”Dua tahun sebelumnya ada Covid-19. Tahun 2020 tempat rekreasi di Jepara tutup total. Tahun 2021 juga masih PPKM,” imbuh Kendar.

Saat ini ada beberapa objek wisata yang dikelola Pemkab Jepara. Meliputi Pantai Kartini, Pantai Bandengan, Kura-Kura Ocean Park (KOP), dan Benteng Portugis. Penarikan retribusinya tak dilakukan setiap hari. Namun hanya saat akhir pekan, hari libur nasional, dan pekan syawalan. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/