alexametrics
31.6 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Lima Perusahaan Tertarik Investasi Rp 163 Miliar di Jepara

JEPARA –  Jepara bakal mendapat suntikan investasi senilai Rp 163,238 miliar. Investasi itu berasal dari lima perusahaan. Tiga di antaranya baru dan dua perusahaan investasi perluasan.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara Hery Yuliyanto menjelaskan, kepastian perusahaan dan nilai investasi yang bakal masuk ke Jepara itu didapat usai sosialisasi Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2021  pertengahan bulan ini. Lebih lanjut, ia menjelaskan tiga investor baru itu merupakan penanam modal dalam negeri. Sedangkan investor perluasan, penanam modal asing.

“Hal ini sejalan dengan kebijakan Bapak Bupati Jepara Dian Kristiandi yang menjadikan Jepara sebagai daerah ramah investasi. Para investor ramai-ramai menenamkan modalnya di sini,” tuturnya.


Ia merinci, PT. Solarion Energi Alam dengan jenis usaha solar panel merencanakan investasi baru di Jepara senilai Rp 30 miliar. Selanjutnya ada PT. Properti Sakti Persada dengan jenis usaha property development akan berinvestasi senilai Rp 30,2 miliar.  Serta PT. Super Indo jenis usaha retail supermarket investasi senilai Rp 10 miliar.

Baca Juga :  Dibangun Kemen PUPR, TPA Karimunjawa Kini Jadi Milik Aset Daerah

Sementara itu, perusahaan dengan investasi perluasan adalah PT. TBZ Industrial Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang industri kerajinan ornamen Natal itu investasi senilai Rp 43 miliar. Ditambah lagi PT. URECEL Indonesia yang bergerak di bidang furniture bakal investasi senilai Rp 50 miliar.

Ia menambahkan, pihaknya terbuka bagi para calon investor untuk mengurus segala perijinan di DPMPTSP Jepara. Pihaknya berkomitmen sebagaimana maklumat pelayanan yang telah dicanangkan. Yakni sanggup menyelenggarakan pelayanan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan dan apabila tidak menepati janji ini, siap menerima sanksi sesuai peraturan perundangan.

“Standar pelayanan dan standar operasional pelayanan juga kami terapkan. Bahkan survei kepuasana masyarakat mencapai 86,75 atau nilai sangat baik,” imbuhnya.






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA –  Jepara bakal mendapat suntikan investasi senilai Rp 163,238 miliar. Investasi itu berasal dari lima perusahaan. Tiga di antaranya baru dan dua perusahaan investasi perluasan.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara Hery Yuliyanto menjelaskan, kepastian perusahaan dan nilai investasi yang bakal masuk ke Jepara itu didapat usai sosialisasi Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2021  pertengahan bulan ini. Lebih lanjut, ia menjelaskan tiga investor baru itu merupakan penanam modal dalam negeri. Sedangkan investor perluasan, penanam modal asing.

“Hal ini sejalan dengan kebijakan Bapak Bupati Jepara Dian Kristiandi yang menjadikan Jepara sebagai daerah ramah investasi. Para investor ramai-ramai menenamkan modalnya di sini,” tuturnya.

Ia merinci, PT. Solarion Energi Alam dengan jenis usaha solar panel merencanakan investasi baru di Jepara senilai Rp 30 miliar. Selanjutnya ada PT. Properti Sakti Persada dengan jenis usaha property development akan berinvestasi senilai Rp 30,2 miliar.  Serta PT. Super Indo jenis usaha retail supermarket investasi senilai Rp 10 miliar.

Baca Juga :  Syarat Tes Covid-19 Dihapus, Jumlah Wisatawan Karimunjawa Naik Signifikan

Sementara itu, perusahaan dengan investasi perluasan adalah PT. TBZ Industrial Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang industri kerajinan ornamen Natal itu investasi senilai Rp 43 miliar. Ditambah lagi PT. URECEL Indonesia yang bergerak di bidang furniture bakal investasi senilai Rp 50 miliar.

Ia menambahkan, pihaknya terbuka bagi para calon investor untuk mengurus segala perijinan di DPMPTSP Jepara. Pihaknya berkomitmen sebagaimana maklumat pelayanan yang telah dicanangkan. Yakni sanggup menyelenggarakan pelayanan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan dan apabila tidak menepati janji ini, siap menerima sanksi sesuai peraturan perundangan.

“Standar pelayanan dan standar operasional pelayanan juga kami terapkan. Bahkan survei kepuasana masyarakat mencapai 86,75 atau nilai sangat baik,” imbuhnya.






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/