alexametrics
25.9 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Pemkab Jepara Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Razia

JEPARA – Barang bukti ribual liter minuman keras (miras) hasil sitaan Polres Jepara juga Satpol PP dimusnahkan kemarin. Rinciannya, ada 5.459 botol miras berbagai merek dan 5.376 liter miras oplosan. Pemusnahan tersebut dilaksanakan di halaman belakang Mapolres Jepara.

Miras-miras tersebut memiliki kadar alkohol yang beragam. Terdiri dari miras golongan A (kadar etanol kurang dari 5 persen), golongan B (kadar etanol antara 5-20 persen), dan golongan C (kadar etanol antara 20-55 persen). Seperti halnya Newport, Anggur Merah, Congyang, Beras Kencur, dan beberapa jenis Bir.

Barang haram tersebut, merupakan hasil sitaan Satpol PP, bersama TNI dan Polri sebelum digelarnya Operasi Ketupat Candi. Yaitu mulai tanggal 8 hingga 21 April. Pemusnahan tersebut sebagai upaya mengantisipasi gangguan kerawanan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Tidak hanya gangguan Kamtibmas, penyakit masyarakat berupa peredaran narkoba, miras, hingga perjudian juga termasuk.

Baca Juga :  Level PPKM Di Jepara Turun, Pemkab Segera Longgarkan Pariwisata

Proses pemusnahannya dengan cara dihancurkan menggunakan road roller untuk miras yang dikemas dalam bentuk botolan. Sementara miras yang dikemas dalam jeriken dibuang ke selokan. Proses pemusnahan tersebut dipimpin langsung Kapolres Jepara AKBP Warsono dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara. ”Ini menjelang dan menyongsong dilaksanakan Operasi Ketupat Candi 2022. Dilaksanakan oleh baik jajaran Polres juga Polsek,” terang AKBP Warsono kemarin.

Peredaran miras di Jepara diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2013. Di dalamnya disebutkan, penggunaan minuman beralkohol di Jepara hanya dibolehkan untuk beberapa hal. Yakni ritual keagamaan, upacara adat, pengobatan, dan tamu hotel berbintang. Selain untuk keperluan mendesak dan sifatnya eksklusif itu, penjualan dan peredaran miras terancam sanksi kurungan tiga bulan dan denda Rp 50 juta. (rom/ali)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Barang bukti ribual liter minuman keras (miras) hasil sitaan Polres Jepara juga Satpol PP dimusnahkan kemarin. Rinciannya, ada 5.459 botol miras berbagai merek dan 5.376 liter miras oplosan. Pemusnahan tersebut dilaksanakan di halaman belakang Mapolres Jepara.

Miras-miras tersebut memiliki kadar alkohol yang beragam. Terdiri dari miras golongan A (kadar etanol kurang dari 5 persen), golongan B (kadar etanol antara 5-20 persen), dan golongan C (kadar etanol antara 20-55 persen). Seperti halnya Newport, Anggur Merah, Congyang, Beras Kencur, dan beberapa jenis Bir.

Barang haram tersebut, merupakan hasil sitaan Satpol PP, bersama TNI dan Polri sebelum digelarnya Operasi Ketupat Candi. Yaitu mulai tanggal 8 hingga 21 April. Pemusnahan tersebut sebagai upaya mengantisipasi gangguan kerawanan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Tidak hanya gangguan Kamtibmas, penyakit masyarakat berupa peredaran narkoba, miras, hingga perjudian juga termasuk.

Baca Juga :  SMK Walisongo Jepara Menuju Sekolah Emas dan Pusat Prestasi

Proses pemusnahannya dengan cara dihancurkan menggunakan road roller untuk miras yang dikemas dalam bentuk botolan. Sementara miras yang dikemas dalam jeriken dibuang ke selokan. Proses pemusnahan tersebut dipimpin langsung Kapolres Jepara AKBP Warsono dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara. ”Ini menjelang dan menyongsong dilaksanakan Operasi Ketupat Candi 2022. Dilaksanakan oleh baik jajaran Polres juga Polsek,” terang AKBP Warsono kemarin.

Peredaran miras di Jepara diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2013. Di dalamnya disebutkan, penggunaan minuman beralkohol di Jepara hanya dibolehkan untuk beberapa hal. Yakni ritual keagamaan, upacara adat, pengobatan, dan tamu hotel berbintang. Selain untuk keperluan mendesak dan sifatnya eksklusif itu, penjualan dan peredaran miras terancam sanksi kurungan tiga bulan dan denda Rp 50 juta. (rom/ali)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/