alexametrics
31.1 C
Kudus
Monday, July 4, 2022

Layanan Disdukcapil Jepara Lampaui Target Nasional

JEPARA – Layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jepara melampaui target nasional tahun ini. Layanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) sampai akhir November 2021 tercapai 99,92 persen, sementara  target nasional 99,2 persen. Kemudian akta kelahiran usia 0 – 18 tahun dari target 95 persen tercapai 95 persen. Sementara itu untuk pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) dari target 30 persen tercapai 31,03 persen.

Pelayanan Disdukcapil Jepara secara umum tidak terpengaruh signifikan dengan situasi pandemi Covid-19. Karena hampir semua jenis pelayanannya menerapkan sistem daring yang sudah dikembangkan Disdukcapil Jepara sejak 2019. “Terbukti, semua target nasional bisa tercapai,” tegas Plt. Kepala Disdukcapil Jepara Dwi Riyanto.

Dia optimis kepemilikan KIA  anak-anak Jepara ke depan semakin meningkat. Seiring peningkatan pemahaman dan kesadaran warga akan pentingnya KIA. Menurutnya KIA memiliki manfaat beragam. Seperti melindungi pemenuhan hak anak, mencegah perdagangan anak, bukti identifikasi ketika anak  mengalami peristiwa buruk, serta memudahkan anak untuk mendapatkan pelayanan publik.


Oleh sebab itu, pihaknya terus menggenjot kepemilikan KIA. Di antaranya dengan pelayanan jemput bola. Hanya saja, karena ada pembatasan, frekuensi layanan KIA secara jemput bola juga lebih sedikit dibanding dua tahun sebelumnya. “Di saat pemberlakuan pembatasan, kami tidak bisa mendatangi warga secara door  to door karena tidak sejalan dengan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat. Namun sejak Jepara naik ke Level 2, kami bisa melaksanakan jemput bola meskipun dengan prokes ketat,” tandas Dwi Riyanto.

Baca Juga :  Belum Familier Pelayanan Online, Warga Karimunjawa Disambangi Capil

Selain itu, untuk menunjang kemudahan layanan disdukcapil, 16 kecamatan di Jepara bakal dipasangi Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) tahun ini. Terkait pengadaannya,  saat ini sudah pada tahap penyerahan barang dari rekanan.

Semua ADM sudah didistribusikan ke 16 kecamatan di Jepara. Masing-masing ADM sudah selesai diinstal dari petugas Kemendagri. “Selain itu, operator yang bertugas di kecamatan sudah kami mengikuti bimbingan teknis dan rencananya awal Januari akan kami operasionalkan secara serentak di 16 kecamatan. Saat ini akan diujicobakan di beberapa kecamatan dulu,” katanya.

Rencananya, jika uji coba berhasil mulai awal tahun 2022 diharapkan ADM bisa menggantikan layanan pengiriman dokumen melalui PT Posindo. “Kami meminta agar warga pemohon administrasi kependudukan (adminduk) menyertakan alamat email aktif agar bisa menggunakan fasilitas tersebut. Sebab, Kemendagri hanya memberikan password melalui email. Jadi alamat email sifatnya wajib,” tambah Dwi Riyanto. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jepara melampaui target nasional tahun ini. Layanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) sampai akhir November 2021 tercapai 99,92 persen, sementara  target nasional 99,2 persen. Kemudian akta kelahiran usia 0 – 18 tahun dari target 95 persen tercapai 95 persen. Sementara itu untuk pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) dari target 30 persen tercapai 31,03 persen.

Pelayanan Disdukcapil Jepara secara umum tidak terpengaruh signifikan dengan situasi pandemi Covid-19. Karena hampir semua jenis pelayanannya menerapkan sistem daring yang sudah dikembangkan Disdukcapil Jepara sejak 2019. “Terbukti, semua target nasional bisa tercapai,” tegas Plt. Kepala Disdukcapil Jepara Dwi Riyanto.

Dia optimis kepemilikan KIA  anak-anak Jepara ke depan semakin meningkat. Seiring peningkatan pemahaman dan kesadaran warga akan pentingnya KIA. Menurutnya KIA memiliki manfaat beragam. Seperti melindungi pemenuhan hak anak, mencegah perdagangan anak, bukti identifikasi ketika anak  mengalami peristiwa buruk, serta memudahkan anak untuk mendapatkan pelayanan publik.

Oleh sebab itu, pihaknya terus menggenjot kepemilikan KIA. Di antaranya dengan pelayanan jemput bola. Hanya saja, karena ada pembatasan, frekuensi layanan KIA secara jemput bola juga lebih sedikit dibanding dua tahun sebelumnya. “Di saat pemberlakuan pembatasan, kami tidak bisa mendatangi warga secara door  to door karena tidak sejalan dengan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat. Namun sejak Jepara naik ke Level 2, kami bisa melaksanakan jemput bola meskipun dengan prokes ketat,” tandas Dwi Riyanto.

Baca Juga :  Regrouping 62 SD di Jepara Molor, Ini Faktor-faktor Penyebabnya

Selain itu, untuk menunjang kemudahan layanan disdukcapil, 16 kecamatan di Jepara bakal dipasangi Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) tahun ini. Terkait pengadaannya,  saat ini sudah pada tahap penyerahan barang dari rekanan.

Semua ADM sudah didistribusikan ke 16 kecamatan di Jepara. Masing-masing ADM sudah selesai diinstal dari petugas Kemendagri. “Selain itu, operator yang bertugas di kecamatan sudah kami mengikuti bimbingan teknis dan rencananya awal Januari akan kami operasionalkan secara serentak di 16 kecamatan. Saat ini akan diujicobakan di beberapa kecamatan dulu,” katanya.

Rencananya, jika uji coba berhasil mulai awal tahun 2022 diharapkan ADM bisa menggantikan layanan pengiriman dokumen melalui PT Posindo. “Kami meminta agar warga pemohon administrasi kependudukan (adminduk) menyertakan alamat email aktif agar bisa menggunakan fasilitas tersebut. Sebab, Kemendagri hanya memberikan password melalui email. Jadi alamat email sifatnya wajib,” tambah Dwi Riyanto. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/