alexametrics
31.1 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Taman Lalu Lintas di Jepara Tak Kunjung Buka

JEPARA – Taman lalu lintas kini lengang. Karena covid-19, taman ini sempat ditutup untuk mengurangi keramaian sejak Maret 2020. Hingga hari ini belum difungsikan. Menunggu vaksinasi anak dimulai.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, taman lalu lintas tampak kotor. Rumput rumput liar tumbuh dan di beberapa sisi bangunan tidak dirawat. Tepat disamping bangunan, ada sebuah sungai kecil. Seorang warga memancing ikan disana. Seorang pekerja kebersihan tampak sedang menyapu taman.

Taman lalu lintas terletak di Mulyoharjo, Kecamatan Jepara. Bangunan ini berada di samping kiri jalan dari jalan menuju Pantai Bandengan. Dari kejauhan tampak taman lalu lintas ditumbuhi rumput liar. Pohon yang meninggi juga menutupi tulisan “Taman Lalu Lintas” yang berada di atas gedung. Taman ini sebelumnya berfungsi sebagai wahana edukasi lalu lintas bagi anak anak umumnya TK, PAUD dan SD.


Dikonfirmas, Kepala Dinas Perhubungan Trisno Santoso mengatakan pihaknya sempat berkoordinasi dengan Satlantas Polres Jepara terkait taman lalu lintas. “Untuk taman memang sebagai wahana edukasi anak anak. Sebelum Covid, banyak permintaan dari sekolah. Tapi karena Covid, kita tunggu sampai Jepara capai level 1,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tebing Longsor Menutupi Jalan Tempur Jepara, Satu Rumah Rusak

Trisno menambahkan pihaknya meyetujui untuk tidak membuka sementara hingga vaksinasi anak-anak dimulai. Saat ini pihaknya menyediakan perawatan kecil.

Ditemui di lokasi, Ilham petugas kebersihan Taman Lalu Lintas menyatakan masih membersihkan taman tersebut setiap hari. “Setiap hari saya bersihkan kecuali hari minggu, itu saya libur,” jelasnya. Tak hanya menyapu, ia juga memotong rumput.

Terkait keramaian sebelum covid, ia mengakui memang dulu taman tersebut ramai. Termasuk bangunan dan taman yang sangat bersih dibandingkan sekarang.

Ia menceritakan soal pengembangan taman lalu lintas tersebut. “Terakhir, itu di pasang lampu lalu lintas di dalam,” jelasnya.

Ia juga menyatakan meski pandemi masih ditemui beberapa pengunjung remaja dan anak sekolah datang. (nib)

JEPARA – Taman lalu lintas kini lengang. Karena covid-19, taman ini sempat ditutup untuk mengurangi keramaian sejak Maret 2020. Hingga hari ini belum difungsikan. Menunggu vaksinasi anak dimulai.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, taman lalu lintas tampak kotor. Rumput rumput liar tumbuh dan di beberapa sisi bangunan tidak dirawat. Tepat disamping bangunan, ada sebuah sungai kecil. Seorang warga memancing ikan disana. Seorang pekerja kebersihan tampak sedang menyapu taman.

Taman lalu lintas terletak di Mulyoharjo, Kecamatan Jepara. Bangunan ini berada di samping kiri jalan dari jalan menuju Pantai Bandengan. Dari kejauhan tampak taman lalu lintas ditumbuhi rumput liar. Pohon yang meninggi juga menutupi tulisan “Taman Lalu Lintas” yang berada di atas gedung. Taman ini sebelumnya berfungsi sebagai wahana edukasi lalu lintas bagi anak anak umumnya TK, PAUD dan SD.

Dikonfirmas, Kepala Dinas Perhubungan Trisno Santoso mengatakan pihaknya sempat berkoordinasi dengan Satlantas Polres Jepara terkait taman lalu lintas. “Untuk taman memang sebagai wahana edukasi anak anak. Sebelum Covid, banyak permintaan dari sekolah. Tapi karena Covid, kita tunggu sampai Jepara capai level 1,” ungkapnya.

Baca Juga :  Toleransi Nyepi di Jepara, Masjid Dekat Pura Azan Tanpa Pengeras Suara

Trisno menambahkan pihaknya meyetujui untuk tidak membuka sementara hingga vaksinasi anak-anak dimulai. Saat ini pihaknya menyediakan perawatan kecil.

Ditemui di lokasi, Ilham petugas kebersihan Taman Lalu Lintas menyatakan masih membersihkan taman tersebut setiap hari. “Setiap hari saya bersihkan kecuali hari minggu, itu saya libur,” jelasnya. Tak hanya menyapu, ia juga memotong rumput.

Terkait keramaian sebelum covid, ia mengakui memang dulu taman tersebut ramai. Termasuk bangunan dan taman yang sangat bersih dibandingkan sekarang.

Ia menceritakan soal pengembangan taman lalu lintas tersebut. “Terakhir, itu di pasang lampu lalu lintas di dalam,” jelasnya.

Ia juga menyatakan meski pandemi masih ditemui beberapa pengunjung remaja dan anak sekolah datang. (nib)

Most Read

Artikel Terbaru

/