alexametrics
23.5 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemkab Jepara Sediakan Karantina Terpusat

JEPARA —  Munculnya virus korona (Corona Virus Disease atau Covid-19) varian baru di Indonesia mendapat perhatian dari Pemkab Jepara. Meski belum ada kasus muncul, Pemkab terus canangkan 3T. Selain itu Dinkes telah mengupayakan persiapan lokasi karantina terpusat, dan percepatan vaksinasi. Tinggal mengikuti arahan dari Bupati.

Dinas Kesehatan Kabupaten melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kab. Jepara dr. Eko Cahyo Supeno menerangkan terkait munculnya varian baru omicron, Pemkab telah berkoordinasi dengan tempat karantina terpusat di BLK (Balai Latihan Kerja) di Pecangaan dan Kampus Universitas Diponegoro di Teluk Awur.

“Terakhir kami sudah koordinasi dengan tempat tersebut terkait ruangan dan kesiapan, sehingga nanti semisal ada pasien yang butuh isolasi lama, Pemkab sudah menyediakan tempat,” ungkapnya.


Tak hanya itu, ia menjelaskan percepatan vaksinasi menjadi penting.  “Meski sudah ada varian baru di Indonesia kita tetap membiarkan percepatan vaksinasi,” ungkapnya.

Pihaknya juga menjelaskan sedang mengalami kendala di vaksin lansia. Sepuluh hari ini pihaknya harus mencapai sekitar 9800-an lansia yang belum vaksin. “Kira kira sehari harus ada 980 lansia yang divaksin,” jelasnya.

“Kalau vaksin lansia dan tahap I sudah mencapai target, kita bisa mulai vaksin anak-anak. Sementara itu yang baru tercapai untuk vaksin pertama baru 67,52 persen dari target 70 persen, vaksin lansia baru 50,13 persen dari target 60 persen,” jelasnya.

Baca Juga :  Ganjar Sentil Bupati Karanganyar soal Ajakan Tak Peduli Omicron

Selanjutnya, ia mengatakan persiapan 3T terus diupayakan Pemkab. “3T seperti Tracing, Testing, Treatment itu terus kami upayakan. Desember ini hanya sepuluh kasus, dengan perbandingan 1:17. Ini menunjukkan sudah ada progress, meski PCR test masih sedikit,” jelasnya. Terkait PCR, ia mengatakan terdapat 1275 tes per minggu.

Ia mengatakan terkait perawatan, saat ini tidak ada yang dirawat di Rumah Sakit karena Covid-19. Secara kesiapan ia juga menjelaskan Rumah Sakit telah memiliki oksigen yang yang cukup, termasuk adanya hadiah 500 tabung dari Kementrian Perindustrian. “Nakes juga sudah siap,” ungkapnya.

Berbeda dengan varian sebelumnya, varian omicron tingkat penularan yang cepat. Gejalanya termasuk batuk, mudah lelah, pilek, ada tambahan mual, muntah. Melihat kasus di luar negeri, Omicron banyak menyerang usia produktif.

Ia juga menambahkan, penyebaran omicron bisa di mana saja. “Semua daerah yang aksesnya mudah, semua beresiko. Tidak terkecuali Karimun Jawa semisal nanti menerima turis dari luar,” jelasnya. (nib)

JEPARA —  Munculnya virus korona (Corona Virus Disease atau Covid-19) varian baru di Indonesia mendapat perhatian dari Pemkab Jepara. Meski belum ada kasus muncul, Pemkab terus canangkan 3T. Selain itu Dinkes telah mengupayakan persiapan lokasi karantina terpusat, dan percepatan vaksinasi. Tinggal mengikuti arahan dari Bupati.

Dinas Kesehatan Kabupaten melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kab. Jepara dr. Eko Cahyo Supeno menerangkan terkait munculnya varian baru omicron, Pemkab telah berkoordinasi dengan tempat karantina terpusat di BLK (Balai Latihan Kerja) di Pecangaan dan Kampus Universitas Diponegoro di Teluk Awur.

“Terakhir kami sudah koordinasi dengan tempat tersebut terkait ruangan dan kesiapan, sehingga nanti semisal ada pasien yang butuh isolasi lama, Pemkab sudah menyediakan tempat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia menjelaskan percepatan vaksinasi menjadi penting.  “Meski sudah ada varian baru di Indonesia kita tetap membiarkan percepatan vaksinasi,” ungkapnya.

Pihaknya juga menjelaskan sedang mengalami kendala di vaksin lansia. Sepuluh hari ini pihaknya harus mencapai sekitar 9800-an lansia yang belum vaksin. “Kira kira sehari harus ada 980 lansia yang divaksin,” jelasnya.

“Kalau vaksin lansia dan tahap I sudah mencapai target, kita bisa mulai vaksin anak-anak. Sementara itu yang baru tercapai untuk vaksin pertama baru 67,52 persen dari target 70 persen, vaksin lansia baru 50,13 persen dari target 60 persen,” jelasnya.

Baca Juga :  Serangan Korona Sekarang yang Tak Elit dan Pengalaman Tes Antigen Sendiri

Selanjutnya, ia mengatakan persiapan 3T terus diupayakan Pemkab. “3T seperti Tracing, Testing, Treatment itu terus kami upayakan. Desember ini hanya sepuluh kasus, dengan perbandingan 1:17. Ini menunjukkan sudah ada progress, meski PCR test masih sedikit,” jelasnya. Terkait PCR, ia mengatakan terdapat 1275 tes per minggu.

Ia mengatakan terkait perawatan, saat ini tidak ada yang dirawat di Rumah Sakit karena Covid-19. Secara kesiapan ia juga menjelaskan Rumah Sakit telah memiliki oksigen yang yang cukup, termasuk adanya hadiah 500 tabung dari Kementrian Perindustrian. “Nakes juga sudah siap,” ungkapnya.

Berbeda dengan varian sebelumnya, varian omicron tingkat penularan yang cepat. Gejalanya termasuk batuk, mudah lelah, pilek, ada tambahan mual, muntah. Melihat kasus di luar negeri, Omicron banyak menyerang usia produktif.

Ia juga menambahkan, penyebaran omicron bisa di mana saja. “Semua daerah yang aksesnya mudah, semua beresiko. Tidak terkecuali Karimun Jawa semisal nanti menerima turis dari luar,” jelasnya. (nib)


Most Read

Artikel Terbaru

/