alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Desa Kawak Jepara Uri-Uri Budaya Sepak Bola Api, Ini Tujuannya

JEPARA – Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, saat ini tengah menyelenggarakan sedekah bumi. Rangkaiannya dimulai dengan kegiatan makan bersama atau manganan, dan dilanjut dengan sepak bola api Selasa (21/6) malam lalu. Lewat sepak bola api tersebut, tujuannya mempersatukan trisula api kemakmuran demi kemajuan desa.

Pasalnya, Kawak memiliki tiga gili atau RW. Ketiganya dipisahkan dua buah aliran sungai. ”Sepakbola api ini untuk melestarikan tradisi nenek moyang desa yang masih dijaga hingga sekarang. Tujuan juga melawan hawa amarah dan membawa desa lebih baik dan maju,” terang Kepala Desa Kawak Eko Heri Purwanto.

Dengan berkobarnya bara api, dimaksudkan pula untuk saling menjaga kebersamaan seluruh warga Desa Kawak, serta meningkatkan potensi yang ada di desa tersebut. Tidak hanya warga Kawak, tetapi tradisi dan ritual ini selalu menjadi magnet ribuan warga daerah lain untuk berbondong untuk menyaksikan budaya unik sepakbola api. ”Konon api juga bisa untuk menyembuhkan hewan ternak dari penyakit pada zaman dahulu. Makanya diangkat dalam kegiatan ini. Uri-uri budaya di Kawak,” tegas Eko.

Baca Juga :  Disparbud Jepara Digelontor Pusat Rp 1,4 Miliar, Buat Apa Saja Sih?

Sebelum mulai dilaksanakan kegiatan sepakbolanya, terlebih dahulu dilakukan beberapa ritual adat. Agar dalam pelaksanaannya diberi keselamatan dan kelancaran bagi para pesertanya.

Sepakbola api merupakan satu paket dengan kegiatan Festival Jondang. Rencananya, digelar hari ini. Kegiatan tersebut rutin diselenggarakan setiap tahun dalam momentum sedekah bumi Desa Kawak. Untuk sepak bola api dilaksanakan pada Selasa Pon malam Rabu Wage bulan Apit atau Dzulqo`dah. Sementara Festival Jondang pada hari Kamis Kliwon bulan Apit tiap tahunnya. ”Festival Jondang diselenggarakan sebagai bentuk gotong royong. Setelah memerangi hawa nafsu diwujudkan dalam bentuk kebersamaan membangun kemajuan desa melakukan syukuran dengan membawa jondang,” tandas Eko. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, saat ini tengah menyelenggarakan sedekah bumi. Rangkaiannya dimulai dengan kegiatan makan bersama atau manganan, dan dilanjut dengan sepak bola api Selasa (21/6) malam lalu. Lewat sepak bola api tersebut, tujuannya mempersatukan trisula api kemakmuran demi kemajuan desa.

Pasalnya, Kawak memiliki tiga gili atau RW. Ketiganya dipisahkan dua buah aliran sungai. ”Sepakbola api ini untuk melestarikan tradisi nenek moyang desa yang masih dijaga hingga sekarang. Tujuan juga melawan hawa amarah dan membawa desa lebih baik dan maju,” terang Kepala Desa Kawak Eko Heri Purwanto.

Dengan berkobarnya bara api, dimaksudkan pula untuk saling menjaga kebersamaan seluruh warga Desa Kawak, serta meningkatkan potensi yang ada di desa tersebut. Tidak hanya warga Kawak, tetapi tradisi dan ritual ini selalu menjadi magnet ribuan warga daerah lain untuk berbondong untuk menyaksikan budaya unik sepakbola api. ”Konon api juga bisa untuk menyembuhkan hewan ternak dari penyakit pada zaman dahulu. Makanya diangkat dalam kegiatan ini. Uri-uri budaya di Kawak,” tegas Eko.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Sehari 545 Pasien Covid-19 di Jepara Sembuh

Sebelum mulai dilaksanakan kegiatan sepakbolanya, terlebih dahulu dilakukan beberapa ritual adat. Agar dalam pelaksanaannya diberi keselamatan dan kelancaran bagi para pesertanya.

Sepakbola api merupakan satu paket dengan kegiatan Festival Jondang. Rencananya, digelar hari ini. Kegiatan tersebut rutin diselenggarakan setiap tahun dalam momentum sedekah bumi Desa Kawak. Untuk sepak bola api dilaksanakan pada Selasa Pon malam Rabu Wage bulan Apit atau Dzulqo`dah. Sementara Festival Jondang pada hari Kamis Kliwon bulan Apit tiap tahunnya. ”Festival Jondang diselenggarakan sebagai bentuk gotong royong. Setelah memerangi hawa nafsu diwujudkan dalam bentuk kebersamaan membangun kemajuan desa melakukan syukuran dengan membawa jondang,” tandas Eko. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/