alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Jelang Natal, Perajin Patung Yesus di Jepara Dapat Pesanan hingga 20 Buah

JEPARA – Menjelang Natal tahun ini, pesanan patung mulai berdatangan kepada M. David Riyan Hidayat, 28. Salah satu pengrajin patung Yesus asal Desa Kecapi, Tahunan, tersebut, mendapat pesanan hingga 20 patung. Rencananya, patung-patung tersebut akan dipakai untuk perayaan Natal.

Pemesannya kebanyakan dari luar Jawa. Mulai dari Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, hingga Papua. ”Saat awal terjadi pandemi Covid-19 pesanan sempat menurun. Namun, setelah adanya penerapan new normal, pesanan kembali menggeliat dan meningkat sekitar 80 persen,” terang David.

Usahanya di bidang seni ukir memang spesialis membuat patung kerohanian. Terutama untuk kalangan Kristen dan Katholik. Jenisnya bisa patung Yesus, Yesus gembala, Bunda Maria, perjamuan, hingga patung pieta. Pesanannya ramai saat musim tertentu. Seperti menjelang Natal di Desember atau Paskah saat April.


Dari pantauan di gudang produksinya di Desa Jambu, Mlonggo, kemarin (21/12), ada empat orang pekerja yang masih menyelesaikan tiga pesanan patung. Satu patung Bunda Maria ukuran semeter dan dua patung Yesus berukuran sekitar dua meter. Seluruh patung tersebut terbuat dari kayu jati yang didapat dari Blora atau Sulawesi.

Baca Juga :  Kemenperin Hibahkan 500 Tabung Oksigen ke Jepara

Untuk membuat berbagai jenis patung Yesus atau Bunda Maria tersebut, David membutuhkan waktu sekitar sebulan untuk ukuran kecil. Sedangkan untuk patung ukuran 2 meter hingga 4 meter butuh sekitar 3 hingga 4 bulan. Agar mempermudah pembuatannya, ada empat orang pekerja yang membantunya mengukir bilah-bilah kayu jati tersebut, menjadi sebuah karya seni. ”Tak ada ritual khusus dalam membuat patung. Namun butuh keahlian khusus,” canda David.

Dirinya melayani pesanan patung Yesus tersebut sejak 2010 lalu. Masih bertahan hingga saat ini. ”Semula ada pesanan untuk membuatkan patung. Akhirnya diterima sekalian belajar dan terus belajar,” imbuhnya.

Dari sana, pesanannya sudah mencapai beberapa daerah. Mulai dari Katedral Palembang, Manado, Sulawesi, Flores, hingga Papua Barat. Sempat pula ada pesanan patung perjamuan dari Amerika Serikat.

Tarif pembuatan patung tersebut beragam. Untuk ukuran paling kecil sekitar Rp 10 juta hingga paling besar sekitar Rp 70 juta. Semua patung yang dipesan pelanggan telah di-finishing. Saat tiba ke tangan pemesan, siap digunakan. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Menjelang Natal tahun ini, pesanan patung mulai berdatangan kepada M. David Riyan Hidayat, 28. Salah satu pengrajin patung Yesus asal Desa Kecapi, Tahunan, tersebut, mendapat pesanan hingga 20 patung. Rencananya, patung-patung tersebut akan dipakai untuk perayaan Natal.

Pemesannya kebanyakan dari luar Jawa. Mulai dari Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, hingga Papua. ”Saat awal terjadi pandemi Covid-19 pesanan sempat menurun. Namun, setelah adanya penerapan new normal, pesanan kembali menggeliat dan meningkat sekitar 80 persen,” terang David.

Usahanya di bidang seni ukir memang spesialis membuat patung kerohanian. Terutama untuk kalangan Kristen dan Katholik. Jenisnya bisa patung Yesus, Yesus gembala, Bunda Maria, perjamuan, hingga patung pieta. Pesanannya ramai saat musim tertentu. Seperti menjelang Natal di Desember atau Paskah saat April.

Dari pantauan di gudang produksinya di Desa Jambu, Mlonggo, kemarin (21/12), ada empat orang pekerja yang masih menyelesaikan tiga pesanan patung. Satu patung Bunda Maria ukuran semeter dan dua patung Yesus berukuran sekitar dua meter. Seluruh patung tersebut terbuat dari kayu jati yang didapat dari Blora atau Sulawesi.

Baca Juga :  Jelang Imlek, Pesanan Patung Dewa di Jepara Kembali Menggeliat

Untuk membuat berbagai jenis patung Yesus atau Bunda Maria tersebut, David membutuhkan waktu sekitar sebulan untuk ukuran kecil. Sedangkan untuk patung ukuran 2 meter hingga 4 meter butuh sekitar 3 hingga 4 bulan. Agar mempermudah pembuatannya, ada empat orang pekerja yang membantunya mengukir bilah-bilah kayu jati tersebut, menjadi sebuah karya seni. ”Tak ada ritual khusus dalam membuat patung. Namun butuh keahlian khusus,” canda David.

Dirinya melayani pesanan patung Yesus tersebut sejak 2010 lalu. Masih bertahan hingga saat ini. ”Semula ada pesanan untuk membuatkan patung. Akhirnya diterima sekalian belajar dan terus belajar,” imbuhnya.

Dari sana, pesanannya sudah mencapai beberapa daerah. Mulai dari Katedral Palembang, Manado, Sulawesi, Flores, hingga Papua Barat. Sempat pula ada pesanan patung perjamuan dari Amerika Serikat.

Tarif pembuatan patung tersebut beragam. Untuk ukuran paling kecil sekitar Rp 10 juta hingga paling besar sekitar Rp 70 juta. Semua patung yang dipesan pelanggan telah di-finishing. Saat tiba ke tangan pemesan, siap digunakan. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/