27.2 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Debit Air Meningkat, Tanggul Sungai Tegalsambi Jepara Jebol

JEPARA – Hujan deras yang terjadi di wilayah Kabupaten Jepara Minggu (22/1) malam berimbas pada peningkatan debit air Sungai Sungapan, Tegalsambi, Tahunan. Karena tak kuat menahan peningkatan debit air itu, salah satu sisi tanggul yang memisahkan aliran sungai dengan areal persawahan jebol, Senin (23/1) pagi.

Titik tanggul yang jebol itu tepat di sisi aliran sungai yang berkelok. Jaraknya dengan kawasan permukiman sekitar 100 meter. Dari pantauan di lapangan, lebar jebolan tanggul tersebut mencapai 6 meter.

Kepala Desa Tegalsambi Agus Santoso menjelaskan jebolnya tanggul tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Akibatnya, areal persawahan seluas sekitar 10 hektare terendam. Tak hanya itu, luapan air juga sempat menggenangi kawasan pemukiman. ”Ketinggian airnya sekitar 50 centimeter di kawasan pemukiman. Tapi alhamdulillah, karena drainase cukup baik. Sehingga air bisa mengalir menuju sungai kembali,” jelas Agus.

Baca Juga :  Masterplan Jadi, Potensi Wisata Bisa Terintegrasi

Air mulai surut dari kawasan pemukiman penduduk sekitar pukul 10.00 WIB. Sisa-sisa genangan hanya merendam areal pekarangan rumah warga dan beberapa titik jalan perkampungan. Tingginya pun hanya sekitar 5 centimeter. Warga juga beraktifitas seperti biasa. Ada yang bercengkerama di teras rumah, adapula yang mengukir di showroom-nya. Namun, sebagian besar areal persawahan di Desa Tegalsambi hingga pukul 14.00 WIB masih terendam banjir.

Untuk penanggulangan dan antisipasi air kembali meluap ke pemukiman, pihaknya mengerahkan warganya untuk kerja bakti menutup tanggul yang jebol itu. Tanggul yang berlubang dipasangi anyaman bambu yang disangga dengan bilah-bilah bambu. Sementara di dalamnya, diisi dengan karung-karung berisi tanah.

”Memang semalam hujannya intensitasnya cukup tinggi. Sehingga debit air sampai melampaui ketinggian tanggul,” jelasnya. (rom)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Hujan deras yang terjadi di wilayah Kabupaten Jepara Minggu (22/1) malam berimbas pada peningkatan debit air Sungai Sungapan, Tegalsambi, Tahunan. Karena tak kuat menahan peningkatan debit air itu, salah satu sisi tanggul yang memisahkan aliran sungai dengan areal persawahan jebol, Senin (23/1) pagi.

Titik tanggul yang jebol itu tepat di sisi aliran sungai yang berkelok. Jaraknya dengan kawasan permukiman sekitar 100 meter. Dari pantauan di lapangan, lebar jebolan tanggul tersebut mencapai 6 meter.

Kepala Desa Tegalsambi Agus Santoso menjelaskan jebolnya tanggul tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Akibatnya, areal persawahan seluas sekitar 10 hektare terendam. Tak hanya itu, luapan air juga sempat menggenangi kawasan pemukiman. ”Ketinggian airnya sekitar 50 centimeter di kawasan pemukiman. Tapi alhamdulillah, karena drainase cukup baik. Sehingga air bisa mengalir menuju sungai kembali,” jelas Agus.

Baca Juga :  12 Petahana Tumbang di Pilkades Serentak Jepara

Air mulai surut dari kawasan pemukiman penduduk sekitar pukul 10.00 WIB. Sisa-sisa genangan hanya merendam areal pekarangan rumah warga dan beberapa titik jalan perkampungan. Tingginya pun hanya sekitar 5 centimeter. Warga juga beraktifitas seperti biasa. Ada yang bercengkerama di teras rumah, adapula yang mengukir di showroom-nya. Namun, sebagian besar areal persawahan di Desa Tegalsambi hingga pukul 14.00 WIB masih terendam banjir.

Untuk penanggulangan dan antisipasi air kembali meluap ke pemukiman, pihaknya mengerahkan warganya untuk kerja bakti menutup tanggul yang jebol itu. Tanggul yang berlubang dipasangi anyaman bambu yang disangga dengan bilah-bilah bambu. Sementara di dalamnya, diisi dengan karung-karung berisi tanah.

”Memang semalam hujannya intensitasnya cukup tinggi. Sehingga debit air sampai melampaui ketinggian tanggul,” jelasnya. (rom)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru