alexametrics
26.4 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Dinas Sebut Kawasan Kumuh di Jepara Tersisa 1,42 Hektare

JEPARA – Kabupaten Jepara memiliki luas wilayah sekitar 1.004.132 kilometer persegi. Dari total luas wilayah itu, catatan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Jepara terdapat sekitar 1,42 hektare kawasan kumuh. Kawasan tersebut ada di enam lokasi sekitar pusat Kota Jepara.

Di antaranya Kelurahan Bulu, Demaan, Jobokuto, Karangkebagusan, Kauman, dan Ujungbatu. Meski luas wilayah kumuh di enam lokasi itu diklaim menurun dibanding tahun 2017 lalu. Saat itu luas kawasan kumuhnya mencapai 49,27 hektare.

Di lain sisi, permasalahan dalam kawasan pemukiman adalah adanya rumah tidak layak huni. Tercatat di tahun 2021 masih ada 13.300 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Jepara. Atau sekitar 3,51 persen dari total jumlah rumah di Jepara sebanyak 378.619 unit.


Menyikapi hal tersebut, Bupati Jepara Dian Kristiandi yang diwakili Asisten II Setda Jepara Diyar Susanto dalam kegiatan Sosialisasi/Pembinaan Pengembang Perumahan kemarin menyebut perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dengan pengembang. Dalam hal ini keterlibatan pengembang meyediakan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca Juga :  Sudah Disediakan Perabotan, Flat Pulodarat langsung Bisa Ditempati

Pasalnya, peningkatan kualitas dan kuantitas prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) jadi salah satu arah kebijakan pembangunan Pemkab Jepara. “Hal ini tak lain adalah bertujuan untuk meningkatkan cakupan pemenuhan infrastruktur dasar untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan sasaran meningkatkan ketersediaan rumah layak huni bagi masyarakat dan pengurangan kawasan kumuh,” terang Diyar.

Di Jepara hingga tahun ini total pembangunan rumah yang dilakukan pengembang perumahan sebanyak 9.150 unit. Dari jumlah tersebut, jumlah pembangunan terbesar di wilayah Kecamatan Mayong sebanyak 2.780 unit. Di urutan kedua wilayah Kecamatan Jepara 2.364 unit, dan ketiga di wilayah Pakis Aji 1.136 unit. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Kabupaten Jepara memiliki luas wilayah sekitar 1.004.132 kilometer persegi. Dari total luas wilayah itu, catatan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Jepara terdapat sekitar 1,42 hektare kawasan kumuh. Kawasan tersebut ada di enam lokasi sekitar pusat Kota Jepara.

Di antaranya Kelurahan Bulu, Demaan, Jobokuto, Karangkebagusan, Kauman, dan Ujungbatu. Meski luas wilayah kumuh di enam lokasi itu diklaim menurun dibanding tahun 2017 lalu. Saat itu luas kawasan kumuhnya mencapai 49,27 hektare.

Di lain sisi, permasalahan dalam kawasan pemukiman adalah adanya rumah tidak layak huni. Tercatat di tahun 2021 masih ada 13.300 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Jepara. Atau sekitar 3,51 persen dari total jumlah rumah di Jepara sebanyak 378.619 unit.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Jepara Dian Kristiandi yang diwakili Asisten II Setda Jepara Diyar Susanto dalam kegiatan Sosialisasi/Pembinaan Pengembang Perumahan kemarin menyebut perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dengan pengembang. Dalam hal ini keterlibatan pengembang meyediakan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Bangsri Jepara Selesai, Pedagang Tempati Kios Bulan Ini

Pasalnya, peningkatan kualitas dan kuantitas prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) jadi salah satu arah kebijakan pembangunan Pemkab Jepara. “Hal ini tak lain adalah bertujuan untuk meningkatkan cakupan pemenuhan infrastruktur dasar untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan sasaran meningkatkan ketersediaan rumah layak huni bagi masyarakat dan pengurangan kawasan kumuh,” terang Diyar.

Di Jepara hingga tahun ini total pembangunan rumah yang dilakukan pengembang perumahan sebanyak 9.150 unit. Dari jumlah tersebut, jumlah pembangunan terbesar di wilayah Kecamatan Mayong sebanyak 2.780 unit. Di urutan kedua wilayah Kecamatan Jepara 2.364 unit, dan ketiga di wilayah Pakis Aji 1.136 unit. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/