alexametrics
31.5 C
Kudus
Thursday, June 23, 2022

Pasar Hewan di Jepara Hingg Kini Belum Jelas Kapan Dibuka, Kenapa?

JEPARA – Pasar hewan di Kabupaten Jepara telah tutup sejak Kamis (2/6) lalu. Berbarengan dengan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) teridentifikasi ada di Jepara. Masa penutupannya saat itu selama tiga pekan. Dan hari ini (23/6) adalah hari terakhir masa penutupannya. Namun, belum jelas apakah penutupannya diperpanjang atau tidak.

Dari keterangan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara Eriza Rudi Yulianto melalui Kabid Pengelolaan Pasar dan PKL Himawan menjelaskan pihaknya perlu koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara. ”Kami menunggu evaluasi dan rekomendasi dari DKPP terkait pembukaan pasarnya,” terang Himawan kemarin.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan DKPP Jepara Mudhofir mengaku masih was-was bila pasar hewan dibuka saat ini. Pasalnya, temuan kasus di Jepara dari hari ke hari kian bertambah. ”Kalau pasar hewan dibuka, kami harus siap dengan terjadinya lonjakan kasus,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jembatan Ambrol, Akses Mayong-Pancur Ditutup

Hingga Selasa (21/6), temuan kasus hewan ternak yang terduga terinfeksi PMK jumlahnya mencapai 684 kasus. Kasus aktif ada 517 ekor hewan ternak. Yang sembuh ada 146 hewan. Sementara yang mati 12 ekor, dan potong paksa sembilan ekor.

Persebaran PMK di Jepara hampir merata di Kabupaten Jepara. Dari 16 kecamatan, hanya empat kecamatan yang hewan ternaknya masih bebas dari PMK. Meliputi Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Karimunjawa, dan Kedung. Rata-rata PMK di Jepara menyerang ternak jenis kerbau dan sapi.

Terkait upaya dalam mengatasi PMK di Jepara, DKPP juga telah meminta bantuan obat ke Provinsi Jateng. Meliputi obat antiradang, antinyeri, antibiotic, dan lainnya. ”Sudah kami ambil. Namun karena provinsi juga problemnya sama. Obat yang diterima hanya cukup untuk 50-an kasus,” tandas Mudhofir. (rom/zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pasar hewan di Kabupaten Jepara telah tutup sejak Kamis (2/6) lalu. Berbarengan dengan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) teridentifikasi ada di Jepara. Masa penutupannya saat itu selama tiga pekan. Dan hari ini (23/6) adalah hari terakhir masa penutupannya. Namun, belum jelas apakah penutupannya diperpanjang atau tidak.

Dari keterangan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara Eriza Rudi Yulianto melalui Kabid Pengelolaan Pasar dan PKL Himawan menjelaskan pihaknya perlu koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara. ”Kami menunggu evaluasi dan rekomendasi dari DKPP terkait pembukaan pasarnya,” terang Himawan kemarin.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan DKPP Jepara Mudhofir mengaku masih was-was bila pasar hewan dibuka saat ini. Pasalnya, temuan kasus di Jepara dari hari ke hari kian bertambah. ”Kalau pasar hewan dibuka, kami harus siap dengan terjadinya lonjakan kasus,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ratusan Rumah di Ujungbatu dan Jobokuto Jepara Terendam Air Rob

Hingga Selasa (21/6), temuan kasus hewan ternak yang terduga terinfeksi PMK jumlahnya mencapai 684 kasus. Kasus aktif ada 517 ekor hewan ternak. Yang sembuh ada 146 hewan. Sementara yang mati 12 ekor, dan potong paksa sembilan ekor.

Persebaran PMK di Jepara hampir merata di Kabupaten Jepara. Dari 16 kecamatan, hanya empat kecamatan yang hewan ternaknya masih bebas dari PMK. Meliputi Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Karimunjawa, dan Kedung. Rata-rata PMK di Jepara menyerang ternak jenis kerbau dan sapi.

Terkait upaya dalam mengatasi PMK di Jepara, DKPP juga telah meminta bantuan obat ke Provinsi Jateng. Meliputi obat antiradang, antinyeri, antibiotic, dan lainnya. ”Sudah kami ambil. Namun karena provinsi juga problemnya sama. Obat yang diterima hanya cukup untuk 50-an kasus,” tandas Mudhofir. (rom/zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/